Aktual.co.id – Mantan anggota NCT, Mark, telah menyampaikan permintaan maaf setelah memicu kontroversi karena mengenakan kaus yang menampilkan simbol yang terkait dengan ideologi sayap kanan dan rasisme.
Berdasarkan laporan dari Allkpop, Agensi Mark, Upper Room memposting pernyataan panjang di akun media sosial resminya pada 23 Juni, menanggapi reaksi negatif tersebut.
“Kami dengan tulus meminta maaf atas kekhawatiran, ketidaknyamanan, dan kekecewaan yang disebabkan oleh kaus vintage yang terlihat dalam foto-foto yang baru-baru ini dibagikan ,” kata agensi tersebut.
Setelah menyadari signifikansi historis dan sensitivitas simbol yang ditampilkan pada kaus tersebut, pihaknya mengambil langkah-langkah memastikan simbol tersebut tidak muncul dalam konten resmi. Terlepas dari upaya tersebut, gambar tersebut tetap dibagikan dan menimbulkan kekhawatiran.
“Terlepas dari niat kami, kami mengakui seharusnya menangani masalah ini dengan lebih hati-hati. Kelalaian ini merupakan tanggung jawab kami. Dan kami memahami keseriusan kekhawatiran yang muncul dan sangat meminta maaf atas luka yang disebabkan oleh insiden ini,” kata agensi.
Pihaknya juga meminta maaf kepada semua orang yang merasa sakit hati, tersinggung, atau kecewa. Dana mereka berjanji melangkah maju dengan tanggung jawab, kesadaran, dan perhatian yang lebih besar.
Kaos yang dikenakan Mark menampilkan bendera Konfederasi, bendera resmi Negara Konfederasi selama Perang Saudara Amerika.
Simbol tersebut, mewakili negara-negara yang mendukung perbudakan, sejak itu secara luas dikaitkan rasisme dan ekstremisme sayap kanan.
Di beberapa bagian Amerika Serikat, tampilan bendera Konfederasi dan penjualan barang dagangan yang menampilkan gambar telah menghadapi pembatasan atau larangan.
Mark, yang berkebangsaan Kanada, baru-baru ini meninggalkan SM Entertainment dan mendirikan agensi independennya sendiri, Upper Room. (ndi/allkpop)
