• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Ciri-Ciri Orang yang Terlihat Kuat Namun Memiliki Kepercayaan Diri yang Rapuh
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Ciri-Ciri Orang yang Terlihat Kuat Namun Memiliki Kepercayaan Diri yang Rapuh

Redaktur III Sabtu, 15 November 2025
Share
4 Min Read
Ilustrasi orang mengobrol/ Foto: freepik
Ilustrasi orang mengobrol/ Foto: freepik

Aktual.co.id – Pernahkah bertemu seseorang yang tampak yakin pada dirinya sendiri padahal hanya untuk menutupi kelemahannya yang rapuh?

Psikolog Olivia Reid memberikan gambaran seseorang yang terlihat percaya diri namun menyimpan kerapuhan dalam diri sehingga kurang stabil dalam kepribadian. Berikut ciri orang yang terlihat menarik namun sesungguhkan ada kekosongan dalam dirinya.

Mendominasi Setiap Percakapan

Bila seseorang terus-menerus mengarahkan setiap diskusi kembali kepada dirinya sendiri menjadi pertanda dirinya rapuh.

“Orang yang berpura-pura merasa terancam ketika perhatian teralih darinya. Mereka menyela, menyela pembicaraan, dan mengulang setiap topik kembali ke pengalaman pribadi mereka,” kata Olivia Reid.

Bahasa Tubuh Menceritakan Kisah yang Berbeda

Seseorang yang menunjukkan kepercayaan diri palsu berdiri tegak dan berbicara keras, tetapi tangannya menunjukkan tanda yang berbeda. Bermain-main dengan perhiasan, menyentuh wajah berulang kali, atau menyilangkan lengan dengan kaku merupakan tanda-tanda ketidaknyamanan.

“Saya ingat pernah bekerja dengan seorang rekan kerja yang selalu tampak begitu percaya diri saat rapat. Namun, saya perhatikan tangannya terus bergerak, menyetel jam tangannya, merapikan rambutnya, mengetuk-ngetuk meja,” kata Olivia.

Baca Juga:  Berikut Kebiasaan yang Menyebabkan Kerusakan Otak

Penelitian menunjukkan bahwa menutup mulut atau menyentuh leher melambangkan rasa tidak aman dan ragu. Ketika merasa benar-benar percaya diri, jarak di antara jari-jari akan melebar, tetapi jarak tersebut akan mengecil ketika merasa tidak aman.

Tidak Bisa Menerima Kritik

Ketika seseorang bereaksi terhadap umpan balik sekecil apa pun dengan kemarahan, penolakan, atau pembenaran yang rumit, mereka melindungi sesuatu yang rapuh di baliknya.

Seseorang yang berpura-pura percaya diri menganggap umpan balik sebagai serangan pribadi karena khawatir rahasia dalam dirinya terbongkar.

Membutuhkan Validasi dari Orang Lain

Seseorang yang berpura-pura tangguh akan terus-menerus mencari pujian atau persetujuan. Orang ini selalu ingin mendapat pengakuan kali mereka cerdas, menarik, sukses, atau kualitas apa pun yang membuat merasa tidak aman.

Baca Juga:  Tanda-tanda Orang Berhenti Peduli Tentang Segalanya.

Kebutuhan konstan akan validasi eksternal ini menciptakan sebuah siklus. Orang ini merasa tidak aman, mencari validasi, mendapatkan dorongan sementara, membutuhkan lebih banyak validasi segera setelah dorongan itu memudar.

Melakukan Kompensasi Berlebihan di Area Tertentu

Orang ini akan menyebut-nyebut mobil mahal, gelar Ivy League atau jabatan yang mengesankan. Memastikan semua orang tahu tentang kesuksesannya.

Ini adalah kompensasi berlebihan, dan merupakan tanda klasik dari rasa tidak aman yang tersembunyi.

Penelitian psikologis menjelaskan bahwa kompensasi menjadi mekanisme pertahanan yang berbahaya ketika menggunakan untuk menyembunyikan kekurangan atau frustrasi dengan mengalihkan energi menuju pencapaian di bidang lain.

Berjuang dengan Kerentanan

Seseorang yang berpura-pura percaya diri melihat kerentanan sebagai kelemahan. Dirinya tak mampu menunjukkan celah apa pun pada pertahanan karena takut seluruh topengnya akan runtuh.

Jadi dirinya tidak pernah minta maaf, tidak pernah mengakui kesalahan, dan selalu punya jawaban ketika di kritik meskipun isinya tidak jelas.

Baca Juga:  Pengguna Sauna Rutin Melaporkan Kesehatan Membaik dan Kebahagiaan yang Lebih Besar

Kepercayaan Diri yang Berubah-ubah

Kepercayaan diri yang sejati relatif stabil dalam berbagai situasi. Seseorang yang percaya diri akan bertindak kurang lebih sama, baik di hadapan atasan, rekan kerja, maupun orang yang mereka anggap lebih rendah.

Namun kepercayaan diri yang palsu berubah seperti bunglon, tergantung siapa yang ada di ruangan itu. Orang-orang ini tampak sangat percaya diri di hadapan bawahan atau orang yang mereka anggap kurang penting.

Namun, ketika bersama orang anggap lebih unggul atau lebih sukses, dan kepercayaan diri yang ada pada dirinya itu menguap. Tiba-tiba mereka bersikap hormat bahkan mungkin menjilat.

Perubahan ini mengejutkan karena menunjukkan kepercayaan diri yang tidak pernah dibangun di atas fondasi yang kokoh. Kepercayaan diri bergantung pada perasaan menjadi orang terpenting di ruangan tersebut.

SHARE
Tag :gangguan kecemasangangguan kepribadianMental healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

BTS saat menerima penghargaan dari AMA 2026/ Foto: Allkpop
BTS Meraih Penghargaan Artis Terbaik di American Music Award 2026
Selasa, 26 Mei 2026
KPop Demon Hunters/ Foto: Soompi
KPop Demon Hunters Meraih Empat Penghargaan di American Music Award (AMAs) 2026
Selasa, 26 Mei 2026
Gedung KPK/ Foto: KPK
KPK Panggil Pejabat Kemenhub Terkait Proyek Pembangunan dan Pemeliharaan Jalur DJKA
Selasa, 26 Mei 2026
Ilustrasi makan/ Foto: freepik
Penelitian Menyebutkan Makan Secara Teratur Bisa Meredam Gejala Depresi
Selasa, 26 Mei 2026
Tangkapan layar beranda TKA/ Foto: TKA
Begini Cara Melihat Nilai Tes Kemampuan Akademik yang Diumumkan 26 Mei 2026
Selasa, 26 Mei 2026

Mental Health

Ilustrasi makan/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Makan Secara Teratur Bisa Meredam Gejala Depresi

Ilustrasi introvert / Foto : freepik

Banyak Tidak Sadar Kelemahan Justru Kekuatan di Dalam Diri

Makanan bernutrisi/ Foto: Freepik

Studi Menyebutkan Konsumsi Makanan Bernutrisi Menekan Risiko Depresi

Tanda wanita tidak bahagia adalah kecemasan / Foto : Freepik

Studi Menemukan Intervensi Kesehatan Mental Lewat Medsos Mampu Mengurangi Kecemasan

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah Jelang Hari Raya Iduladha Bulan Dzulhijjah

Hari Ini Pengumuman Peserta UTBK SNBT Perguruan Tinggi Negeri

Roadshow Enlit 2026, Ajak Anak Muda Kampanyekan Kota Berkelanjutan melalui Poster Ilmiah

Harga Minyak Anjlok di Tengah Harapan Kesepakatan AS dan Iran

Polri Pastikan Tidak Ada Sabotase Dalam Pemadaman Listrik di Sumatera

More News

Berpelukan bisa melatih kepekaan mental pada anak / Foto : Freepik

Orang yang Jarang Dipeluk Saat Kecil Membawa Pola Emosi Seperti Ini

Kamis, 10 April 2025
Orag yang memiliki harga diri tinggi menghargai kesendirian/ Foto : hackspirit

Perilaku Orang Bernilai Tinggi dengan Menghindari Drama Seperti Ini

Sabtu, 15 Maret 2025
Ilustrasi remaja melihat ponsel / Foto : freepik

Penelitian: Menonton Video Pendek Membuat Remaja Tidak Puas dengan Postur Tubuhnya

Sabtu, 28 Juni 2025
Batasi diri dengan orang toxic untuk keamanan mental / Foto : Freepik

Yuk Batasi Berkomunikasi dengan Kepribadian Racun yang Menguras Energi

Sabtu, 21 Juni 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id