• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Sejak Tanggal 3 Juli 2025 Posisi Bumi Menjauh dari Matahari
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Viral

Sejak Tanggal 3 Juli 2025 Posisi Bumi Menjauh dari Matahari

Redaktur III Minggu, 6 Juli 2025
Share
3 Min Read
Aphelion titik terjauh bumi terhadap matahari / Foto : iflscience
Aphelion titik terjauh bumi terhadap matahari / Foto : iflscience

Aktual.co.id – Berbagai situs ilmiah menuliskan bahwa tanggal 3 Juli 2025, pukul 3:54 siang, bumi secara resmi akan mencapai titik terjauhnya dari Matahari tahun ini yang disebut dengan aphelion.

Seperti situs iflscience menuliskan bahwa, orbit planet sangat dekat dengan lingkaran, tetapi sebenarnya bukan lingkaran. Orbitnya elips, membuat bumi semakin dekat atau semakin jauh dari matahari saat mengorbit.

Titik terdekat, perihelion, terjadi sekitar beberapa hari pertama bulan Januari. Perihelion berikutnya akan terjadi pada tanggal 3 Januari 2026.

Garis edar bui terhadap matahari / Foto : iflscience
Garis edar bui terhadap matahari / Foto : iflscience

Pada aphelion, jarak dari pusat bumi ke pusat matahari adalah 152.087.738 kilometer (94.502.939 mil). Pada titik terdekatnya,  bumi berada sekitar 5,1 juta kilometer (sekitar 3,2 juta mil) lebih dekat ke Matahari, yang berarti planet ini mendapat 6,8 persen lebih banyak radiasi matahari pada bulan Januari.

Baca Juga:  Begini Fakta Bumi Gelap Tanggal 2 Agustus Akibat Gerhana Matahari

Pada dasarnya, saat ini belahan bumi utara mengarah ke matahari. Jadi di sini mengalami musim panas dan  belahan bumi selatan mengalami musim dingin.

Dalam enam bulan, belahan bumi selatan yang mengarah ke matahari, jadi mengalami musim panas sementara di utara mengalami musim dingin.

Ada proses siklus yang bekerja yang menggeser tanggal dan waktu aphelion dan perihelion yang sebenarnya. Proses ini bergeser sekitar satu hari setiap 58 tahun dan pergeseran itu untuk selamanya.

Variasi yang lebih kecil, ditambah kebutuhan akan hari kabisat, membuat variasi tahunan selama beberapa hari menjadi hal yang umum.

Baca Juga:  Jimin Digosipkan Kencan dengan Song Da-eun Lewat Postingan di TikTok

Alasan perubahan ini adalah tarikan halus Jupiter dan Saturnus kepada planet bumi. Selama kurun waktu ratusan ribu tahun, orbit bumi berubah dari agak elips menjadi berbentuk lingkaran. Saat ini melihat bumi dalam bentuk paling bundarnya. Ini adalah salah satu siklus Milankovitch.

Yang menarik adalah meskipun bentuk orbit berubah, akibat hukum gravitasi, panjang tahun tidak berubah. Orbit hanya menjadi lebih sempit, jadi selama musim semi dan musim gugur, bumi cenderung lebih dekat ke matahari daripada saat ini.

Namun, orbit mempengaruhi musim dengan cara yang unik. Musim, secara astronomis, ditentukan oleh kuadran dalam orbit yang dilalui planet bumi.

Baca Juga:  Sore Tembus 1,3 Juta Penonton dan Makin Ringan Review BTS Agung Hapsa

Semakin melingkar orbitnya, semakin dekat panjangnya musim. Saat ini, musim panas di belahan bumi utara 4,66 hari lebih lama daripada musim dingin, dan musim semi 2,9 hari lebih lama daripada musim gugur. (ndi/iflscience)

 

SHARE
Tag :aphelionbumi dan matahariFenomena Aphelion 2025perihelion
Ad imageAd image

Berita Aktual

Lokasi gempa bumi di Kota Bogor/ Foto: BMKG
Gempa Bumi 4,1 Mag Terjadi di Barat Daya Kota Bogor Jawa Barat
Kamis, 15 Oktober 2026
Doddy Katamsi/ Foto: Ist
Vokalis Elpamas Doddy Katamsi Meninggal Dunia
Kamis, 15 Oktober 2026
Jenderal TNI Maruli Simanjuntak/ Foto: youtube setpres
Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Menjabat Wakil Panglima TNI dan Kepala BNPPDT
Kamis, 15 Oktober 2026
Ahmad Hidayat/ Foto: dok AHa
Ahmad Hidayat Gabung PSI Sesuai Semangat Soekarnoisme dan Marhaenisme
Kamis, 15 Oktober 2026
Letjen TNI Kristomei Sianturi / Foto: Ist
Letjen TNI Kristomei Sianturi Dilanti Menjadi Kepala BNPB
Kamis, 15 Oktober 2026

Mental Health

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik

Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres

Ilustrasi Ghosting/ Foto: Psypost

Penelitian Menunjukkan Orang yang Ghosting Memiliki Perasaan Lebih Buruk daripada yang Dighosting

Ilustrasi kebosanan/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Kebosanan Bisa Memicu Sikap Agresif

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

KPK Menangkap 14 Orang dalam OTT di Lingkungan BNPB

KPK Menahan Lima Orang Tersangka Hasil OTT di Lingkungan BNPB

Bahlil: Kendaraan Antrian BBM Diduga Karena Isu Distribusi di Bali

Dampak Polusi Udara Karhutla Terhadap Kesehatan Respirasi

Penelitian Menunjukkan Orang yang Ghosting Memiliki Perasaan Lebih Buruk daripada yang Dighosting

More News

Tangkapan layar postingan Fatimah Khan seputar Zakir Naik terinveksi HIV/AIDS / Foto: X

Pengacara Bantah Zakir Naik Terinfeksi HIV/AIDS di Malaysia

Kamis, 11 September 2025
Jaafar Jackson memerankan Michael Jackson / Foto: variety

Keponakan Michael Jackson Mengejek Media Melalui Platform X

Kamis, 23 April 2026
JUngkook BTS di sampul Rolling Stone/ Foto: capture Korean Times

Jungkook BTS Menjadi Cover Sampul Majalah Rolling Stone

Rabu, 10 Desember 2025
Jimin BTS dan Song Da Eun / Foto : llkpop

BigHit Musik Mengeluarkan Klarifikasi Terkait Hubungan Jimin BTS dan Song Da eun

Senin, 1 September 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id