• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: dr. Sukma Sahadewa: Waspada Risiko Penyakit Pascabanjir di Aceh dan Sumatera
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Pakar Menulis

dr. Sukma Sahadewa: Waspada Risiko Penyakit Pascabanjir di Aceh dan Sumatera

Redaktur III Jumat, 28 November 2025
Share
4 Min Read
Dr. dr. Sukma Sahadewa, M.Kes/ foto: dok pribadi
Dr. dr. Sukma Sahadewa, M.Kes/ foto: dok pribadi

Aktual.co.id – Banjir di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera bukan hanya menyebabkan kerusakan fisik dan sosial, tetapi membawa dampak kesehatan yang jauh lebih serius.

Pakar kesehatan masyarakat sekaligus dosen nutrisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS) dr. Sukma Sahadewa mengingatkan bahwa pascabanjir merupakan periode paling rawan munculnya berbagai penyakit menular.

Menurut dr. Sukma, air banjir yang menggenang dalam waktu lama akan bercampur dengan limbah rumah tangga, kotoran hewan, sampah organik, hingga air comberan.

“Kondisi ini menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri, virus, dan parasit untuk berkembang. Hal inilah yang kini terlihat di sejumlah titik terdampak di Aceh dan Sumatera,” katanya

Di Aceh, kata dr.Sukma, tenaga kesehatan mencatat peningkatan kasus diare akut, terutama pada anak-anak. Banyak keluarga yang masih menggunakan air sumur yang sudah tercemar karena keterbatasan pasokan air bersih.

“Begitu sumber air terkontaminasi, seluruh rantai konsumsi makanan dan minuman otomatis ikut berisiko,” jelas dr. Sukma. Diare, menurutnya, bukan sekadar penyakit ringan, tetapi dapat berkembang menjadi dehidrasi berat bila tidak ditangani secara cepat.

Baca Juga:  Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Prof. Catur Bongkar Kekuatan Perempuan di Politik Digital

Sementara itu, wilayah Sumatera Barat dan Sumatera Selatan mulai melaporkan gejala yang mengarah pada leptospirosis, penyakit akibat bakteri yang terbawa melalui urine tikus.

Masyarakat yang membersihkan rumah tanpa alas kaki, atau yang terpapar air banjir dalam waktu lama, menjadi kelompok yang paling rentan.

“Leptospirosis sering tidak dikenali pada awalnya karena gejalanya mirip infeksi umum, padahal bila terlambat, dapat menyebabkan gagal ginjal,” terang dr. Sukma.

Selain masalah gastrointestinal dan leptospirosis, infeksi kulit juga menjadi temuan utama di pengungsian. Kulit yang terus-menerus kontak dengan air kotor membuat warga mudah mengalami iritasi, gatal, hingga infeksi bakteri.

Tempat pengungsian yang padat dan minim ventilasi turut memicu meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan. “Lingkungan lembap dan crowded mempercepat penularan penyakit pernapasan, terutama pada balita dan lansia,” tambahnya.

Baca Juga:  Komisi C DPRD Surabaya Fokus Saluran Lingkungan yang Anggarannya Dikurangi oleh Pemkot Surabaya. 

Kondisi ini memperlihatkan bencana banjir, persoalan kesehatan harus dianggap sama pentingnya dengan evakuasi dan logistik.

Menurut dr. Sukma, masih banyak masyarakat yang menyepelekan bahaya penyakit pascabanjir. Banyak warga tetap mengonsumsi air yang tidak direbus atau membersihkan rumah tanpa pelindung.

Sementara itu, distribusi air bersih dan sanitasi darurat masih belum merata di beberapa wilayah terdampak. Sukma menekankan pentingnya edukasi masyarakat yang mudah dipahami namun berbasis sains. Ia menegaskan bahwa risiko penyakit dapat ditekan jika masyarakat melakukan langkah pencegahan sederhana, seperti memastikan air minum direbus hingga mendidih, mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga kebersihan makanan.

“Kita tidak bisa mengendalikan datangnya banjir, tetapi kita bisa mengendalikan perilaku yang mencegah penyakit,” ujarnya. Ia juga menyoroti perlunya koordinasi antara pemerintah daerah, puskesmas, dan relawan kesehatan untuk melakukan deteksi dini penyakit. Petugas harus aktif memantau warga yang mengalami demam, diare, atau gejala leptospirosis untuk penanganan cepat. Di sisi lain, masyarakat diminta lebih peduli terhadap gejala awal dan tidak menunda pemeriksaan.

Baca Juga:  Ciptakan Inovasi Kelola Sampah, Mahasiswa UPNVJT Hadirkan Teknologi Bottle Press di Bali

Sebagai seorang dosen nutrisi, dr. Sukma juga menekankan bahwa pemenuhan gizi tetap harus dijaga meski dalam kondisi darurat. Makanan yang aman, bersih, dan bergizi sangat penting bagi anak-anak dan ibu hamil untuk menjaga daya tahan tubuh. “Saat tubuh kekurangan nutrisi, risiko terkena infeksi meningkat berlipat,” jelasnya.

Perubahan iklim yang menyebabkan cuaca ekstrem membuat kejadian banjir diperkirakan semakin sering terjadi di masa depan. Karena itu, dr. Sukma mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan kesehatan keluarga. Pengalaman Aceh dan Sumatera menjadi pengingat nyata bahwa ancaman terbesar sering kali baru muncul ketika air mulai surut.

“Banjir adalah bencana yang terlihat. Penyakit pascabanjir adalah bencana yang tidak terlihat. Keduanya harus ditangani dengan serius,” tegas dr. Sukma Sahadewa.

SHARE
Tag :AcehBanjirBNPBBPBDSumatera
Ad imageAd image

Berita Aktual

Aktifitas di Selat Hormuz/ Foto: Vietnam
Harga Minyak Global Melonjak Pasca Serangan Iran ke Target AS di Timur Tengah
Rabu, 9 September 2026
Almarhum Airlangga Pribadi Kusman/ Foto: UNAIR
Airlangga Pribadi Wafat UNAIR Kehilangan Sosok Ilmuwan Bidang Sosial dan Demokrasi
Rabu, 9 September 2026
KRI Lepu-861/ Foto: ANTARA
TNI AL Kerahkan Tiga Kapal Perang Pencarian Lima Jurnalis di Kawasan Gunung Anak Krakatau
Rabu, 9 September 2026
Prediksi tampilan iPhone Ultra/ Foto: GSM Arena
Apple Dirumorkan Akan Meluncurkan iPhone Ultra dalam Waktu Dekat
Rabu, 9 September 2026
Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki/ Foto: ANTARA
Polda Banten Siapkan Pos Antemortem untuk Pencarian Lima Jurnalis di Gunung Anak Krakatau
Rabu, 9 September 2026

Mental Health

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Badan Geologi Menyebutkan Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Telah Berakhir

Kemenhub Masih Menutup 8 Bandar Udara Selama Erupsi Gunung Anak Krakatau

Hari Buruh September Diawali Kejadian Pemogokan Kerja dan Unjuk Rasa

Iran Akan Memperluas Zona Larangan Melintas di Luar Selat Hormuz

Harga Emas Antam Turun Menjadi Rp2,637 Juta Per Gram

More News

Putri Indonesia saat menyampaikan materinya dalam seminar tersebut/dok.aktual.co.id

Di Commposition 2025, Puteri Indonesia Ajak Generasi Muda Bangun Personal Branding Sejak Dini

Rabu, 5 November 2025
Banjir yang menggenangi beberapa titik di Jakarta / Foto : capture ANTARA

BPBD Jakarta Menyiapkan Tempat Pengungsian Buat Korban Banjir

Senin, 7 Juli 2025
Para akademisi dari UPN Veteran Jatim foto bersama dengan para peserta pelatihan/dok.aktual.co.id

Dongkrak Daya Saing Wisata dan UMKM, UPN Veteran Jatim Kenalkan Storynomics di Situbondo

Kamis, 23 Oktober 2025
Genangan banjir merendam pintu masuk Perumahan Pondok Gede Permai / Foto : X

Banjir Tenggelamkan Perum Pondok Gede Permai Bekasi

Selasa, 4 Maret 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id