• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Jangan Pernah Menekan Kaum Introvert, Karena Memiliki Alasan Berikut Ini
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Jangan Pernah Menekan Kaum Introvert, Karena Memiliki Alasan Berikut Ini

Redaktur III Jumat, 20 Juni 2025
Share
3 Min Read
Ilustrasi intovert penyuka kesendirian / Foto : Freepik
Ilustrasi intovert penyuka kesendirian / Foto : Freepik

Aktual.co.id – Para pemilik kepribadian introvert akan mengaku kesulitan ketika dalam sebuah tekanan ketika diminta segera memberikan jawaban.

Introvert memiliki pola hidup sendiri sehingga dibutuhkan pengertian untuk memahami bagaimana pola kehidupan mereka.

Psikolog Emily Battmer memberikan rincian alasan seorang introvert cenderung telat dalam merespon ketika mendapat pesan komunikasi dari luar.

Perlu Mempersiapkan Pikiran

Seorang introvert memproses informasi secara internal. Sifat ini menjadikan kaum introvert menjadi pendengar yang baik, namun juga butuh waktu jika harus menentukan sikap.

Untuk mempermudah introvert mengambil keputusan, orang ini lebih nyaman berada di lingkungan yang tenang sehingga memudahka untuk menyusun respon yang cermat.

Dr. Marti Olsen Laney, penulis The Introvert Advantage , berteori bahwa informasi bergerak melalui otak kaum introvert secara berbeda dibandingkan dengan kaum ekstrovert.

Baca Juga:  Penelitian Menyebutkan Adanya Keterkaitan Kepribadian Narsisitik dengan Dukungan Terhadap Perang

Bagi orang introvert, Laney menyarankan, informasi mengambil jalur yang lebih berputar, melewati lebih banyak area otak.

“Berarti berpikir lebih holistik dan menghasilkan respons yang bernuansa, tetapi juga butuh waktu lebih lama untuk membentuk pikiran-pikiran ini,” katanya.

Sulit Bagi Otak Berpikir Mendalam Berpindah Fokus.

Bagi introvert percakapan terasa seperti proses yang terdiri dari beberapa langkah, dan sulit menyelesaikan langkah tersebut secara bersamaan.

Yang dilakukan introvert adalah mendengarkan ucapan dari lawan bicara, kemudian memproses apa yang sudah dikatakan.

Setelah itu, harus memikirkan apa yang ingin saya katakan sebagai balasannya. Kemudian, mengartikulasikan dan mengucapkan kata-kata tersebut.

Baca Juga:  Gangguan Obsesif Kompulsif Ditandai Kebersihan dan Kerapihan yang Sangat Ekstrim

Sosialisasi Menguras Energi Mental Introvert

Bersosialisasi menguras energi seorang introvert . Salah satu alasannya adalah  cenderung jeli dan menyerap banyak data selama percakapan.

Otak introvert tidak hanya sibuk memproses apa yang dikatakan, tetapi membaca bahasa tubuh, mengartikan ekspresi wajah, dan menangkap rangsangan lain.

Semua informasi tambahan ini dapat menjadi terlalu sensitif dan terkadang mengganggu karena otak introvert ingin memproses semuanya.

Introvert Mengandalkan Ingatan Jangka Panjang.

Seperti yang dijelaskan Jenn Granneman, pendiri Introvert Dear, dalam bukunya, The Secret Lives of Introverts, kaum introvert cenderung menyukai memori jangka panjang daripada memori jangka pendek.

Baca Juga:  Banyak yang Terjebak Soal Asmara, Ahli Memberikan Tips Cara Berhenti Mencintai Seseorang

Memori jangka panjang ini lebih sulit diakses, sehingga memerlukan pemicu khusus untuk membantu memikirkan informasi yang ingin diingat.

Ini berarti kaum introvert kesulitan mengingat kata karena harus menggali semua memori jangka panjang itu untuk menemukan kata-kata tertentu yang dicari. Jika pemicu yang tepat tidak muncul pada saat itu, maka akan kesulitan berbicara

Menimbulkan Rasa Cemas

Tidak semua introvert merasa cemas secara sosial, tetapi banyak yang merasa gugup saat berada di tempat yang ramai.

Saat introvert cemas, tubuh melepaskan hormon stres kortisol  sehingga memperparah masalah dan mengganggu kemampuan untuk fokus, mengingat memori, dan membentuk pikiran yang koheren. (ndi)

SHARE
Tag :kesehatan jiwaMental healthpsikologiPsikologi Kepribadian
Ad imageAd image

Berita Aktual

Ilustrasi Tes Kemampuan Akademik / Foto: Ist
Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tingkat SD/MI/Sederajat Digelar 20 Hingga 30 April 2026
Minggu, 19 April 2026
Justin Bieber dan Billie Billie Eilish / Foto: variety
Justin Bieber Kolaborasi dengan Billie Eilish dan SZA di Panggung Coachella
Minggu, 19 April 2026
BXB/ Foto: Allkpop
BXB Meresmikan Akan Bubar Setelah Kontrak Berakhir
Minggu, 19 April 2026
Jusuf Kalla ketika jumpa pers/ Foto: capture ANTARA
Sebagai Sosok yang Lebih Senior JK Memberikan Nasihat kepada Jokowi
Minggu, 19 April 2026
Penampakan Aurora/ Foto: time and date
Aurora Badai Matahari Kembali Terjadi dan Bisa Dilihat AS Bagian Utara
Minggu, 19 April 2026

Mental Health

Ilustrasi/ Foto: freepik

Cara Kendalikan Diri Ketika Menghadapi Situasi Penuh Emosi

Ilustrasi penyakit Chagas/ Foto: national today

Mengenal Penyakit Chagas yang Diperingati 14 April untuk Menekan Penyebaran

Main games strategi bisa meningkatkan kinerja otak/ Foto: freepik

Begini Cara Meningkatkan Kerja Otak Menjadi Maksimal

Ilustrasi cara melihat orang lain / Foto: freepik

Berikut Melihat Karakter Seseorang dari Cara Bersikap

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Berikut Curahan Animator Film The Legend of Aang: The Last Airbender yang Kecewa Film Bocor

Yulia Baltschun Beri Pesan Kepada yang Terjebak Cinta Segitiga Setelah Suaminya Selingkuh

Zeda Salim Memutuskan Lepas Hijab untuk Bekerja Menafkahi Anak

Film Salmokji: Whispering Water Mencapai Box Office dalam 10 Hari

Selat Hormuz Dibuka Penuh oleh Iran Selama Gencatan Senjata

More News

Ilustrasi perceraian / Foto : freepik

Menepis Stigma: Dampak Perceraian Terhadap Kesehatan Mental Anak

Senin, 14 Juli 2025
Membangun hubungan dengan pribadi racun sangat mengganggu / Foto : Freepik

Kebiasaan Orang Baik yang Menarik Hubungan Beracun, Menurut Psikologi

Minggu, 20 April 2025
Menjaga kesehatan mental bagian dari pengembangan diri/ Foto : Ist

Orang yang Selektif Terhadap Waktu dan Energi Menunjukkan Sikap Seperti Ini

Jumat, 14 Maret 2025
Kepribadian narsissistik lebih banyak menggunakan media sosial untuk aktualisasi diri/ foto : Freepik

Kepribadian Narsissisme Dekat dengan Media Sosial untuk Validasi Diri

Senin, 17 Maret 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id