Aktual.co.id – Weverse telah mengumumkan baru-baru ini mengalami pelanggaran data yang memengaruhi 422.584 akun pengguna. Presiden perusahaan Weverse, Yang Zooil, merilis pernyataan resmi yang memberitahukan kepada pengguna tentang insiden keamanan data.
“Baru-baru ini, Weverse Company menerima laporan eksternal mengenai kerentanan keamanan dalam layanan dan segera melakukan inspeksi. Hasilnya, kami mengkonfirmasi bahwa informasi pribadi beberapa pelanggan telah bocor,” kata Yang Zooil.
Pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penggemar yang mempercayai dan mendukung Weverse karena menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan yang besar akibat insiden ini.
Pada tanggal 3 September 2026 (KST), Weverse dihubungi Badan Keamanan Internet Korea (KISA), yang memberitahukan seorang pelapor eksternal telah melaporkan tentang kerentanan keamanan pada layanan Weverse.
“Setelah itu, kami segera melakukan inspeksi internal dan respons darurat. Rincian kebocoran data pribadi yang dikonfirmasi melalui inspeksi yang dilakukan selama periode ini adalah sebagai berikut:
Cakupan Kebocoran: 422.584 kasus berdasarkan unit ID akun,” jelasnya.
Sementara item yang bocor meliputi item informasi pribadi, informasi identifikasi internal (nilai numerik internal unik yang dihasilkan untuk identifikasi pengguna saat pendaftaran.
Informasi Umum yakni jenis pembelian (metode pembayaran), nama gerbang pembayaran (PG), jenis mata uang, jumlah pembelian, jumlah pembatalan, tanggal dan waktu pembelian, status pembelian (misalnya, SELESAI), tanggal dan waktu pengembalian dana (jika status pembelian DIBATALKAN)
Sebagai bagian dari langkah-langkah tambahan, Weverse telah memperkuat keamanan API pemrosesan informasi pembayaran dengan meningkatkan kontrol akses dan menghapus informasi pengenal internal untuk mencegah paparan data eksternal.
“Pada tanggal 4 September, kami mengajukan laporan insiden pelanggaran ke KISA, termasuk hasil inspeksi dan status respons kami,” tambahnya.
Sesuai kriteria yang ditetapkan oleh hukum dan peraturan yang relevan, pihaknya telah melakukan prosedur terpisah untuk memberi tahu pelanggan yang terdampak oleh kebocoran ini tentang fakta kebocoran tersebut.
Informasi identifikasi internal yang bocor bukanlah informasi yang langsung mengidentifikasi individu, seperti nama atau detail kontak. Iitu adalah nilai pengidentifikasi yang hanya digunakan dalam sistem internal Perusahaan Weverse dan tidak dapat digunakan secara eksternal.
“Kemungkinan terjadinya pemalsuan pembayaran atau transfer dana tanpa izin hanya berdasarkan data ini sangat kecil,” ungkapnya.
Ke depannya, Weverse akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap semua API yang terekspos secara eksternal untuk memperkuat kontrol akses dan meminimalkan informasi yang terekspos, dan melakukan yang terbaik untuk mencegah insiden serupa.
Selain itu, pihanya telah meminta pengembalian informasi pribadi yang relevan dari pihak eksternal yang mengaksesnya secara ilegal melalui serangan yang tidak wajar. “Kami bermaksud menuntut pertanggungjawaban hukum terkait kerusakan yang disebabkan oleh insiden ini,” katanya.
Perusahaan bertanggung jawab penuh atas masalah ini dan akan mengambil semua tindakan yang tepat untuk mengatasi kekhawatiran dan keresahan pelanggan. “Sekali lagi, kami dengan tulus memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada pelanggan kami,” ungkapnya menutup pernyataan. (soompi/ndi).
