Aktual.co.id – Para pemilik kepribadian introvert akan mengaku kesulitan ketika dalam sebuah tekanan ketika diminta segera memberikan jawaban.
Introvert memiliki pola hidup sendiri sehingga dibutuhkan pengertian untuk memahami bagaimana pola kehidupan mereka.
Psikolog Emily Battmer memberikan rincian alasan seorang introvert cenderung telat dalam merespon ketika mendapat pesan komunikasi dari luar.
Perlu Mempersiapkan Pikiran
Seorang introvert memproses informasi secara internal. Sifat ini menjadikan kaum introvert menjadi pendengar yang baik, namun juga butuh waktu jika harus menentukan sikap.
Untuk mempermudah introvert mengambil keputusan, orang ini lebih nyaman berada di lingkungan yang tenang sehingga memudahka untuk menyusun respon yang cermat.
Dr. Marti Olsen Laney, penulis The Introvert Advantage , berteori bahwa informasi bergerak melalui otak kaum introvert secara berbeda dibandingkan dengan kaum ekstrovert.
Bagi orang introvert, Laney menyarankan, informasi mengambil jalur yang lebih berputar, melewati lebih banyak area otak.
“Berarti berpikir lebih holistik dan menghasilkan respons yang bernuansa, tetapi juga butuh waktu lebih lama untuk membentuk pikiran-pikiran ini,” katanya.
Sulit Bagi Otak Berpikir Mendalam Berpindah Fokus.
Bagi introvert percakapan terasa seperti proses yang terdiri dari beberapa langkah, dan sulit menyelesaikan langkah tersebut secara bersamaan.
Yang dilakukan introvert adalah mendengarkan ucapan dari lawan bicara, kemudian memproses apa yang sudah dikatakan.
Setelah itu, harus memikirkan apa yang ingin saya katakan sebagai balasannya. Kemudian, mengartikulasikan dan mengucapkan kata-kata tersebut.
Sosialisasi Menguras Energi Mental Introvert
Bersosialisasi menguras energi seorang introvert . Salah satu alasannya adalah cenderung jeli dan menyerap banyak data selama percakapan.
Otak introvert tidak hanya sibuk memproses apa yang dikatakan, tetapi membaca bahasa tubuh, mengartikan ekspresi wajah, dan menangkap rangsangan lain.
Semua informasi tambahan ini dapat menjadi terlalu sensitif dan terkadang mengganggu karena otak introvert ingin memproses semuanya.
Introvert Mengandalkan Ingatan Jangka Panjang.
Seperti yang dijelaskan Jenn Granneman, pendiri Introvert Dear, dalam bukunya, The Secret Lives of Introverts, kaum introvert cenderung menyukai memori jangka panjang daripada memori jangka pendek.
Memori jangka panjang ini lebih sulit diakses, sehingga memerlukan pemicu khusus untuk membantu memikirkan informasi yang ingin diingat.
Ini berarti kaum introvert kesulitan mengingat kata karena harus menggali semua memori jangka panjang itu untuk menemukan kata-kata tertentu yang dicari. Jika pemicu yang tepat tidak muncul pada saat itu, maka akan kesulitan berbicara
Menimbulkan Rasa Cemas
Tidak semua introvert merasa cemas secara sosial, tetapi banyak yang merasa gugup saat berada di tempat yang ramai.
Saat introvert cemas, tubuh melepaskan hormon stres kortisol sehingga memperparah masalah dan mengganggu kemampuan untuk fokus, mengingat memori, dan membentuk pikiran yang koheren. (ndi)
