Aktual.co.id – Gunung Semeru tercatat lima kali erupsi hingga ketinggian mencapai 1.200 meter dari atas puncak Kamis (16/4) pukul 05.11 WIB.
“Erupsi kedua terjadi pukul 06.21 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.200 meter di atas puncak atau 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis dikutip oleh ANTARA.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut dan erupsi gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl itu masih berlangsung.
Tidak berselang lama, yakni pukul 06.57 WIB, terjadi erupsi Gunung Semeru dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.100 meter di atas puncak (4.776 mdpl). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut.
“Erupsi keempat terjadi pukul 07.08 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak (4.176 mdpl),” katanya.
Disampaikan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut. “Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung,” tambahnya
Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu erupsi lagi pada pukul 07.32 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak (4.376 mdpl). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.
Liswanto menjelaskan Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak. (ANTARA/ndi)
