Asap kebakaran hutan dan lahan atau yang disingkat dengan Karhutla merupakan suatu musibah yang saat ini dihadapi di berbagai provinsi wilayah Indonesia.
Dampak dari kebakaran tersebut akan menghasilkan partikel polutan yang sangat kecil (PM2,5) dan gas beracun yang dapat masuk ke saluran pernafasan mulai dari hidung hingga percabangan saluran nafas paling kecil.
Manifestasi gangguan kesehatan respirasi yang terjadi dapat bersifat akut (jangkapendek) dan kronis (jangka Panjang), menimbulkan problem terjadinya penyakit menular (PM/Communicable diseases) atau penyakit yang tidak menular (PTM/Non Communicable diseases).
Dampak Utama pada Kesehatan Respirasi :
- Iritasi Saluran Napas: menyebabkan hidung iritasi , tenggorokan kering dan gatal atau nyeri.
- Gejala Pernapasan Akut: batuk terus-menerus, napas berbunyi “ngik ngik” (mengi), rasa berat di dada (ampeg), bernapas tidak lega/plong, sesak napas.
- Peningkatan Risiko ISPA: Kabut asap sering kali berujung pada lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah terdampak.
- Perburukan Penyakit Kronis: Memperparah kondisi penderita Asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), bronchitis.
- Infeksi Paru-Paru : Pneumonia, LRTI (Lower Respiratory Tractus Infection)
- Penurunan Fungsi Paru-paru: Paparan asap jangka panjang dapat menurunkan kapasitas kerja paru-paru sehingga menurunkan mobilitas aktifitas sehari hari.
- Allergi : bersin bersin, pilek dan hidung terasa tersumbat.
Kelompok yang paling rentan terjadinya gangguan respirasi terutama pada :
- Bayi,anak-anak dan lanjut usia (lansia)
- Ibu hamil dan ibu menyusui
- Penderita penyakit pernapasan atau jantung bawaan
- Pekerja yang melakukan kegiatan di luar ruangan
- Mempunyai penyakit kronis (kencing manis,hipertensi,Asma/PPOK,allergi, kanker,dialysis pada gagal ginjal dll)
Dampak jangka panjang yang terjadi akibat karhutla :
- Susunan syaraf pusat : stroke,demensia,Parkinson
- Mata : radang,mata kering,infeksi dan katarak
- Jantung :hipertensi,gagal jantung, jantung coroner
- Paru :Asma / PPOK,kanker,bronkhitis kronis,penyakit paru interstitial
- Liver :kanker hati,hepatic steatosis
- Darah :anemia,leukemia,gangguan pembekuan darah
- Fat : metabolic syndrome,obesitas
- Pancreas : kencing manis
- GIT :kanker usus,radang usus,crohns dis
- Tulang & sendi :Rheumatic diseases
- Tulang : osteoporosis, risiko patah tulang
- Hidung :allergic rhinitis
- Kulit :gatal2 (urticaria),skin aging,atopic skin diseases
Pencegahan :
- Selalu menggunakan masker dalam melakukan aktifitas di luar ruangan
- Menggunakan kacamata untuk melindungi mata dari asap dan partikel debu
- Minum air sesuai anjuran untuk mencegah dehidrasi
- Mengkonsumsi diet bergizi halal dan toyib
- Melakukan olahraga 15-30 menit minimal sepekan 3x didalam ruangan (indoor)
- Vaksinasi influenza dan pneumonia

Dr. Agus Hidayat, dr., Sp.P(K)., FISR., CHt
Dokter Spesialis Paru Konsultan
RSUD Dr Soetomo/RSI A Yani/RSI NA Pinatih
