Aktual.co.id – Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan negaranya akan mengumumkan zona terlarang di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang dan memasukkan setiap kapal yang mencoba melintasi wilayah tersebut ke dalam daftar sanksi Teheran.
Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi milik pemerintah IRIB TV, disiarkan Minggu malam, Rezaei mengatakan zona tersebut akan membentang dari garis tempat blokade angkatan laut AS dimulai hingga wilayah Selat Hormuz dan ke dalam Teluk Persia di sisi lain (selat).
Kapal-kapal yang memasuki zona tersebut tanpa koordinasi dengan Iran, tambahnya, akan menghadapi sanksi yang memengaruhi cakupan asuransi dan perjalanan mereka di masa mendatang melalui jalur perairan tersebut.
Rezaei menggambarkan langkah tersebut sebagai bagian dari pergeseran strategis yang lebih luas dalam pendekatan Iran terhadap perang dan diplomasi, yang bertujuan meningkatkan tekanan pada Washington.
Pejabat keamanan menekankan bahwa Selat Hormuz sepenuhnya tertutup, dan menepis klaim AS bahwa kapal dan tanker minyak melintasi jalur air tersebut sebagai kebohongan.
Meskipun mengakui beberapa kapal mencoba menyeberangi selat melalui rute dekat Oman, sering kali mematikan sistem navigasi mereka untuk menghindari deteksi, Rezaei mengatakan sebagian besar kapal tersebut mendapat serangan.
Namun ia menambahkan Iran tidak berniat menenggelamkan kapal-kapal itu untuk saat ini karena kekhawatiran terhadap lingkungan.
Rezaei lebih lanjut mengungkapkan Iran telah melakukan uji tembak pertama rudal anti-penghancur buatan dalam negeri di atas kapal induk AS 48 jam yang lalu, dan menggambarkannya sebagai peringatan bahwa blokade angkatan laut AS rentan.
“Rudal khusus itu menciptakan neraka bagi Amerika, dan mereka melarikan diri,” katanya. Rezaei mengatakan Selat Hormuz tetap tertutup kecuali Amerika Serikat mengambil langkah-langkah praktis memenuhi kewajibannya berdasarkan nota kesepahaman perdamaian yang ditandatangani antara Teheran dan Washington pada bulan Juni.
Dalam beberapa hari mendatang, koridor internasional baru yang ditetapkan Iran dan Oman untuk jalur melalui selat tersebut akan diumumkan, dan menekankan koridor tersebut akan berada di bawah pengelolaan Iran.
Menyusul serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, Teheran membatasi lalu lintas melalui Selat Hormuz, sementara pasukan AS memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan kapal-kapal yang berlayar ke atau dari pelabuhan dan daerah pesisir Iran. (Xinhua/ndi)
