Aktual.co.id – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) menyalurkan pembiayaan hingga Rp885,85 miliar kepada Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur yang difokuskan untuk proyek strategis pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) serta pelebaran Jalan Wiyung-Menganti.
“Kami melihat kebutuhan infrastruktur perkotaan semakin mendesak, terutama dalam mengatasi kemacetan yang berdampak langsung pada produktivitas,” kata Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah dalam keterangannya dikutip ANTARA, Minggu.
Perjanjian pembiayaan ditandatangani Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, bersama Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa, sebagai bagian dari langkah percepatan pembangunan infrastruktur kota yang kompleks.
Acara penandatanganan turut disaksikan oleh Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah dan sejumlah pejabat di lingkungan pemerintahan Kota Surabaya.

Reynaldi menerangkan, dua proyek itu memiliki peran penting dalam memperbaiki sistem transportasi Surabaya. Pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat akan membantu mendistribusikan arus lalu lintas secara lebih merata.
pelebaran Jalan Wiyung-Menganti ditujukan untuk mengatasi kepadatan kendaraan di salah satu koridor dengan intensitas lalu lintas tinggi.
Dua proyek tersebut merupakan bagian dari 7 proyek infrastruktur perkotaan Surabaya pada periode 2026-2027. Untuk itu Pemkot Surabaya mengajukan rencana pembiayaan infrastruktur dengan total kebutuhan pendanaan sekitar Rp3,16 triliun.
Reynaldi menyampaikan pembiayaan merupakan bagian dari pendekatan strategis perseroan dalam mendukung kota-kota besar menghadapi tantangan urbanisasi.
“Proyek ini akan mengurangi bottleneck lalu lintas di Surabaya sekaligus meningkatkan efisiensi logistik kota yang menjadi pusat ekonomi Jawa Timur. Oleh karena itu, pembiayaan ini diarahkan untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan mendukung aktivitas ekonomi kota,” ujarnya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan apresiasi kepada PT SMI atas dukungan pembiayaan yang diberikan.
Ia menekankan penguatan konektivitas menjadi kunci meningkatkan daya saing kota di tengah pertumbuhan aktivitas ekonomi yang semakin dinamis, sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di Surabaya.
Proyek ini akan menjadi fondasi penting dalam membangun sistem transportasi kota yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Dengan adanya dukungan pembiayaan PT SMI, belanja modal diproyeksikan meningkat hingga 40,81 persen dari tahun 2025 ke 2026.
Peningkatan ini berpotensi mendorong pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) hingga Rp29,79 triliun, dengan kontribusi pembiayaan PT SMI diperkirakan mencapai Rp9,1 triliun.
Dari sisi manfaat langsung, pembangunan ini mampu menekan biaya operasional kendaraan, mengurangi waktu tempuh perjalanan, serta meningkatkan keselamatan transportasi.
Sebagai Development Finance Institution (DFI), PT SMI menghadirkan pembiayaan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
Hingga Februari 2026, komitmen pembiayaan PT SMI kepada pemerintah daerah telah mencapai Rp37,08 triliun, dengan outstanding sebesar Rp14,90 triliun.
Dukungan terhadap Pemerintah Kota Surabaya ini menjadi bagian dari komitmen PT SMI dalam mendorong kota-kota di Indonesia menjadi lebih efisien, terhubung, dan berdaya saing tinggi. (ANTARA/ndi)
