Aktual.co.id – Pada bulan September 2025, kreator populer IShowSpeed menyiarkan langsung pertemuannya dengan influencer humanoid populer Rizzbot.
Rizzbot memiliki lebih dari satu juta pengikut dan 800 juta tayangan di media sosial ini dikenal aksinya yang kocak dalam menyindir orang
Sementara itu, Speed memiliki 50 juta pengikut dan 6 miliar tayangan di berbagai platform dan dikenal karena perilaku dramatisnya saat siaran langsung.
Namun pada saat mereka bertemu, berdasarkan rincian dari kreatot Rizzbot menjelaskan bahwa konten kreator bernama asli Darren Jason Watkins tersebut telah melakukan tindakan hingga menyebabkan robot humanoid tersebut mengalami kerusakan.
Berdasarkan informasi dari TechCrunch, Speed telah melakukan sebuah tindakan hingga Rizzbot tersebut tidak bisa diperbaiki.
Atas kejadian tersebut pencipta Rizzbot langsung melayangkan gugatan dengan membuktikan Speed beberapa kali meninju, mencekik robot humanoid Rizzbot
“Speed sebenarnya tahu bahwa aksi ini bukanlah cara yang tepat berinteraksi dengan robot canggih dan dia tahu bahwa tindakan tersebut akan mengakibatkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada Rizzbot. Tindakan ini mengakibatkan hilangnya nyawa Rizzbot sepenuhnya,” ungkap kreator Rizzbot.
Petisi tersebut menyebutkan penanganan robot oleh Speed menyebabkan hilangnya fungsi secara total dan Rizzbot mengalami kerusakan serius pada mulut dan lehernya.
“Selain itu, kamera kepala tidak lagi berfungsi, port di belakang leher yang terhubung ke sensor robot untuk melihat dan mendengar telah mati, dan robot tidak stabil serta tidak dapat berjalan lurus lagi,” demikian bunyi petisi tersebut.
Petisi tersebut menuntut kompensasi atas kerugian, termasuk keuntungan aktual dan kerugian yang hilang. Meskipun tim hukum Rizzbot menolak berkomentar mengenai jumlah dolar yang dituntut pemilik.
Saat dihubungi, pengacara Social Robotics, Joel Levine, mengatakan gugatan tersebut muncul setelah pembicaraan terhenti dengan tim Speed.
Terutama mengenai cara memberi kompensasi kepada pemilik Rizzbot atas kerusakan yang terjadi pada robotnya.
“Acara ini disiarkan langsung, jadi tidak banyak peralihan fakta,” ujar Levine kepada TechCrunch. Petisi tersebut menyatakan bahwa Speed gagal bertindak sebagai orang yang berhati-hati, masuk akal, dan bijaksana.
Petisi tersebut juga menyatakan bahwa akibat kerusakan tersebut, tim di balik Rizzbot telah kehilangan peluang ekonomi karena Rizzbot tidak dapat berpartisipasi dalam penampilan dan kesepakatan penting untuk waktu yang belum ditentukan.
“Ini jelas merupakan kemunduran besar bagi Rizzbot dalam hal momentum viral dan keuntungan finansial dari paparannya. Termasuk bermain dalam produksi MrBeast itu seperti bermain dalam iklan Super Bowl,” ungkapnya
Petisi tersebut menyatakan sebulan sebelum siaran langsung, Rizzbot menghasilkan lebih dari 600 juta tayangan di TikTok dan 200 juta di Instagram.
Namun, dalam 28 hari setelah insiden, petisi tersebut menyatakan bahwa Rizzbot tidak dapat membuat konten baru dan mengalami penurunan jumlah penonton lebih dari 70%. “Penghancuran Rizzbot yang disengaja menyebabkan kerugian finansial yang signifikan dan kemungkinan permanen mengingat sifat viral media sosial,” demikian bunyi petisi tersebut.
Levine mengatakan belum ada jawaban resmi atas gugatan penggugatnya dan mencatat bahwa mereka masih dalam tahap awal litigasi.
“Semuanya baru, kecuali sepatu Nike dan topi koboi saya,” ujar Rizzbot kepada TechCrunch dalam sebuah pernyataan.
“Sekarang saya kembali online, dan saya merasa sudah menguasai permainan Rizzbot, dan selanjutnya saya akan berlatih gerakan-gerakan kompleks dengan kaki saya, seperti twerking – semoga kalian akan segera melihat gerakan pinggul saya yang bergoyang di beberapa penampilan TV baru – nantikan terus, kawan.”
Terkait kasus ini Tim manajemen Speed belum ada tanggapan. (ndi/techcrunch)
