• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Kebiasaan Orang Baik yang Menarik Hubungan Beracun, Menurut Psikologi
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Kebiasaan Orang Baik yang Menarik Hubungan Beracun, Menurut Psikologi

Redaktur III Minggu, 20 April 2025
Share
3 Min Read
Membangun hubungan dengan pribadi racun sangat mengganggu / Foto : Freepik
Membangun hubungan dengan pribadi racun sangat mengganggu / Foto : Freepik

Aktual.co.id – Hubungan beracun masih menjadi topik menarik untuk dijadikan tema kajian psikologi. Kenyataannya banyak orang baik menjadi korban pada hubungan beracun tersebut. Berikut alasan kenapa orang baik menjadi korban hubungan racun berdasarkan analisa Minh Tranh.

Mudah Memberi

Orang baik sering kali murah hati, tidak hanya dengan harta benda tetapi juga dengan waktu dan tenaga. Ketidakegoisan ini adalah sifat yang indah, tetapi dapat menjadi daya tarik bagi orang-orang beracun untuk dimanfaatkan kebaikannya.

Ketika orang baik menjadi terlalu murah hati, terus-menerus memberi kepada orang lain tanpa mempertimbangkan kebutuhan sendiri, keadaan ini bisa menciptakan ketidakseimbangan yang dapat dimanfaatkan oleh pemilik kepribadian racun.

Baca Juga:  Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Masa Pensiun

Kebutuhan Memperbaiki Orang Lain

Mencoba memperbaiki orang lain sering kali bermula dari rasa cinta dan perhatian, tetapi hal itu dapat mengubah hubungan menjadi beracun.

Alih-alih mendorong pertumbuhan bersama, hal itu justru menciptakan dinamika kekuasaan yang tidak sehat di mana satu orang menjadi ‘tukang memperbaiki’, dan yang lain menjadi ‘yang rusak’.

Bukan tanggung jawab diri untuk ‘memperbaiki’ orang lain, melainkan tanggung jawab untuk mencintai dan mendukung orang saat menjalani tantangannya.

Takut Sendirian

Banyak orang baik hati takut dengan kesendirian sehingga lebih memilih menjalin hubungan yang tidak sehat daripada menghadapi kemungkinan menjadi lajang.

Sendiri tidak berarti kesepian. Ini menemukan jati diri, mencintai diri sendiri, dan memahami tidak apa-apa menunggu hubungan yang tepat daripada menjalin hubungan yang berbahaya.

Baca Juga:  Pelatihan Kognitif dapat Mengurangi Persepsi Negatif pada Orang Depresi dan PTSD

Mengabaikan Tanda Bahaya

Orang baik sering kali memberi orang lain keuntungan. Ini adalah sifat terpuji, namun juga dapat membuat mengabaikan tanda bahaya dalam suatu hubungan.

Menurut psikologi, orang sering mengabaikan tanda bahaya karena percaya dapat membantu pasangan berubah. Optimisme yang salah ini dapat membuat orang terjebak dalam hubungan yang beracun.

Harga Diri Rendah

Harga diri rendah ini dapat memikat ke dalam hubungan yang beracun. Karena akan membuat pasangan memperlakukan dengan pandangan buruk. Ini adalah lingkaran setan, tetapi dapat dipatahkan.

Dengan meningkatkan harga diri dan belajar mencintai diri sendiri, akan menguatkan dari hubungan yang beracun yang bisa merusak mental.

Baca Juga:  Kebiasaan yang Harus Dihentikan Jika Ingin Sukses Berdasarkan Analisa Psikologi

Batasan Tidak Sehat

Banyak orang baik yang kesulitan menetapkan batasan karena takut menjauhkan dengan orang lain. Orang baik ini selalu mengatakan ‘ya’ untuk segalanya dan mengorbankan kesejahteraan sendiri.

Ketika gagal menetapkan batasan yang sehat akan menjadi mangsa empuk bagi orang-orang beracun yang memanfaatkan ketidakmampuan mengatakan ‘tidak’.

Kurangnya Kesadaran Diri

Kesadaran diri adalah kunci menghindari hubungan yang beracun. Bila kurang memiliki kesadaran diri, maka terjebak dalam pola yang mengundang racun dalam hidup.

Dengan mengembangkan pemahaman yang lebih baik, kebutuhan, pola hidup, dapat membuat pilihan yang lebih sehat dalam hubungan. (ndi)

SHARE
Tag :kesehatan jiwaMental healthtoxicToxic Person
Ad imageAd image

Berita Aktual

Para lansia berolahraga dengan dumbel kayu dalam acara kesehatan yang menandai "Hari Penghormatan Lansia" Jepang /Foto: REUTERS
Jumlah Lansia Usia di Atas 100 Tahun Mencapai 107 Ribu di Jepang
Selasa, 15 September 2026
Purbaya Budi Sadewa/ Foto: Ist
Purbaya Menyerahkan ke Suahasil dengan Keahliannya Pimpin Kemenkeu
Selasa, 15 September 2026
Aktivitas SPBU di Makassar/ Foto: ANTARA
Pertamina Yakinkan Akan Memulihkan Layanan BBM di Kota Makassar
Selasa, 15 September 2026
Prediksi tampilan Galaxy S27/ Foto: gizmochina
Dirumorkan Samsung Galaxy S27 Menggunakan OLED M16 Terbaru
Selasa, 15 September 2026
Foto Pre Wedding Won Hyun Jun dan Lee Su Jin / Foto: Soompi
Won Hyun Jun dan Lee Su Jin Umumkan Jadwal Pernikahan Mereka
Selasa, 15 September 2026

Mental Health

Ilustrasi peduli terhadap kasus bunuh diri/ Foto: Freepik

Pencegahan Bunuh Diri Menekan Angka Kematian Akibat Bunuh Diri di Dunia

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Mengenal Prof. Dr. Suahasil Nazara yang Dilantik Menjadi Menkeu

Menkeu Suahasil Mengatakan Akan Menjaga Defisit di Bawah 3 Persen

Suahasil Nazara Dilantik Menjadi Menkeu Menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa

KM Virgo Transport 8 Dihantam Ombak Tiga Meter Saat Kecelakaan

Yeji Absen Kegiatan ITZY di Amsterdam Karena Nenek Meninggal Dunia

More News

Ilustrasi situasi sulit./ Foto : Freepik

Perilaku yang Membuat Karyawan Terlihat Tidak Profesional

Senin, 10 Maret 2025
Ilustrasi perceraian orang tua / foto : freepik

Perceraian Orang Tua Tidak Serta Merta Membuat Anak Menjadi Depresi

Sabtu, 12 Juli 2025
Ilustrasi mental kuat

Tanda Mental Kamu Sangat Kuat dan Tangguh

Senin, 24 Februari 2025
Kecerdasan emosi mempengaruhi kemampuan membaca pada anak / Foto : Freepik

Kecerdasan Emosional Membantu Anak-Anak Menjadi Pembaca Lebih Baik

Kamis, 10 April 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id