Aktual.co.id – Polda Metro Jaya mengungkapkan satu dari 996 pucuk senjata ditemukan bersama narkoba dan VCD porno di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, merupakan senjata api atau senapan tempur combat shotgun jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA, sedangkan 995 pucuk lainnya dipastikan merupakan senapan angin.
“Dari 996 pucuk yang diduga senjata tadi, kami sampaikan bahwa 995 pucuk merupakan senapan angin, bukan senjata api. Dan satu pucuk merupakan senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto kepada wartawan di Jakarta, Jumat.
Dikutip dari ANTARA, Adapun berdasarkan hasil pemeriksaan, senjata api itu ternyata merupakan kepemilikan pria bernama DS, yang telah meninggal dunia beberapa tahun lalu.
“Dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak, menemukan bahwa saudara DS sudah meninggal dunia tahun 2020, sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut,” kata Budi.
Adapun terkait 995 pucuk senapan angin, pihak kepolisian belum membeberkan status kepemilikannya. “Sementara untuk 995 pucuk diduga senjata angin terdiri dari empat pucuk senapan angin kaliber 4,5 milimeter, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 milimeter, 776 pucuk dan revolver angin kaliber 4,5 milimeter,” kata Budi.
Budi mengatakan, ratusan pucuk senjata api itu diamankan di gudang Subdit Wasendak Dit Intelkam Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Diketahui, Kepolisian menemukan dokumen dalam penyelidikan temuan sebanyak 996 pucuk senjata, VCD porno serta narkoba di sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
“Jadi, selain barang-barang yang ditemukan di lokasi, juga ada dokumen,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat.
Dia mengatakan pihak kepolisian mendapatkan informasi temuan tersebut dari yayasan, kemudian melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari pihak yayasan. Sampai dengan saat ini, penyelidikan masih terus berjalan dan dokumen tersebut masih didalami lebih lanjut.
“Terkait dokumen-dokumen ini tentunya penyelidik Satreskrim sedang melakukan penyelidikan dan pendalaman,” ujar Joko. (ANTARA)
