• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Berikut Kiat Agar Tidak Dimanfaatkan oleh Orang Lain
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Berikut Kiat Agar Tidak Dimanfaatkan oleh Orang Lain

Redaktur III Minggu, 3 Mei 2026
Share
4 Min Read
Ilustrasi bekerja/ Foto: freepik
Ilustrasi bekerja/ Foto: freepik

Aktual.co.id – Banyak anak muda berusaha jadi orang baik, suka bantu temen, keluarga, atau siapa saja yang butuh. Katanya kalau tulus, pasti balik lagi dalam bentuk respect, pertemanan kuat, atau setidaknya rasa damai.

Realitasnya tidak demikian. Ada orang yang terus-terusan minta bantuan, ambil untung.  Akhirnya pihak lain dibuat capek, merasa dipakai, atau malah ragu apakah baik itu worth it.

Menghadapi orang yang suka memanfaatkan kebaikan bukan soal berhenti baik atau jadi pelit. Hasil nyata datang dari cara mengatur batas dan memandang nilai kebaikan sendiri.

Ini bukan trik biar orang tersebut berubah, tapi biar diri tetap bisa baik tanpa kehilangan diri sendiri.

Sadari Kebaikan Bukan Kewajiban

Banyak yang sering merasa kalau sudah bantu, harus terus bantu, kalau nggak dianggap egois. Akhirnya kasih terus meski sudah capek, karena takut dicap nggak baik.

Ubah pikiran: kebaikan itu pilihan, bukan kontrak seumur hidup. Orang yang memanfaatkan biasanya lihat kebaikan sebagai haknya, bukan hadiah. Semua tidak berutang apa-apa. Begitu paham ini, rasa bersalah langsung berkurang.

Baca Juga:  Orang yang Lama Membalas Pesan Singkat Memiliki Kecenderungan Psikologis Seperti Ini

Jangan Kasih Ruang Buat Pola Memanfaatkan Berulang

Banyak yang diam-diam masih nunggu sadar sendiri, berubah, atau balas budi. Padahal pola yang sama terus berulang karena nggak pernah stop memberi kesempatan baru.

Mulai lihat pola: ini sudah ketiga kalinya, ini sudah keempat. Nggak perlu marah besar, tapi gunakan pengamatan itu buat ambil jarak. Konsistensinya bicara lebih keras daripada kata-kata manis.

Bedakan Antara Membantu dan Dimanfaatkan

Sering campur aduk: bantu karena kasihan, bantu karena merasa wajib, atau bantu karena takut ditinggal. Akhirnya batas kabur dan terus kasih meski sudah nggak sehat.

Tanya diri: kalau ditolak, apa yang hilang dari hidupku? Kalau jawabannya cuma dia bakal marah atau dia bakal cari orang lain, itu tanda dimanfaatkan. Bantuan yang sehat biasanya dua arah, meski nggak selalu sama besar.

Baca Juga:  Kebiasaan Kecil yang Membuat Orang Menghormati Anda, Menurut Psikologi

Batasi Akses Tanpa Jadi Orang Jahat

Banyak yang takut kalau batasi, kelihatan dingin atau sombong. Akhirnya dibiarkan terus, meski hati sudah capek. Kurangi porsi: jawab lambat, kasih bantuan yang kecil dulu, atau bilang “maaf kali ini nggak bisa”.  Nggak perlu putus hubungan dramatis. Jarak kecil ini sering bikin mereka cari target lain.

Bangun Kebaikan yang Punya Arah dan Batas Sendiri

Kita sering kasih kebaikan secara acak, tanpa tujuan jelas, akhirnya mudah dimanfaatkan karena nggak ada garis akhir.

Coba arahkan kebaikan ke hal yang mudah di kontrol: donasi kecil rutin, bantu orang yang benar-benar nggak bisa balas, atau fokus ke diri sendiri. Kebaikan yang terarah terasa lebih bermakna dan sulit dieksploitasi.

Ingat Bahwa Kebaikan Tidak Harus Dibalas dengan Kebaikan

Banyak diam-diam masih berharap orang yang dibantu bakal balas budi atau minimal hormat. Ketika nggak terjadi, merasa ditipu dan kecewa berat.

Baca Juga:  Studi Baru Menunjukkan Sikap Menghibur Kunci Keberhasilan Tokoh Politik

Lepaskan harapan balasan. Kebaikan yang tulus nggak butuh transaksi. Kalau kasih karena memang mau kasih, nggak ada yang bisa ambil dari kamu. Rasa damai datang dari situ, bukan dari reaksi orang lain.

Terus Jadi Orang Baik, Tapi dengan Mata Terbuka

Sering berpikir: kalau batasi, berarti tidak baik lagi. Akhirnya pilih antara dimanfaatkan atau jadi orang yang tertutup. Mata terbuka berarti tahu siapa yang menghargai dan siapa yang memanfaatkan.

Kebaikan yang bijak jauh lebih tahan lama daripada kebaikan yang buta. Menghadapi orang yang suka memanfaatkan kebaikan sebenarnya soal memilih mana yang layak diberikan.

Tidak perlu berhenti baik atau jadi sinis sama dunia. Yang penting kebaikan itu tetap lahir dari kekuatan dalam diri, bukan dari kebutuhan orang lain.

Karena pada akhirnya, orang yang paling pantas mendapat kebaikan adalah diri sendiri dan itu tidak pernah bisa dimanfaatkan siapa pun. (fb)

SHARE
Tag :gangguan jiwaMental healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Pusat gempa bumi di Cianjur/ Foto: BMKG
Gempa Bumi Berkekuatan Magnitudo 4,3 Terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat
Selasa, 1 September 2026
Seorang petugas penyelamat bekerja di pintu masuk terowongan di pembangkit listrik tenaga air Chilime di Rasuwa, Nepal/ Foto: The Guardian
Tim Penyelamat Berupaya Menjangkau 900 Orang Terjebak Terowongan di Banjir Nepal
Senin, 31 Agustus 2026
Grup E'LAST / Foto: Soompi
Grup E’LAST Mengakhiri Aktivitasnya Setelah Enam Tahun Berkarir
Senin, 31 Agustus 2026
Ibrahim Arief/ Foto: courtesy KOMPAS
Ibrahim Arief Divonis 5 Tahun Penjara Kasus Korupsi Chromebook di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta
Senin, 31 Agustus 2026
Lahan terbakar di kawasan Gunung Rinjani / Foto : Capture ANTARA
Kemenhut Menutup Sementara 9 Pendakian Taman Nasional di Indonesia
Senin, 31 Agustus 2026

Mental Health

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Lee Know dari Stray Kids Memberikan Donasi Korban Bencana di Nepal

Mengenal Gus Kikin yang Memiliki Kemampuan Bisnis Bidang Pelayaran

Sophia KATSEYE Dipastikan Tidak Ikut dalam Tur Dublin Karena Masalah Kesehatan

KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026 – 2031

Berikut Waktu Peluncuran dan Pra Pemesanan iPhone 18 Pro

More News

Kelas dan kelompok diskusi di SMP Negeri 1 Subang menjadi ruang aman untuk belajar dan berpendapat/istimewa

Guru SMPN 1 Subang Pelopori Metode Pembelajaran ISEL, Berhasil Bangkitkan Motivasi dan Karakter Siswa Pascapandemi

Jumat, 28 November 2025
Cemas bisa mengganggu produktifitas / foto : freepik

Mengenal Gangguan Neurotisme pada Orang Dewasa

Minggu, 1 Juni 2025
Ilustrasi orang mengaku terbaik / Foto : freepik

Waspada pada Orang yang Mengatakan : Saya Orang Berbeda dengan yang Lain

Rabu, 21 Mei 2025
Kenali tanda tanda orang tidak tertarik dalam percakapan./ foto : blogherald

Tanda Orang Menghindari Percakapan Berdasarkan Penelitian Psikologi

Rabu, 12 Maret 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id