Aktual.co.id – Usai dilantik menjadi Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri mengaku memahami pekerjaan yang dahulu dengan yang diemban saat ini sangat berbeda.
“Beban kerja semakin banyak tentunya saya juga akan melanjutkan program kerja yang pernah dilakukan oleh almarhum Adi Sutarwijono terutama kerja kerakatan,” katanya.
Disampaikan jika tanggung jawab sekarang bagaimana mensinerjikan, mengkompakkan, seluruh anggota DPRD Kota Surabaya yang memiliki beda latar belakang dan partai namun memiliki satu tujuan untuk kepentingan rakyat.
Pihaknya akan terus melakukan kerja sama dengan pemerintah kota Surabaya untuk mewujudkan kota yang lebih baik, lebih kondusif, dan berpihak kepentingan rakyat.
“Yang dilakukan saat ini adalah melakukan komunikasi dengan seluruh anggota serta silaturahmi dengan forkopimda, tokoh-tokoh masyarakat, maka butuh saran dan pendapat agar berbicara tentang Surabaya lebih komprehensif,” ungkapnya.
Terkait Mendahului Perubahan Anggaran Keuangan (MPAK) 2026, Syaifuddin mengatakan, pembiayaan atas pekerjaan berpengaruh dalam kemajuan ekonomi yang diprediksi mengalami kenaikan pembiayaan yang sangat tinggi maka akan dipelajari detail oleh dirinya.
“Situasi yang sekarang memungkinkan nilai rupiah terhadap dollar yang tidak menentu, maka ketika ada pembangunan ditunda, apakah memungkinkan harga barang mengalami penurunan, kan tidak mungkin, oleh sebab itu perlu dilihat yang dilakukan untuk rakyat,” katanya.
Terkait revitalisasi pasar Syaifuddin memberikan penekanan agar pasar menjadi jujukan masyarakat. Karena selama ini pasar tercampur dengan berbagai produk dagangan, maka dia mengusulkan ada satu kekhasan dalam pasar tersebut.
Sedangkan Alat Kelengkapan Dewan, Syaifuddin menyerahkan kepada Komisi A DPRD Surabaya yang akan menetapkan sekretaris yang telah ditinggalkan.
“Karena posisi tersebut adalah kewenangan dari PDI Perjuangan Kota Surabaya, maka merekonmendasikan saudara Anas Karno untuk menduduki jabatan sekretaris Komisi A DPRD Surabaya,” ungkapnya. (ndi)
