Aktual.co.id – Memasuki musim penghujan aktifitas hidrometeorologi menjadi meningkat. Salah satunya adalah siklon tropis yang terjadi di beberapa tempat.
Mengutip dari lama BMKG, siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar. Radius rata-rata siklon tropis mencapai 150 hingga 200 km.
Siklon tropis terbentuk di atas lautan luas yang umumnya mempunyai suhu permukaan air laut hangat, lebih dari 26.5 °C. Angin kencang yang berputar di dekat pusatnya mempunyai kecepatan angin lebih dari 63 km/jam.
Siklon tropis didefinisikan memiliki sistem tekanan rendah non-frontal yang berskala sinoptik yang tumbuh di atas perairan hangat dengan wilayah perawanan konvektif dengan kecepatan angin maksimum mencapai 34 knot pada lebih dari setengah wilayah yang melingkari pusatnya.
Umumnya, pusat siklon tropis terbentu wilayah yang memiliki kecepatan angin yang relative rendah tanpa awan yang biasa disebut dengan mata siklon.
Diameter mata siklon bisa 10 hingga 100 km di mata dikelilingi dinding mata, wilayah yang berbentuk cincin yang mencapai ketebalan 16 km. Wilaya inilah yang memiliki kecepatan angin tertinggi dengan curah hujan yang lebat.
Masa pembentukan dari siklon tropis antara 3 hingga 18 hari, hal ini didapatkan dari energi siklon tropis dari lautan yang hangat. Siklon tropis akan melemah atau punah setelah bergerak dan memasuki wilayah perairan yang dingin atau memasuki daratan.
Yang dimaksud dengan kecepatan angin maksimum adalah angin permukaan rata-rata 10 menit tertinggi yang terjadi di dalam wilayah sirkulasi siklon.
Angin kecepatan tertinggi ini terdapat di wilayah cincin di dekat pusat siklon, atau jika siklon ini memiliki mata, berada di dinding mata. Ukuran siklon tropis bervariasi, mulai dari 50 km (Cyclone Tracy, 1977) hingga 1100 km (Typhoon Tip, 1979).
Daerah pertumbuhan siklon tropis mencakup Atlantik Barat, Pasifik Timur, Pasifik Utara bagian barat, Samudera Hindia bagian utara dan selatan, Australia dan Pasifik Selatan.
Sekitar 2/3 kejadian siklon tropis terjadi di belahan bumi bagian utara. Sekitar 65% siklon tropis terbentuk di daerah antara 10° – 20° dari ekuator, hanya sekitar 13% siklon tropis yang tumbuh diatas daerah lintang 20° sedangkan di daerah lintang rendah (0° – 10°) siklon tropis jarang terbentuk. (ndi/BMKG)
