Aktual.co.id – Sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of Psychology yang dirilis psypost menemukan bahwa orang yang mengagumi selebritas cenderung memiliki skor lebih tinggi dalam nilai-nilai materialistis maupun sifat narsistik.
Studi ini juga menemukan bahwa orang yang menganggap dirinya mirip dengan selebritas favorit lebih cenderung memiliki sikap-sikap narsisme.
Di antara semua faktor yang diteliti, perasaan mirip dengan seorang selebritas merupakan salah satu prediktor terkuat untuk pemujaan selebritas.
Selama dua dekade terakhir, para psikolog semakin tertarik pada dampak budaya selebritas, terutama karena media sosial yang  meningkatkan paparan masyarakat terhadap figur publik.
Seiring platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube semakin memudahkan untuk menonton dan mengikuti kehidupan selebritas, para peneliti meneliti hubungan sepihak ini, yang dikenal interaksi parasosial, dapat membentuk citra diri, kesejahteraan emosional, dan nilai-nilai sosial seseorang.
Salah satu alat yang sering digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Sikap Selebritas, yang mengevaluasi seberapa kuat seseorang terhanyut oleh seorang selebritas.
Skala ini berkisar dari tingkat kekaguman yang rendah, seperti mengikuti karya selebritas untuk hiburan, hingga tingkat yang lebih intens dan berpotensi bermasalah.
Studi baru ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana kekaguman semacam ini berhubungan dengan narsisme dan materialism. Dan apakah orang-orang yang merasa memiliki kemiripan pribadi dengan selebritas favorit lebih mungkin terpengaruh.
Para peneliti merekrut 215 mahasiswa S1 dari sebuah universitas di Amerika Serikat bagian tenggara. Sebagian besar peserta adalah perempuan, dengan beragam latar belakang ras dan etnis.
Setiap mahasiswa mengisi serangkaian kuesioner untuk mengukur sikap mereka terhadap selebritas, nilai-nilai materialistis, dan sifat-sifat narsistik.
Peserta juga menjawab pertanyaan-pertanyaan baru yang menilai seberapa mirip perasaan mereka dengan selebritas favorit dalam hal kepribadian, penampilan, atau gaya hidup.
Kekaguman terhadap selebritas dinilai dengan Skala Sikap Selebritas mencakup subskala untuk minat sosial dan hiburan, keterikatan emosional, serta pikiran dan perilaku yang ekstrem atau obsesif.
Materialisme diukur menggunakan skala mengkaji seberapa besar nilai yang diberikan seseorang terhadap kepemilikan barang, seberapa penting harta benda baginya dan membuatnya bahagia.
Narsisme diukur dalam dua bentuk: narsisme muluk (yang ditandai dengan kepercayaan diri, rasa berhak, dan dominasi) dan narsisme rentan (yang melibatkan kecemasan, hipersensitivitas terhadap kritik, dan obsesi terhadap citra diri).
Hasilnya menunjukkan hubungan yang konsisten antara pemujaan selebritas dan materialisme. Orang-orang yang memiliki skor lebih tinggi dalam pemujaan selebritas cenderung mementingkan uang, status, dan harta benda.
Hal ini berlaku bagi yang melaporkan kekaguman yang lebih intens atau obsesif terhadap selebritas. Para peneliti mencatat hubungan ini sejalan dengan temuan sebelumnya dan menunjukkan orang-orang beralih ke budaya selebritas dan materialisme sebagai cara mengatasi ketidakamanan emosional atau harga diri yang rendah.
Studi lain menunjukkan bahwa anak muda yang menonton banyak konten media kemudian membandingkan diri dengan selebritas lebih cenderung mengadopsi nilai-nilai materialistis.
Studi ini melengkapi kumpulan penelitian dengan bukti baru bahwa perasaan serupa dengan seorang selebritas, entah kesamaan sifat atau karena imitasi, memainkan peran dalam perkembangan ikatan parasosial.(ndi/psypost)
