• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Seorang Dokter Prancis Terapar Ebola Sepulang dari Misi Kemanusiaan di Kongo
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Uncategorized

Seorang Dokter Prancis Terapar Ebola Sepulang dari Misi Kemanusiaan di Kongo

Redaktur III Kamis, 25 Juni 2026
Share
3 Min Read
Petugas kesehatan merawat pasien Ebola di provinsi Ituri, DRC/ Foto: The Guardian
Petugas kesehatan merawat pasien Ebola di provinsi Ituri, DRC/ Foto: The Guardian

Aktual.co.id – Kasus pertama Ebola telah dikonfirmasi di Prancis pada seorang dokter yang baru kembali dari misi kemanusiaan ke daerah yang terkena dampak wabah di Republik Demokratik Kongo .

Pasien tersebut dipindahkan ke fasilitas spesialis dan dalam kondisi stabil, kata kementerian dalam sebuah pernyataan .

“Semua tindakan pencegahan, termasuk isolasi pasien, telah dilakukan sejak kedatangannya di negara ini, dengan pemindahan ke rumah sakit dalam kondisi aman untuk mencegah risiko kontaminasi,” ungkap pemerintah dikutip oleh The Guardian.

Pihak berwenang sedang melacak kontak pasien yang harus melakukan isolasi mandiri di rumah selama 21 hari. Kementerian mengatakan risiko bagi masyarakat umum Eropa sangat rendah.

Baca Juga:  Wabah Ebola Melampai 1000 Kasus Bulan Pertama di Kongo

Wabah ini berpusat di provinsi Ituri di timur laut DRC, di mana pihak berwenang sedang berjuang menahan penyebaran virus tersebut.

Hingga 21 Juni 2026, menurut data terbaru Kementerian Kesehatan DRC, terdapat 1.048 kasus terkonfirmasi dan 267 kematian, sementara 112 orang telah pulih. Negara tetangga, Uganda, mencatat 20 kasus dan dua kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan sebagai wabah dan menyatakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional .

Namun, para ahli percaya bahwa virus tersebut telah beredar di DRC tanpa terdeteksi selama beberapa minggu sebelumnya. Skala wabah kemungkinan jauh lebih besar daripada yang ditunjukkan oleh kasus yang dikonfirmasi.

Baca Juga:  PENTOL Tuntutan Netizen

Respons kemanusiaan menjadi rumit akibat pemotongan bantuan dan konflik di provinsi Kivu Utara dan Selatan, di selatan Ituri, tempat kelompok pemberontak M23 yang didukung Rwanda beroperasi dan kasus Ebola juga telah terdeteksi.

“Wabah ini memiliki jumlah kasus terkonfirmasi terbanyak dalam bulan pertama dibandingkan wabah Ebola lainnya,” kata Abdirahman Mahamud pejabat WHO pada hari Selasa.

Mahamud mengatakan perlawanan lokal terhadap respons di DRC yang mencakup pembakaran rumah sakit dan pusat perawatan, semakin berkurang.

“Semakin banyak komunitas yang menyadari risiko Ebola dan meminta alat untuk mendukung dan melindungi diri mereka sendiri,” katanya.

Baca Juga:  WHO Menyatakan Ebola Menjadi Darurat Interasional Meski Tidak Seperti Covid-19

Strain penyakit saat ini adalah virus Bundibugyo yang langka belum memiliki vaksin atau pengobatan yang disetujui. Pemodelan  Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menunjukkan wabah bisa menjadi terbesar yang pernah tercatat.

Wabah terbesar sebelumnya terjadi di Afrika Barat dari tahun 2014 hingga 2016, di mana lebih dari 28.000 orang terinfeksi dan lebih dari 11.000 meninggal. (ndi/the guardian)

 

SHARE
Tag :EbolaKongoPenyakit menular
Ad imageAd image

Berita Aktual

Gun-il/ Foto: Soompi
Gun-il dari Xdinary Heroes Secara Resmi Meninggalkan Grup
Kamis, 13 Agustus 2026
Ilustrasi kekeringan/ Foto: freepik
BMKG Mengingatkan Agar Lebih Bijak Memanfaatkan Air di Musim Kemarau
Kamis, 13 Agustus 2026
Mobil listrik sedang menlakukan charge/ Foto: Anadolu
Penjualan Mobil Listrik Mengalami Peningkatan 9 Persen di Seluruh Dunia
Kamis, 13 Agustus 2026
iPhone 17/ Foto: Gizmochina
Beredar Rumor Apple Akan Menaikkan Harga iPhone
Kamis, 13 Agustus 2026
Chaeyoung/ Foto: soompi
Chaeyong Meninggalkan TWICE dan JYP Agensi
Kamis, 13 Agustus 2026

Mental Health

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ilustrasi manipulasi/ Foto: freepik

Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Ciptakan Inovasi Kelola Sampah, Mahasiswa UPNVJT Hadirkan Teknologi Bottle Press di Bali

Bangunan Tiga Lantai Runtuh Total Akibat Gempa Magnitudo 7,4 di Cali

MUI Kecam Aksi Tantangan Booth Minuman Keras Newport di Jakarta

Gempa Berkekuatan Magnitudo 7,4 Menyebabkan 111 Korban Meninggal di Kolombia

Harga Emas Antam Naik Rp20.000 Jadi Rp2,710 Juta Per Gram

More News

Journey of thousand miles begins with a single step.

Sabtu, 7 Mei 2022
Jokowi memberikan keterangan usai melaporkan tentang ijasah palsu di Mabes Polri / Foto : capture ANTARA

Laporan Jokowi Soal Ijazah Palsu Ditangani Subdit Keamanan Negara

Rabu, 30 April 2025
Ukuran planet baru dengan bumi dan mars/ Foto: The Guardian

Ditemukan Planet yang Mirip dengan Suhu dan Ukuran Bumi

Kamis, 29 Januari 2026
Obrolan perlu ilmu etika agar tidak membuat orang kesal / Foto : Studiorg

Obrolan Palsu yang Dapat Membuat Seseorang Kurang Disukai

Sabtu, 5 April 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id