Aktual.co.id – Tiga peneliti yang menyelidiki proses inovasi bisnis memenangkan hadiah Nobel dalam bidang ekonomi atas penjelasan mereka tentang bagaimana produk dan penemuan baru dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan manusia, Senin (13/10). Pekerjaan mereka dianggap membantu para ekonom lebih memahami bagaimana ide dan teknologi berhasil dengan mengganggu cara-cara yang sudah mapan.
Dikutip dari APNews, Joel Mokyr usia 70 tahun keenahiran Belanda, kuliah di Universitas Northwestern, Philippe Aghion, 69 tahun, bekerja di Collège de France dan London School of Economics; dan Peter Howitt, 79 tahun kelahiran Kanada, kuliah di Universitas Brown.
Para pemenang dianggap berhasil menjelaskan dan mengukur “penghancuran kreatif” dengan lebih baik, sebuah konsep kunci dalam ekonomi yang merujuk pada proses di mana inovasi baru bisa menggantikan teknologi.
Konsep ini biasanya dikaitkan dengan ekonom Joseph Schumpeter, yang menguraikannya dalam bukunya tahun 1942, “Kapitalisme, Sosialisme, dan Demokrasi.” Schumpeter menyebut konsep ini sebagai “fakta esensial tentang kapitalisme.”
Komite Nobel mengatakan Mokyr telah menunjukkan bahwa jika inovasi ingin saling menggantikan dalam proses yang saling menghasilkan, tidak hanya perlu tahu sesuatu itu berhasil, tetapi juga perlu memiliki penjelasan ilmiah tentang alasannya.
Aghion dan Howitt mempelajari mekanisme di balik pertumbuhan berkelanjutan, termasuk dalam artikel tahun 1992 yang menawarkan model matematika kompleks untuk penghancuran kreatif yang menambahkan aspek baru yang tidak termasuk dalam model sebelumnya.
Contoh penghancuran yang kreatif meliputi perdagangan elektronik yang mengganggu ritel, layanan streaming yang menggantikan penyewaan kaset video dan DVD, serta iklan internet yang merusak iklan surat kabar.
“Karya para pemenang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak bisa dianggap remeh. Kita harus menegakkan mekanisme yang mendasari destruksi kreatif, agar tidak terjerumus ke dalam stagnasi,” ujar John Hassler, ketua komite penghargaan di bidang ilmu ekonomi.
Mokyr telah lama dikenal optimis terhadap inovasi teknologi terkini. Sekitar satu dekade, banyak ekonom berpandangan lebih pesimistis, dengan berargumen penemuan seperti ponsel pintar atau internet memiliki dampak ekonomi yang lebih kecil dibandingkan perkembangan sebelumnya seperti pesawat terbang atau mobil.
Mokyr menjawab bahwa karena banyak layanan baru yang murah atau gratis, dampaknya tidak terlihat dalam data ekonomi, tetapi tetap memberikan manfaat yang sangat besar.
Dalam wawancara dengan The Associated Press pada tahun 2015, ia menyebut layanan streaming musik Spotify sebagai contoh inovasi yang menakjubkan yang sulit diukur oleh para ekonom.
Mokyr mencatat ia pernah memiliki lebih dari 1.000 CD dan, sebelumnya menghabiskan sebagian besar anggaran mahasiswa pascasarjana dirinya untuk membeli piringan hitam.
Namun kini ia dapat mengakses perpustakaan musik yang sangat besar dengan biaya bulanan yang terjangkau dalam Spotify.
Mokyr mengakui gangguan dari penemuan-penemuan baru sering kali menyebabkan hilangnya pekerjaan atau berkurangnya penghasilan bagi pekerja.
Tetapi seperti banyak ekonom, inovasi-inovasi tersebut juga menciptakan pekerjaan-pekerjaan baru yang tak terduga.
“Para pekerja di bagian ekonomi yang baru akan memiliki kekhawatiran terkait upah, standar hidup, dan ketimpangan,” tulisnya dalam sebuah makalah tahun 2015.
Namun, pabrik dan mesin baru tersebut menciptakan lapangan kerja baru, setidaknya bagi keturunan mereka.
“Anak-anak penenun tenun tangan tersebut akan memiliki pilihan untuk bekerja di pabrik kapas yang padat namun mereka juga bisa menjadi insinyur terlatih dan operator telegraf,” tulisnya.
Komite Nobel mencatat bahwa dalam sebagian besar sejarah manusia perubahan adalah hal yang normal. Namun, sejak Revolusi Industri pada abad ke-18, perekonomian Eropa dan diikuti negara-negara lain, mulai tumbuh secara stabil.
Mokyr mengakui bahwa hubungan antara pengetahuan, teknologi, dan pertumbuhan tampak “sangat jelas”, tetapi ia mencatat bahwa para ekonom “sebenarnya jarang membahasnya secara eksplisit.”
Separuh dari hadiah 11 juta kronor Swedia (Rp19 miliar) diberikan kepada Mokyr, dan separuhnya lagi dibagi antara Aghion dan Howitt.
Para pemenang juga akan menerima medali emas 18 karat dan sebuah diploma. Penghargaan ekonomi ini secara resmi dikenal sebagai Penghargaan Bank Swedia dalam Ilmu Ekonomi untuk Mengenang Alfred Nobel.
Bank sentral menetapkannya pada tahun 1968 sebagai peringatan bagi Nobel, pengusaha dan ahli kimia Swedia abad ke-19 yang menemukan dinamit dan menetapkan lima Penghargaan Nobel.(Ndi)Hal
