• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Jam Malam Diberlakukan untuk Meredam Kerusuhan di Paris
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Politik

Jam Malam Diberlakukan untuk Meredam Kerusuhan di Paris

Redaktur III Selasa, 20 Oktober 2026
Share
4 Min Read
Diperkirakan 2.000 toko dijarah dalam kerusuhan di Prancis / Foto: The Guardian
Diperkirakan 2.000 toko dijarah dalam kerusuhan di Prancis / Foto: The Guardian

Aktual.co.id – Jam malam parsial diberlakukan di sejumlah kota di Prancis, termasuk wilayah Paris , setelah pemerintah mengakui polisi telah kehilangan kendali selama protes kekerasan akhir pekan di seluruh negeri.

Sébastien Lecornu, Perdana Menteri Prancis, mengatakan setelah rapat kabinet darurat pada hari Senin bahwa ia bertekad penuh memulihkan ketertiban umum dan menyerukan pemberlakuan jam malam lokal dan parsial jika diperlukan.

Dia mengumumkan pemberlakuan jam malam sebagian dari pukul 8 malam hingga 6 pagi pada Senin dan Selasa malam di empat kota di utara, termasuk Lille.

Polisi memberlakukan jam malam mulai pukul 11 ​​malam pada hari Senin hingga pukul 6 pagi pada hari Selasa di dua wilayah di Paris: Place de la République, tempat kerusuhan terjadi pada hari Sabtu; dan kawasan perbelanjaan Les Halles, yang telah menjadi sasaran penjarahan.

Baca Juga:  WNI Relawan GSF yang Diculik Israel Akan Segera Dipulangkan dari Turki

Sebuah pernyataan dari pihak kepolisian mengatakan perintah melarang perkumpulan dan demonstrasi serta melarang siapa pun untuk memasuki atau berada di dua area yang telah ditentukan.

Marseille, kota terbesar kedua di Prancis, sebelumnya secara independen mengumumkan telah melarang semua pertemuan dan demonstrasi pada hari Senin.

Sementara itu, serikat pekerja Prancis menyerukan putaran baru pemogokan dan demonstrasi pada tanggal 5 November 2026.

Lecornu mengatakan kepada wartawan bahwa jika deklarasi keadaan darurat dianggap perlu, pihaknya bisa melakukannya, tetapi untuk saat ini pemberlakuan jam malam tampaknya lebih tepat.

Komentar Lecornu muncul setelah menteri dalam negeri Prancis mengakui polisi telah kehilangan kendali di beberapa kota selama protes hari Sabtu dan presiden, Emmanuel Macron, menuntut tinjauan keamanan penuh.

Laurent Nuñez mengatakan bahwa ada kurangnya antisipasi dalam persiapan dalam protes tersebut dan mengakui jumlah polisi tidak memadai menangani perusuh dan penjarahan.

Baca Juga:  Menteri Pigai Dikritik Publik di Medsos

Nuñez mengatakan informasi intelijen menunjukkan akan ada 200.000 demonstran di seluruh negeri. Namun kenyataannya, jumlahnya melebihi 500.000 dan protes damai berubah menjadi kerusuhan di Prancis.

Ia mengatakan telah mengajukan pengunduran diri kepada Macron karena merasa bertanggung jawab atas semua yang terjadi. Macron menolaknya, dan menuntut agar Nuñez “mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan transparansi atas kegagalan perencanaan dan intelijen.

Kantor Macron menyatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin bahwa selain meninjau kekurangan keamanan, Nuñez ditugaskan menerapkan metode operasional bagi pasukan keamanan untuk digunakan di lapangan dalam memerangi perusuh.

Kerusuhan dan penjarahan berlanjut pada hari Minggu. Walikota Paris, Emmanuel Grégoire, mengatakan sekitar 30 toko telah menjadi sasaran di ibu kota pada hari sebelumnya, dengan 350 orang lainnya ditangkap semalam.

Baca Juga:  Perancis Menerapkan Larangan Anak Usia di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial

Pada hari Senin, para pengunjuk rasa memblokir pintu masuk Museum Louvre sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan protes siswa sekolah menengah di seluruh negeri dan untuk mengecam penindasan polisi. Museum tersebut tidak dapat dibuka sesuai jadwal karena protes tersebut.

Selebaran yang dipajang di luar museum bertuliskan: “Kami bangga mengumumkan bahwa kami memblokir museum terbesar di dunia.”

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Macron mengkritik kekerasan yang tidak terkendali dan mengatakan pemerintah daerah dapat melarang beberapa demonstrasi beberapa hari mendatang.

Aksi protes yang dilakukan mahasiswa, guru, orang tua, serikat pekerja, dan buruh, berfokus pada tingginya biaya hidup, sebuah isu yang memicu demonstrasi di beberapa negara Eropa lainnya termasuk Italia, Belgia, dan Albania selama akhir pekan. (ndi/the guardian)

SHARE
Tag :Emmanuel MacronKerusuhanPARISPrancis

Berita Aktual

Diperkirakan 2.000 toko dijarah dalam kerusuhan di Prancis / Foto: The Guardian
Jam Malam Diberlakukan untuk Meredam Kerusuhan di Paris
Selasa, 20 Oktober 2026
Siswa menerima makan bergizi gratis /Dok.istimewa
Badan Gizi Nasional Uji Coba MBG dengan Cara Prasmanan
Senin, 19 Oktober 2026
Moment saat salib menimpa pastor di Ekuador/ Foto: IG
Seorang Pastor Meninggal Usai Tertimpa Salib saat Khotbah di Gereja
Senin, 19 Oktober 2026
Salah satu adegan You Can See Everything/ Foto: technocrunch
Film Dokumenter “You Can See Everything” Mencuri Perhatian di Awal Penayangannya
Senin, 19 Oktober 2026
Kamarudin Simanjuntak/ Foto: ANTARA
Pengacara Kamaruddin Simanjutak Meninggal Dunia
Senin, 19 Oktober 2026

Mental Health

Ilustrasi remaja dan depresi/ Foto: gemini

Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik

Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres

Ilustrasi Ghosting/ Foto: Psypost

Penelitian Menunjukkan Orang yang Ghosting Memiliki Perasaan Lebih Buruk daripada yang Dighosting

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi

Pasal Selundupan PKPU dan Ujian Pengawasan DPR

Austrian Airlines Menerima Ancaman Bom Usai Lepas Landas dari Tel Aviv Israel

Film Dokumenter “You Can See Everything” Mencuri Perhatian di Awal Penayangannya

Pengacara Kamaruddin Simanjutak Meninggal Dunia

More News

Garuda merah menjadi logo tolak pemangkasan anggaran pendidikan

Publik Ramai Tolak Pemangkasan Dana Pendidikan Pasca Program Efisiensi APBN

Kamis, 13 Februari 2025
Rapat Parpurna DPR RI Selasa 25 Maret 2025/ Foto : Freepik

DPR Terima Surat Presiden untuk Bahas RUU KUHAP

Selasa, 25 Maret 2025
Kapal tanker yang melintas Selat Hormuz/ Foto: The Guardian

Iran Menembak Dua Kapal Tanker Dikawal Militer AS yang Mencoba Melewati Selat Hormuz

Sabtu, 1 Agustus 2026
Palestina Merdeka / Foto : Ist

Sejumlah Negara Berbondong Mengakui Negara Palestina

Senin, 22 September 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id