Aktual.co.id – Hari Internasional Melawan Perundungan diperingati dua kali setahun, yaitu pada bulan Februari dan November.
Pada bulan Februari, hari tersebut jatuh pada Jumat terakhir bulan tersebut, sedangkan pada bulan November, hari tersebut jatuh pada Jumat ketiga bulan tersebut.
Peringatan selanjutnya akan diadakan pada tanggal 27 Februari. Peringatan di bulan Februari merupakan bagian dari Pekan Anti-Perundungan yang bertujuan menciptakan empati dan mengakhiri perundungan dan pelecehan.
Pekan ini diperingati oleh sekolah, tempat kerja, dan organisasi di lebih dari 25 negara. Perundungan dapat memiliki dampak jangka panjang pada jiwa seseorang, dan penting untuk mengenali contoh-contoh perundungan dan segera menghentikannya.
Hari Internasional Melawan Perundungan muncul dari tindakan dua siswa kelas 12 di Nova Scotia. Travis Price dan David Shepherd berdiri dan memprotes ketika seorang teman sekelasnya diintimidasi karena mengenakan kemeja merah muda.
Mereka membeli 50 kemeja merah muda di toko diskon dan mengirim email kepada teman-teman sekelas mereka meminta mereka untuk mengenakan kemeja merah muda yang telah mereka beli keesokan harinya, untuk menciptakan “lautan merah muda” sebagai dukungan kepada siswa yang diintimidasi.
Banyak siswa mengenakan kemeja tersebut sementara yang lain datang ke sekolah dengan pakaian merah muda mereka sendiri.
Tindakan kreatif dan kebaikan mendapat perhatian di seluruh Kanada, Amerika Serikat, dan negara-negara lain. Pada tahun berikutnya, Hari Internasional Melawan Perundungan telah menjadi viral di banyak negara di seluruh dunia.
Hari Internasional Melawan Perundungan adalah acara setengah tahunan yang diadakan pada bulan Februari dan November.
Acara bulan November bertepatan dengan Pekan Anti-Perundungan. Mereka yang berpartisipasi dalam hari tersebut menandatangani dan mengenakan “kaos ikrar” berwarna merah muda untuk mengambil sikap publik melawan perundungan.
Kaos tersebut menyampaikan ketidaksetujuan terhadap perundungan dan memberikan dukungan kepada para korban.
Ini adalah cara non-konfrontatif untuk melawan para pelaku perundungan. Acara ini kali pertama diadakan pada Februari 2008, ketika 236 sekolah, tempat kerja, dan organisasi berpartisipasi dengan mengenakan kaos ikrar berwarna merah muda.
Setiap sekolah, tempat kerja, atau organisasi yang berpartisipasi menyelenggarakan stan mereka dengan bantuan yang disediakan oleh koordinator acara.
Organisasi seperti Bully Help Initiatives berkomitmen untuk mengembangkan struktur dukungan yang efektif bagi para korban. (ndi/national today)
