Aktual.co.id – Hari Peringatan Nagasaki diperingati setiap tahun pada tanggal 9 Agustus, untuk mengenang pemboman atom yang menghancurkan pada tahun 1945.
Hari yang khidmat ini mengajak untuk merenungkan dampak kemanusiaan yang mendalam dari perang dan memperbarui komitmen terhadap perdamaian global.
Dr. Takashi Nagai (1908–1951) adalah seorang dokter Jepang dan penyintas pemboman atom Nagasaki. Meskipun menderita leukemia akibat paparan radiasi, ia mendedikasikan sisa hidupnya untuk merawat para penyintas lainnya dan mendokumentasikan pengalamannya.
Tulisan-tulisannya, termasuk ‘Lonceng Nagasaki,’ menjadi kesaksian yang kuat tentang kengerian perang nuklir dan permohonan perdamaian, menginspirasi banyak pembaca di seluruh dunia.
Pada tanggal 6 Agustus 1945, memaksa Jepang menyerah dan mengakhiri Perang Dunia II. Pesawat pembom AS Enola Gay menjatuhkan Little Boy, bom atom pertama yang pernah digunakan dalam perang, di kota Hiroshima, Jepang.
Ledakan itu menewaskan sekitar 80.000 orang dan ribuan lainnya meninggal karena paparan radiasi. Jepang telah menyebabkan banyak korban di pihak Sekutu selama perang, dan meskipun terjadi kehancuran, mereka tidak menyerah. Akibatnya, AS memutuskan menjatuhkan bom kedua untuk memaksa Jepang menyerah.
Pada tanggal 9 Agustus 1945, tiga hari setelah serangan pertama, pesawat pembom AS Bockscar menjatuhkan bom bernama Fat Man di kota Nagasaki.
Bom tersebut memiliki daya ledak setara dengan 22.000 ton TNT. Ledakan tersebut berdampak bagi Nagasaki, menyebabkan kematian sekitar 40.000 orang.
Lebih banyak penduduk meninggal akibat luka bakar, penyakit radiasi, dan cedera lainnya. Namun, dampak bom tersebut berkurang karena Nagasaki terletak di lembah sempit di antara pegunungan dan memiliki populasi yang lebih kecil.
Setelah pemboman kedua ini, Kaisar Jepang Hirohito mengumumkan penyerahan negaranya melalui siaran radio pada tanggal 15 Agustus 1945.
Pada tanggal 2 September 1945, perjanjian penyerahan diri resmi ditandatangani di atas kapal perang Amerika USS “Missouri” yang berlabuh di Teluk Tokyo, yang mengakhiri Perang Dunia II.
Dua pemboman menyebabkan kematian sekitar 70.000 hingga 135.000 orang di Hiroshima dan 60.000 hingga 80.000 orang di Nagasaki.
Karena alasan itu, Hari Peringatan Nagasaki diperingati mengenang para korban pemboman, mempromosikan perdamaian, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menghindari perang lebih lanjut dan potensi destruktif senjata nuklir. (ndi/national today)
