Aktual.co.id – Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur memperluas kolaborasi kelembagaan dengan Kantor Kementerian Agama Kota Kediri melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Kesepakatan tersebut menjadi momentum penguatan sinergi dalam bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
Penandatanganan MoU dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Transformasi Guru sebagai Agen Financial Patriotism melalui Implementasi Patriot Metric dalam Manajemen Keuangan Pribadi” di Kantor Kementerian Agama Kota Kediri, Sabtu (6/6/2026).
Prosesi penandatanganan dokumen kerja sama dilanjutkan dengan pertukaran plakat sebagai simbol komitmen kedua lembaga untuk membangun program yang berkelanjutan. Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi berkembang menjadi berbagai agenda bersama yang relevan dengan kebutuhan guru dan lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama Kota Kediri.
Kegiatan ini diselenggarakan UPN “Veteran” Jawa Timur dengan menggandeng Kantor Kementerian Agama Kota Kediri dan Universitas Nusantara PGRI Kediri. Kolaborasi tiga institusi tersebut mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, dan tenaga pendidik dalam upaya memperkuat literasi keuangan sekaligus membangun ketahanan ekonomi masyarakat.
Ketua pelaksana kegiatan, Noer Aida Triandini, S.Si., M.M., M.Sc., membuka acara dengan menegaskan bahwa kerja sama kelembagaan menjadi bagian penting dalam memperluas dampak pengabdian perguruan tinggi.
Menurutnya, guru memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan karena perilaku dan pengetahuan yang dimiliki guru dapat diteruskan kepada peserta didik, keluarga, dan lingkungan masyarakat.
“Guru tidak hanya menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat, terencana, dan bertanggung jawab. Melalui kolaborasi ini, literasi keuangan diharapkan dapat dikembangkan secara lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Noer Aida.
Setelah pembukaan oleh ketua pelaksana, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Kediri dan Universitas Nusantara PGRI Kediri. Kedua institusi menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai ruang untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan finansial dan gaya hidup digital.
Sejumlah akademisi dan praktisi hadir sebagai pemateri, yakni Prof. Dr. Indrawati Yuhertiana, M.M., Ak., CMA. dari Program Studi Akuntansi UPN “Veteran” Jawa Timur; Dr. M. Anas, S.E., M.M., M.Si., Ak., C.A. dari Program Studi Akuntansi Universitas Nusantara PGRI Kediri; Dr. Eunike Rose Mita L., S.Pd., M.Pd. dari Program Studi Ekonomi Pembangunan UPN “Veteran” Jawa Timur; dan Noer Aida Triandini, S.Si., M.M., M.Sc. dari Program Studi Ekonomi Pembangunan UPN “Veteran” Jawa Timur.
Turut terlibat dalam kegiatan tersebut Lilik Bopo Lelono, S.PAK., M.Si. dari Kantor Kementerian Agama Kota Kediri.
Dalam paparannya, Prof. Indrawati menjelaskan bahwa literasi keuangan merupakan bagian dari pendidikan karakter dan bela negara modern. Ketahanan bangsa, menurutnya, dapat dimulai dari kemampuan individu dan keluarga dalam mengelola keuangan secara disiplin, produktif, dan bertanggung jawab.
Ia juga menyoroti berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda, seperti judi daring, budaya konsumtif, flexing di media sosial, penggunaan paylater, pinjaman daring, serta rendahnya kebiasaan menabung.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Prof. Indrawati memperkenalkan prinsip PATRIOT, yaitu produktif menghasilkan pendapatan, mengatur pengeluaran, menabung secara rutin, merencanakan investasi, mengingat risiko keuangan, mengoptimalkan aset, dan membangun ketangguhan finansial. Guru diposisikan sebagai pendidik literasi finansial, teladan perilaku, pembentuk karakter, dan agen ketahanan bangsa.
Noer Aida Triandini selanjutnya memberikan materi praktis mengenai pengelolaan keuangan pribadi. Peserta diajak mengenali seluruh sumber pemasukan, memisahkan pengeluaran wajib dan tidak wajib, serta membedakan kebutuhan dengan keinginan.
Perencanaan keuangan juga perlu disusun dengan prinsip SMART, yakni spesifik, dapat diukur, realistis, dapat dicapai, dan memiliki batas waktu. Selain membuat perencanaan, setiap individu perlu melakukan evaluasi secara berkala agar pengeluaran tetap sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
“Pendapatan boleh terbatas, tetapi perencanaan harus jelas,” menjadi pesan utama dalam materi tersebut. Perencanaan dibutuhkan agar pendapatan tidak habis karena belanja impulsif, cicilan konsumtif, langganan yang jarang digunakan, maupun pengeluaran akibat tekanan sosial.
Sementara itu, Dr. Eunike Rose Mita L. membahas literasi keuangan dari perspektif nilai dan moral. Ia mengingatkan bahwa keputusan konsumsi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan membeli, tetapi juga oleh kepatutan, empati, kepedulian, dan pengendalian diri.
Guru diharapkan mampu menanamkan prinsip hidup sederhana dan secukupnya kepada peserta didik. Dengan demikian, pola konsumsi tidak diarahkan untuk mengejar pujian, pengakuan sosial, atau kepuasan sesaat, melainkan untuk membangun kehidupan yang bertanggung jawab dan bermakna.
Penandatanganan MoU antara UPN “Veteran” Jawa Timur dan Kantor Kementerian Agama Kota Kediri memperkuat landasan kelembagaan bagi pelaksanaan program-program serupa. Kesepakatan tersebut diharapkan membuka peluang bagi pengembangan pelatihan guru, penyusunan modul literasi finansial, pendampingan pendidikan karakter, penelitian terapan, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.
Kerja sama tersebut juga menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Perguruan tinggi menyediakan pengetahuan dan hasil riset, sementara Kementerian Agama memiliki jaringan pendidikan dan pemahaman terhadap kebutuhan tenaga pendidik di daerah.
Kegiatan ini mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas guru dan penguatan literasi keuangan dalam pendidikan. Pembentukan perilaku produktif, perencanaan keuangan, dan ketahanan ekonomi mendukung SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Pembahasan mengenai pengendalian konsumsi dan pembedaan kebutuhan dengan keinginan berkaitan dengan SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Adapun penandatanganan MoU dan kolaborasi UPN “Veteran” Jawa Timur, Kementerian Agama Kota Kediri, serta Universitas Nusantara PGRI Kediri mencerminkan pelaksanaan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis : Noer Aida Triandini dan Eunike Rose Mita L.
