Aktual.co.id – Meskipun keaslian dan kejujuran merupakan sifat baik namun tetap ada batasan terhadap terbuka terutama hal persoala pribadi.
Menurut psikolog Eliza Hartley ada beberapa pembicaraan yang dihindari meski kepada orang terdekat sekalipun. Jika pembicaraan ini dibicarakan sama saja membuka aib yang dimiliki selama ini. Jadi berhati – hati untuk tidak membicarakan hal tersebut.
Status Keuangan Pribadi
Membahas penghasilan, bunga, atau utang bisa memunculkan persoalan pribadi jika diungkapkan secara terbuka.
Menceritakan masalah keuangan bisa menyebabkan penghakiman yang tidak perlu, dinamika yang canggung, atau bahkan menarik orang dengan niat yang meragukan.
Jika harus berbicara tentang keuangan mungkin batasan dibuat jelas seperti ekonomi dunia, strategis bisnis, atau cara berinvestasi. Batasi untuk berbicara tentang keuangan pribadi.
Hubungan Romantis Masa Lalu
Membahas sejarah percintaan masa lalu dapat menimbulkan prasangka dan perbandingan yang tidak perlu. Memberikan kesan terpaku pada masa lalu, padahal kehidupan terus bergerak. Jadi, simpanlah pembicaraan tentang mantan untuk tahap-tahap persahabatan atau hubungan selanjutnya.
Drama Keluarga
Membahas hal-hal konflik keluarga menimbulkan penilaian dan asumsi yang tidak perlu. Orang akan menilai negatif ketika membicarakan tentang persoalan keluarga.
Hindari untuk berbicara tentang konflik keluarga dan fokus pada pembicaraan yang sifatnya bisa dirasakan bersama.
Ingatlah, seorang kenalan baru tidak perlu tahu segalanya tentang dinamika keluarga. Beri tahu tentang aspek positifnya dan secara bertahap ungkapkan seperlunya jika hubungan bisa saling percaya.
Masalah Kesehatan Pribadi
Adalah proses bawah sadar ketika kesehatan fisik berhubungan langsung dengan kelangsungan hidup. Meski menceritakan tentang flu atau pergelangan kaki terkilir menyebabkan orang lain membentuk persepsi yang salah tentang individu tersebut.
Oleh karena itu, simpanlah diskusi kesehatan yang terperinci meski terbangun hubungan yang lebih kuat dengan orang tersebut.
Kegagalan pribadi
Meskipun berbagi kegagalan dapat membuat terlihat manusiawi dan mudah bergaul, namun hal itu dapat menciptakan kesan negatif jika dibagikan terlalu cepat.
Orang mungkin secara tidak sadar menganggap kurang kredibel atau kurang baik. Namun, saat hubungan dengan seseorang semakin dalam, berbagi pengalaman ini dapat menumbuhkan empati dan pengertian.
Meskipun mengakui kegagalan adalah penting tapi ingatlah bahwa tidak semua orang perlu mengetahuinya sejak awal. Biarkan orang lain memiliki kesempatan untuk mengetahui dan menghargai kekuatan terlebih dahulu. (ndi)
