Aktual.co.id – Hari Kanker Paru tanggal 1 Agustus menjadi perhatian banyak pihak terutama penderita maupun tenaga medis yang menangangai masalah paru paru.
Menurut Ketua Persatuan Dokter Paru Indonesia, Jawa Timur, dr. Arief Bachtiar, Sp.P masih ditemukan pasien wanita merupakan tanda kanker ini bisa menyerang siapa saja.
“Kanker paru memang umumnya lebih banyak dijumpai pada penderita pria karena jumlah perokok pria lebih banyak. Namun bukan berarti tidak ditemukan kanker paru pada wanita. Di RSUD Dr Soetomo masih ditemui kasus kanker paru pada wanita,” ungkap dr. Arief.

Dikatakan bahwa faktor risiko kanker paru adalah pajanan senyawa asbes, rokok dan polusi udara. “Pajanan senyawa asbes dalam jangka panjang memang menjadi salah satu faktor risiko timbulnya kanker paru dan kanker pada selaput pleura,yakni Mesothelioma,” tambahnya.
Oleh karena itu, ungkapnya, pemakaian asbes sudah dilarang di banyak negara. Sedangkan perokok pasif tetap berpotensi memicu kanker paru lebih besar daripada non perokok, namun masih lebih kecil dibandingkan perokok aktif. “Salah satu faktor risiko utama kanker paru yang bisa kita cegah adalah hindari pajanan rokok,” ungkap dr Arief. (ndi)
