Aktual.co.id – Joyce Clyde Hall mendirikan Hallmark Cards pada tahun 1910, sebuah perusahaan yang berperan penting mempopulerkan kartu ucapan untuk berbagai kesempatan, termasuk Hari Persahabatan.
Visinya membantu membangun praktik budaya mengekspresikan kasih sayang melalui pesan tertulis, memperkuat pentingnya mengakui hubungan pribadi.
Semangat kewirausahaan Hall dan komitmennya terhadap sentimentalitas membentuk orang merayakan persahabatan dan ikatan lainnya.
Manusia adalah makhluk paling sosial di bumi maka perlu saling terhubung dengan yang lain, seperti diungkapkan Abraham Maslow dalam Hierarki Kebutuhan Manusia.
Kebutuhan sosiologis memotivasi perilaku, mendorong membangun hubungan interpersonal dan terhubung dengan orang lain pada tingkat yang lebih dalam.
Dengan kebutuhan yang begitu besar akan hubungan antarmanusia selain pasangan, tidak heran jika merayakan hari libur yang sepenuhnya didasarkan pada pentingnya persahabatan.
Hari Persahabatan Nasional merupakan strategi pemasaran untuk Hallmark Cards pada tahun 1930-an. Pendiri Joyce Hall menetapkan hari itu akan jatuh pada tanggal 3 Agustus dan memutuskan akan menjadi hari untuk merayakan orang-orang terdekat mengirimkan satu atau dua kartu kepada mereka.
Hari itu menjadi lebih penting dari yang direncanakan ketika Kongres AS pada tahun 1935 menetapkan hari Minggu pertama bulan Agustus sebagai Hari Persahabatan Nasional.
Hari raya ini terus mendapatkan popularitas, dan pada tahun 1998 Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjuk Winnie the Pooh sebagai Duta Persahabatan dunia. Pada tahun 2011, selama sesi ke-65 mereka, PBB menetapkan tanggal 30 Juli sebagai Hari Persahabatan Internasional.
Pada tanggal 3 Agustus dirayakan cinta yang diciptakan dan bagikan dengan keluarga teman-teman yang membantu melewati masa-masa sulit dan menyemangati di saat-saat paling sukses. (ndi/national today)
