• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Suara Dentuman di Tiga Provinsi Diduga Akibat Erupsi Anak Gunung Krakatau
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Pemerintahan

Suara Dentuman di Tiga Provinsi Diduga Akibat Erupsi Anak Gunung Krakatau

Redaktur III Sabtu, 5 September 2026
Share
4 Min Read
Simulasi perambatan suara frekuensinya rendah dari suara dentuman yang terdengar di Bandung Raya, diduga dari erupsi Gunung Anak Krakatau/ Foto: ANTARA
Simulasi perambatan suara frekuensinya rendah dari suara dentuman yang terdengar di Bandung Raya, diduga dari erupsi Gunung Anak Krakatau/ Foto: ANTARA

Aktual.co.id – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi pada 5 September 2026, sejak pukul 23.07 WIB dan masih berlangsung hingga pukul 04.40 WIB, diduga menyebabkan dentuman oleh masyarakat di tiga provinsi.

Mengutip ANTARA, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria menyebutkan suara dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di Jawa Barat termasuk Bandung Raya, Banten, dan Lampung, diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Krakatau yang dipantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, berlangsung pada waktu yang sama (23.07-04.40 WIB).

“Erupsi menerus dalam durasi beberapa jam yang berasosiasi dengan erupsi lava air mancur merupakan fenomena yang umum terjadi. Suara dentuman dan getaran yang dirasakan masyarakat diduga kuat berkaitan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada waktu yang sama,” kata Lana di Bandung, Sabtu.

Menurut Lana, meski jaraknya jauh dari Gunung Anak Krakatau, suara dentuman terdengar hingga Bandung Raya, bisa disebabkan ekspansi cepat pelepasan gas, serta gesekan dan turbulensi aliran lava dengan kecepatan tinggi pada konduit (lubang kepundan).

Baca Juga:  Wakil Menteri Pertanian Sudaryono Menggantikan Nanik S Deyang Sebagai Kepala BGN

“Gelombang suara dari Anak Krakatau dapat merambat jauh melalui atmosfer dan akhirnya terdengar di Bandung, meskipun beberapa wilayah pesisir yang lebih dekat belum tentu mendengarnya dengan jelas,” katanya.

Gelombang suara/tekanan udara frekuensi rendah dapat merambat ratusan kilometer melalui atmosfer. Lapisan atmosfer dan angin dapat membelokkan suara, perubahan suhu, tekanan, dan angin di ketinggian bisa membiaskan (membengkokkan) jalur suara kembali ke permukaan.

“Hingga suara bisa turun kembali jauh dari sumber. Yang terasa di Bandung yang berjarak 700 km (garis lurus) adalah dentuman, kaca dan pintu bergetar,” ucapnya.

Lana mengungkapkan berdasarkan pemantauan PVMBG, erupsi di waktu tersebut, disertai suara gemuruh yang terdengar hingga Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di Pasauran, Banten.

Dari hasil pengamatan visual, terlihat semburan berwarna merah menyala yang berlangsung terus-menerus. Meski tinggi kolom erupsi belum dapat dipastikan, karakter semburan tersebut menyerupai fenomena lava fountain atau lava air mancur yang dapat menghasilkan aliran lava.

Baca Juga:  Raperda Pengendalian Banjir akan Mengakomodir Seluruh Kewenangan Lembaga

Lana Saria mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait potensi tsunami.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Berdasarkan hasil evaluasi hingga saat ini, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pascaerupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami,” kata Lana.

Saat ini, tingkat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga), yang ditetapkan sejak 2 Juli 2026. Dengan kondisi tersebut, masyarakat perlu mewaspadai potensi bahaya berupa aliran lava, lontaran batu pijar, awan panas, maupun hujan abu vulkanik.

“Masyarakat kami minta tetap waspada terhadap potensi bahaya erupsi, termasuk sebaran abu vulkanik, namun tidak perlu panik. Apabila terjadi hujan abu, masyarakat di wilayah terdampak diimbau menggunakan pelindung pernapasan dan mengikuti arahan resmi dari Badan Geologi, PVMBG, serta BPBD setempat,” ujar Lana.

Baca Juga:  Gunung Marapi Mengalami Erupsi Sekitar 26 Detik

Untuk keselamatan, masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer (km) dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau harus dikosongkan dari aktivitas masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki. Ketentuan ini perlu dipatuhi karena potensi aliran lava dan lontaran material pijar masih dapat terjadi,” ucap Lana.

Sementara itu, masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung diimbau tetap beraktivitas seperti biasa dengan memperhatikan perkembangan informasi dari pemerintah.

Masyarakat diimbau mengacu informasi resmi dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi guna mencegah kesalahpahaman dan keresahan di tengah masyarakat.

Kementerian ESDM melalui PVMBG terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau.  (ANTARA)

 

SHARE
Tag :ErupsiGunung Anak Krakataujawa baratSuara Dentuman

Berita Aktual

Polisi Prancis berjaga di ibu kota, Paris/ Foto: VNA
Pemerintah Prancis Mempertahankan Jam Malam di Area Penting
Selasa, 20 Oktober 2026
TEMPEST/ Foto: soompi
TEMPEST Mengumumkan Mengakhiri Aktivitas Sebagai Boyband
Selasa, 20 Oktober 2026
Kim Jong Un dan putrinya mengunjungi pameran mode di Korea Utara/ Foto: Yonhap
Kim Jong Un Meresmikan Pameran di Tengah Rumor Meninggal Dunia
Selasa, 20 Oktober 2026
Diperkirakan 2.000 toko dijarah dalam kerusuhan di Prancis / Foto: The Guardian
Jam Malam Diberlakukan untuk Meredam Kerusuhan di Paris
Selasa, 20 Oktober 2026
Siswa menerima makan bergizi gratis /Dok.istimewa
Badan Gizi Nasional Uji Coba MBG dengan Cara Prasmanan
Senin, 19 Oktober 2026

Mental Health

Ilustrasi remaja dan depresi/ Foto: gemini

Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik

Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres

Ilustrasi Ghosting/ Foto: Psypost

Penelitian Menunjukkan Orang yang Ghosting Memiliki Perasaan Lebih Buruk daripada yang Dighosting

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Pasal Selundupan PKPU dan Ujian Pengawasan DPR

Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi

Austrian Airlines Menerima Ancaman Bom Usai Lepas Landas dari Tel Aviv Israel

Film Dokumenter “You Can See Everything” Mencuri Perhatian di Awal Penayangannya

Pengacara Kamaruddin Simanjutak Meninggal Dunia

More News

Posisi pendaki Juliana Marins yang tertangkap kamera tim SAR / Foto : X

Jenazah Juliana Marins Dipulangkan Melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai

Senin, 30 Juni 2025
Upacara bendera HUT RI di Istana Merdeka / Foto: Setneg

Undangan Upacara HUT RI di Istana Negara Jakarta Ludes Habis

Selasa, 12 Agustus 2025
Suasana jalan tol/ Foto: jasa marga

One Way Nasional Akan Diberlakukan oleh Korlantas Polri Jelang Lebaran

Selasa, 17 Maret 2026
Penampakan erupsi Gunung Anak Krakatau/ Foto: ANTARA

Gunung Anak Krakatau Erupsi Meluncurkan Abu Setinggi 250 Meter

Jumat, 9 Oktober 2026
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id