Aktual.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan tidak ada potensi tsunami pasca-gempa bumi tektonik magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, pukul 10.27 WIB.
“Tidak ada potensi tsunami, karena pusatnya berada di darat,” kata pengamat BMKG Stasiun Geofisika Kelas 1 Palu Hendrik di Palu, Selasa seperti dikutip ANTARA.
Menurut dia, gempa itu jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun
Saat ini, beredar video yang viral, tentang kondisi air laut di pantai Teluk Palu yang menginformasikan air laut surut. “Masyarakat jangan panik, dan tidak terjebak isu yang tidak bertanggung jawab,” kata dia.
Walaupun demikian, BMKG memastikan bahwa tidak ada potensi tsunami akibat gempa tersebut. Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan dan hasil observasi instrumentasi, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas VI-VII MMI di Palu, skala intensitas V-VI MMI di Sigi, skala intensitas III MMI di Polewalimandar, Mamasa, Mamuju, Pasang Kayu, skala intensitas II-III MMI di Pinrang, Pare-Pare, Pohuwatu, Boalemo, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo, Luwu Utara.
BMKG mengonfirmasi bahwa episentrum atau pusat gempa bumi tersebut terletak di darat pada koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di 42 kilometer arah tenggara Kota Palu.
Gempa bumi tersebut berkategori dangkal dengan kedalaman pusat gempa mencapai 10 kilometer, namun hasil pemodelan matematis menunjukkan aktivitas seismik ini tidak berpotensi memicu terjadinya tsunami. (ANTARA)
