Aktual.co.id – Hujan Meteor Lyrid biasanya aktif antara tanggal 16 dan 25 April setiap tahun. Puncaknya terjadi sekitar tanggal 22 atau 23 April 2026.
Dinamai berdasarkan rasi bintang Lyra, hujan meteor Lyrid adalah salah satu hujan meteor tertua yang tercatat. Menurut beberapa teks sejarah Tiongkok, hujan meteor ini terlihat lebih dari 2.500 tahun yang lalu.
Bola-bola api dalam hujan meteor ini tercipta dari puing-puing komet Thatcher, yang membutuhkan waktu sekitar 415 tahun untuk mengorbit Matahari. Komet ini diperkirakan akan terlihat dari Bumi lagi pada tahun 2276.
Tabel ini diperbarui setiap hari saat hujan meteor Lyrids aktif dan menunjukkan posisi titik pancaran di langit untuk malam mendatang.
Hujan meteor Lyrids akan aktif mulai 14 April 2026. Gunakan menu tarik-turun tanggal di atas Peta Langit Hujan Meteor Interaktif untuk mengubah tanggal.
Tidak dibutuhkan peralatan khusus atau banyak keahlian untuk menyaksikan hujan meteor. Yang dibutuhkan hanyalah langit yang cerah, banyak kesabaran, dan Peta Langit Hujan Meteor.
Cari tempat menonton yang terpencil, jauh dari lampu kota. Setelah sampai di lokasi, mata membutuhkan waktu 15 hingga 20 menit untuk terbiasa dengan kegelapan.
Kenakan pakaian yang sesuai dengan cuaca , dan pastikan merasa nyaman, terutama jika berencana untuk berada di luar ruangan dalam waktu lama.
Bawalah selimut atau kursi yang nyaman karena menyaksikan hujan meteor bisa menjadi kegiatan yang sangat membosankan.
Setelah menemukan tempat pengamatan yang tepat, berbaringlah di tanah dan lihat ke langit. Gunakan Peta Langit Hujan Meteor atau tabel di atas untuk menemukan arah pancaran meteor.
Semakin tinggi pancaran meteor di atas cakrawala, semakin banyak meteor yang kemungkinan akan dilihat. Hujan meteor tampak berasal dari titik pancaran, tetapi meteor dapat muncul di bagian langit mana pun. (ndi/timeanddate)
