Aktual.co.id – Ha Young dengan menggunakan akun media sosialnya membagikan surat tulisan tangan yang berisi permintaan maaf atas kontroversi baru-baru ini.
“Pertama dan terpenting, saya menundukkan kepala untuk meminta maaf atas kekecewaan dan rasa sakit yang telah saya sebabkan karena masalah berkaitan dengan kakek buyut saya,” katanya.
Mengutip dari Soompi, baru-baru ini ketika mengetahui tindakan masa lalu kakek buyutnya, Ahn Sang Ho, dia merenungkan sejarah keluarga dengan hati yang berat.
Sampai sekarang, dirinya hanya mengetahui kehidupan kakek buyut secara terfragmentasi, berdasarkan cerita-cerita yang diturunkan dalam keluarga.
“Dengan malu, saya membicarakannya di berbagai kesempatan seolah-olah dia adalah sumber kebanggaan keluarga, padahal saya tetap berada dalam keadaan ketidaktahuan yang begitu besar,” katanya.
Melalui kejadian ini, dia akan melakukan proses pencarian terhadap materi-materi yang relevan dan mengetahui tentang aktivitas pro-Jepang kakek buyutnya.
Dia juga sangat menyesal telah berbicara tentang sejarah keluarga tanpa memahami sejarah menyakitkan negara Korea Selatan selama periode penjajahan Jepang.
Lebih lanjut, ketika kontroversi ini pertama kali muncul, dia sendiri tidak mengetahui fakta pastinya, yang menyebabkan lembaga tersebut mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bahwa laporan tersebut “tidak berdasar.”
“Saya percaya bahwa itu adalah kekurangan saya sendiri yang memungkinkan pernyataan yang salah tersebut disampaikan tanpa verifikasi yang memadai. Saya dengan tulus meminta maaf atas kebingungan dan luka yang lebih besar yang telah ditimbulkan,” ungkapnya.
Dia mengakui berulang kali meminta maaf atas keterlambatan dalam menyampaikan pendirian, karena sangat terganggu dan kesulitan menyampaikan permintaan maaf tulus mengingat beratnya situasi tersebut.
Menyadari ketidaktahuanya tentang hal-hal ini bukanlah alasan mengabaikan atau menganggap enteng sejarah tersebut. “Saya menerima kesalahan-kesalahan itu dengan berat hati dan, sebagai keturunan, saya menyampaikan permintaan maaf yang tulus,” ungkapnya lagi.
Dia mengaku lebih menyesal karena menimbulkan masalah akibat kekurangan informasi selama masa menjelang Hari Pembebasan Nasional.
“Saya akan meneliti saksama sejarah keluarga pada era tersebut, dan akan mengadopsi sikap yang lebih hati-hati terhadap sejarah di masa depan,” ujarnya.
Lebih jauh lagi, dirinya akan mempelajari sejarah negara secara mendalam dan melakukan yang terbaik untuk mengabdi dengan penuh hormat kepada para aktivis kemerdekaan dan semua orang yang mengabdikan diri untuk pembebasan dan kesejahteraan negara.
“Saya akan membuktikan ini bukan hanya dengan kata-kata tetapi dengan tindakan. Sekali lagi, saya dengan tulus meminta maaf kepada semua orang yang telah merasa khawatir karena hal ini. Hormat saya,” pungkasnya. (ndi/soompi)
