• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Ketua PB PGRI Menanggapi Statement Menkeu Tentang Guru Beban APBN
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Politik

Ketua PB PGRI Menanggapi Statement Menkeu Tentang Guru Beban APBN

Redaktur III Selasa, 19 Agustus 2025
Share
2 Min Read
Ketua PB PGRI Teguh Sumarno / Foto : net
Ketua PB PGRI Teguh Sumarno / Foto : net

Aktual.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan bahwa guru menjadi beban negara pada forum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri ITB pada Kamis (7/8/2025). Dalam video yang beredar di media sosial tersebut Sri Mulyani mengatakan, guru beban negara dan dosen juga harus diukur kinerjanya.

“Guru itu beban negara, dosen juga harus diukur kinerjanya. Banyak di media sosial saya selalu mengatakan, oh menjadi dosen atau menjadi guru tidak dihargai karena gajinya nggak besar,” ucap Sri Mulyani.

Lebih lanjut, ia menyinggung persoalan kesejahteraan guru yang menurutnya menjadi tantangan besar bagi APBN.

Baca Juga:  Trump : Tidak Ada Diskon Tarif 32% untuk Indonesia, Kecuali Bangun Industri di AS

“Ini juga salah satu tantangan bagi keuangan negara. Apakah semuanya harus keuangan negara ataukah ada partisipasi?” imbuhnya.

Menanggapai hal tersebut Ketua PB PGRI Teguh Sumarno menjelaskan bahwa guru itu bagaikan Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangung Karso, Tut Wuri Handayani.

“Artinya di depan menjadi di depan jadi contoh, di tengah jadi support, di belakang mendorong perubahan sehingga kalau Menteri Keuangan mengatakan guru beban negara salah benar,” ungkapnya melalui penjelasan online Selasa (19/8).

Menurutnya, pemerintah harusnya mendorong bagaimana kesejahteraan guru, bagaimana perlindungan guru, dan bagaimana karir guru. “Ini menjadi momentum, mari instropeksi dan belajar syukur bahwa semua ini karena guru,” kata Teguh.

Baca Juga:  Sri Mulyani Menceritakan Lukisan Bunga Karyanya yang Raib Dijarah

Dikatakan, selain Pendidikan yang perlu menjadi prioritas adalah kesehatan. “Karena antara pendidikan dan kesehatan tidak bisa dipisahkan. Pendidikan dan kesehatan kesejahteraan melekat,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, kata Teguh, kekuatan guru adalah peletak dasar karakter bangsa, karena guru punya kekuatan koordinasi, punya kemampuan kolaborasi sehingga kelak bisa dinikmati oleh bangsa yang akan datang.

“Biaya investasi pendidikan ini tidak langsung dinikmati, tapi bisa dirasakan sekian tahun yang akan datang. Disitulah letak bedanya benefid tentang Pendidikan. Kadang orang berpikir guru pemborosan, kadang guru menghabiskan anggaran, pandangan tersebut sangat salah,” katanya.

Baca Juga:  Menkeu Purbaya Dapat PR Mengejar Target Perekonomian

Anggaran pendidikan, menurutnya, memang besar, namun tidak serta merta guru yang jadi beban negara. “Rakyat ini mestinya harus diistimewakan tidak ada biaya sekolah bagaimana anak sekolah berelanjutan. Di situ Menteri harus berpikirnya,” ujarn Teguh. (ndi)

SHARE
Tag :anggaran pendidikanguruMenteri KeuanganPGRISri Mulyani

Berita Aktual

Salah satu adegan You Can See Everything/ Foto: technocrunch
Film Dokumenter “You Can See Everything” Mencuri Perhatian di Awal Penayangannya
Senin, 19 Oktober 2026
Kamarudin Simanjuntak/ Foto: ANTARA
Pengacara Kamaruddin Simanjutak Meninggal Dunia
Senin, 19 Oktober 2026
Emas Antam/ Foto: ANTARA
Harga Emas Antam Mengalami Kenaikan Menjadi Rp2,574 Juta/Gram
Senin, 19 Oktober 2026
Austrian Airlines/ Foto: Ist
Austrian Airlines Menerima Ancaman Bom Usai Lepas Landas dari Tel Aviv Israel
Senin, 19 Oktober 2026
Ilustrasi remaja dan depresi/ Foto: gemini
Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi
Senin, 19 Oktober 2026

Mental Health

Ilustrasi remaja dan depresi/ Foto: gemini

Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik

Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres

Ilustrasi Ghosting/ Foto: Psypost

Penelitian Menunjukkan Orang yang Ghosting Memiliki Perasaan Lebih Buruk daripada yang Dighosting

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Singapura Menyiapkan Tuntutan Hukum Terhadap Perusahaan Pembakar Hutan di Indonesia

Gunung Semeru Mengalami Erupsi Tinggi Letusan 1 Kilometer

Pesawat Triton Aviation Mendarat Darurat Akibat Pintu Pesawat Terbuka

Sekjen PBB Antonio Guterres Akan Berkunjung ke Indonesia

Samsung Galaxy A38 Bocor dengan Berbagai Spesifikasi

More News

Aktivitas ojek online / Foto : capture ANTARA

Gojek Tegaskan Pelanggan Tetap Bisa Pakai Layanan di Tengah Unjuk Rasa Ojol

Selasa, 20 Mei 2025

MPR: Belum Ada Bahasan Pemakzulan Wapres

Rabu, 4 Juni 2025
Gusti Purboyo dan Gusti Hangabehi / Foto: JP

Dua Raja Kembali Mewarnai Konflik Keraton Surakarta

Jumat, 14 November 2025
Emosi negatif bisa mengundang bibit depresi / Foto : Freepik

Studi Menyebutkan, Seseorang yang Memiliki Emosional Negatif Memiliki Kecenderungan Depresi

Jumat, 25 April 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id