Aktual.co.id – Astronomer, perusahaan teknologi yang menaungi CEO Andy Byron dan selingkuhannya Kristin Cabot yang duduk sebagai kepala HRD membantah tentang permintaan maaf dari Andy Byron. Berdasarkan pemberitaan New York Post, permintaan maaf dari Andy Byron yang tersebar di media sosial tersebut adalah palsu.
Perusahaan AI yang berbasis di New York, Astronomer, mengatakan kepada The Post bahwa pernyataan yang beredar di media sosial yang diklaim ditulis oleh Byron sendiri dengan permintaan maaf yang mendalam kepada istri dan anak-anaknya adalah “palsu.”

Pernyataan penipu itu bernada muram, tetapi diakhiri dengan anggukan murahan terhadap lagu hit Coldplay tahun 2005, “Fix You”: “Seperti yang pernah dinyanyikan seorang teman: ‘Lampu akan menuntunmu pulang, dan membakar tulangmu, dan aku akan mencoba memperbaikimu.'”
Baik Byron maupun Kristin Cabot, belum berbicara secara terbuka tentang skandal kiss kamera yang menuju kepadanya ketika menonton Coldplay.
Pada saat kamera mengarah ke mereka berdua, Byron merunduk keluar dari bingkai sementara Cabot menutupi wajahnya dan berbalik membelakangi kamera.
Chris Martin, vokalis band tersebut yang awalnya mengira kamera telah menemukan momen manis, dan berkata: “Lihatlah mereka berdua.”
Tetapi reaksi panik mereka segera membuatnya berspekulasi pada situasi yang jauh lebih buruk.
“Oh, apa?” Martin terdengar berkata di atas panggung dalam video TikTok yang telah ditonton lebih dari 50 juta kali dan disukai lebih dari 5 juta kali.
“Entah mereka berselingkuh atau mereka hanya pemalu,” sindir Martin.
Pernyataan palsu yang diposting Kamis malam waktu Amerika itu mendapat perhatian di media sosial, dengan banyak pengguna mengecam Byron palsu tersebut.
“Saya juga ingin mengungkapkan betapa meresahkannya bahwa apa yang seharusnya menjadi momen pribadi menjadi publik tanpa persetujuan saya,” kata pernyataan palsu itu.
“Saya menghormati seniman dan penghibur, tapi saya harap kita semua bisa berpikir lebih dalam tentang dampak dari mengubah hidup orang lain menjadi sebuah tontonan.”
Seorang pengguna media sosial di X menunjukkan perilaku mencurigakan dari akun yang mengunggah pernyataan tersebut.
“‘Pernyataan dari CEO Astronomer, Andy Byron’ yang beredar berasal dari akun dengan 50 pengikut bernama ‘Peter Enis’. Atau dalam bahasa Inggris ‘P. Enis’,” tulis pengguna tersebut.
Akun tersebut mencantumkan “CBS News” dalam nama penggunanya, tampaknya mencoba menyamar sebagai reporter Tiffany Network. Perusahaan tersebut tidak lagi mengunggah apa pun di akun media sosialnya sejak skandal tersebut menjadi berita utama pada hari Rabu.
Astronomer tidak menanggapi pertanyaan tentang apakah pihaknya berencana mengeluarkan pernyataan mengenai masalah tersebut. (ndi/nyp)
