Aktual.co.id – Tidak banyak mengenal tentang Stand Up Paddle atau berdiri di atas papan paddle sembari menyusuri sungai. Guna memperkenalkan sekaligus mengeksplore sungai di Surabaya, Stand Up Paddle Indonesia di Jawa Timur menggelar jelajah sungai dengan papan dayung.
“Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bisa membuka mata masyarakat tentang pentingnya menjaga sungai sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” kata Ali Yusa Wakil Ketua 1 Stand Up Paddle Indonesia Jawa Timur. Menurut Ali Yusa, Sungai Kalimas Kota Surabaya memiliki potensi besar sebagai ruang publik dan wahana edukasi.
“Salah satu cara menarik mengenalkan potensi ini adalah melalui kegiatan Stand Up Paddle (SUP) atau jelajah kota dengan papan dayung,” ujarnya.
Dalam bidang pendidikan, katanya, Stand Up Paddle di Sungai Kalimas dapat menjadi media belajar tentang lingkungan. “Anak-anak dan pelajar bisa melihat ekosistem sungai, memahami masalah sampah, serta belajar menjaga kebersihan air,” katanya.
Tidak hanya masalah kepedulian terhadap sungai, kata Ali Yusa, kegiatan SUP bisa menjadi daya tarik wisata baru di Surabaya. Disampaikan jika wisatawan lokal maupun mancanegara akan tertarik mencoba pengalaman mendayung di tengah kota.
“Hal ini dapat membuka peluang usaha bagi penyewaan peralatan, pemandu wisata, kuliner khas daerah, hingga produk UMKM lokal yang bisa dipasarkan di sekitar area sungai,” ungkpanya seperti yang diterima oleh AKTUAL.
Dijelaskan bahwa secara sosial jelajah kota dengan Stand Up Paddle bisa memperkuat identitas masyarakat yang hidup berdampingan dengan sungai.
“Sungai yang dulunya hanya dilihat sebagai jalur air, kini bisa menjadi ruang interaksi warga. Kegiatan bersama di sungai akan menumbuhkan rasa kebersamaan, sekaligus melestarikan budaya sungai sebagai bagian dari sejarah kota Surabaya,” tambahnya.
Diharapkan dengan perhatian lebih pada Sungai Kalimas, pemerintah dan masyarakat terdorong untuk lebih serius menjaga kebersihan dan ekosistemnya. Sungai yang terjaga akan mengurangi aliran sampah ke laut, sehingga laut pun ikut terlindungi.
Pada akhirnya, katanya, SUP di Sungai Kalimas bukan hanya olahraga rekreasi, tetapi sebuah gerakan bersama yang menyatukan aspek pendidikan, ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan.
“Melalui papan dayung sederhana, masyarakat diajak menjelajahi kotanya dengan cara baru, sekaligus menumbuhkan cinta dan kepedulian terhadap sungai dan laut yang menjadi sumber kehidupan,” pungkasnya. (ndi)
