Aktual.co.id – Aneurisma otak adalah pelebaran atau penonjolan pembuluh darah otak akibat melemahnya dinding pembuluh darah. Penonjolan ini akan terlihat seperti buah beri yang menggantung. Bila pembuluh darah tersebut robek, gejala yang timbul bisa berupa sakit kepala yang parah hingga penurunan kesadaran.
Dikutip dari Alodokter, Aneurisma otak yang membesar dan pecah merupakan kondisi gawat darurat, karena bisa menyebabkan perdarahan otak, kerusakan otak, hingga kematian.
Walaupun bisa diderita oleh siapa saja, aneurisma otak paling sering dialami oleh wanita usia di atas 40 tahun. Aneurisma otak terjadi saat dinding pembuluh darah di otak melemah atau menipis. Penyebab melemahnya dinding pembuluh darah di otak ini belum bisa dipastikan.
Adapun faktor pemicu Aneurisma adalah menderita tekanan darah tinggi (hipertensi), berusia lebih dari 40 tahun, berjenis kelamin perempuan, terutama yang sudah menopause, memiliki riwayat cedera kepala, mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, menggunakan narkoba, terutama kokain, memiliki kebiasaan merokok, memiliki keluarga dengan aneurisma otak.
Aneurisma otak yang masih berukuran kecil dan belum pecah sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun, seiring ukuran aneurisma membesar, penderita bisa mengalami berbagai keluhan.
Keluhan tersebut antara lain, nyeri di sekitar mata, mati rasa di salah satu sisi wajah, pusing dan sakit kepala, kesulitan berbicara, gangguan keseimbangan, sulit berkonsenstrasi, penurunan daya ingat, gangguan penglihatan.
Aneurisma otak yang makin membesar bisa pecah dan menimbulkan perdarahan di otak. Gejala pecahnya aneurisma otak dapat berupa sakit kepala parah, pandangan kabur atau penglihatan ganda, mual dan muntah, lemah atau lumpuh di salah satu sisi tubuh atau tungkai, sulit berbicara, sulit berjalan, kelopak mata turun (ptosis), kejang, penurunan kesadaran. (alodokter)
