Aktual.co.id – Pada 10 Oktober 1925, Museum Istana didirikan di Kota Terlarang, yang dulunya merupakan istana kekaisaran Dinasti Ming (1368-1644) dan Qing (1644-1911), dan dibuka untuk umum untuk pertama kalinya, bersama dengan koleksi seni kekaisarannya yang tak ternilai harganya.
“Harta karun yang dulunya hanya diperuntukkan bagi kaisar kini telah menjadi warisan budaya bersama bagi seluruh bangsa Tiongkok. Pergeseran ini sungguh inovatif dan bersejarah,” ujar Shan Jixiang, mantan kurator Museum Istana.
Dikutip dari Xinhua, museum ini termasuk di antara museum yang paling banyak dikunjungi di dunia. Pada tahun 2009, jumlah pengunjungnya melampaui 10 juta dan angka tersebut akan melampaui 17,6 juta pada tahun 2024.
Dalam beberapa tahun terakhir, museum ini telah mendokumentasikan secara digital lebih dari 1 juta artefak dan struktur kuno, dan menyediakan gambar definisi tinggi dari lebih dari 100.000 artefak secara daring, yang sangat meningkatkan akses publik ke koleksinya.
Untuk membuat lebih banyak peninggalan budayanya dapat diakses publik, museum ini membangun cabang baru di Distrik Haidian Beijing.
Dengan luas pameran 33.000 meter persegi, menurut pejabat museum, cabang baru tersebut akan mampu memamerkan 20.000 hingga 30.000 relik setiap tahun, dua hingga tiga kali lipat jumlah yang dipamerkan di Museum Istana.
Untuk memperingati ulang tahun le 1 abad, pihak pengelola membuka untuk umum dengan berbagai pertunjukan dan kuliner selamusim liburan di Cina
Pengunjung juga dapat menikmati es krim berbentuk patung-patung hewan yang bertengger di atap bangunan istana di restoran-restoran yang ada di museum.
Salah satu restoran ini pernah menjadi tempat penyimpanan es keluarga kerajaan pada masa Dinasti Qing (1644-1911).
Di dalam dan di luar museum, barang dagangannya semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Di antara hampir 20.000 produk budaya dan kreatif, Kalender Museum Istana menjadi favorit para pengunjung. (ndi/Xinhua)
