• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Gerhana Bulan Merah Menjadi Program Wisata di Kenya
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Travel & Kuliner

Gerhana Bulan Merah Menjadi Program Wisata di Kenya

Redaktur III Senin, 8 September 2025
Share
3 Min Read
Tampilan gerhana bulan merah di Kenya/ Foto : yahoo
Tampilan gerhana bulan merah di Kenya/ Foto : yahoo

Aktual.co.id – Dengan menari khas daerah, warga Kenya dan wisatawan merayakan bulan darah yang tengah terjadi di negara tersebut.

Ketika Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar, bayangan yang dihasilkan planet tersebut pada satelitnya membuat berwarna merah tua yang menakutkan, yang membuat manusia takjub selama ribuan tahun.

Fenomena ini terlihat jelas pada Minggu malam di antaranya di sebuah pondok terpencil di daerah Samburu, ratusan mil dari ibu kota Nairobi.

Tempat ini  oleh kementerian pariwisata Kenya dan Badan Antariksa Kenya digunakan untuk meluncurkan gerakan untuk mendorong program astrowisata.

Baca Juga:  Mbok Yem Pemilik Warung di Gunung Lawu Sakit, Warganet Mendoakan Kesehatannya.

Para wisatawan asing berbaur dengan para penari lokal, mengenakan manik-manik berwarna-warni yang fantastis dan kain yang dibentangkan.

Mereka bergantian menatap ke langit melalui teleskop ke arah bulan yang perlahan memerah dan kaleidoskop bintang di sekitarnya.

“Ini pengalaman yang luar biasa,” kata pengunjung Kenya Stella-Maris Miriti seperti dikutip AFP.

“Awalnya saya pikir itu tidak terjadi karena bulannya gelap, tetapi pada pukul 8.30 keajaiban terjadi,” tambahnya.

Operator tur menjelaskan jika telah melakukan perjalanan dari Nairobi menuju tempat terpencil ini untuk melihat “bulan darah”.

Menunggu gilirannya di teleskop, adalah Maggie Debbe yang berusia 26 tahun sembarimengunjungi orang tuanya dari Australia. “Ini luar biasa, saya tidak menyangka bisa seperi ini,” katanya.

Baca Juga:  Mengenal Diwali Sebagai Festival Cahaya yang Dirayakan Selama 5 Hari

Kenya berharap dapat memanfaatkan wisatawan pada moment seperti ini. Negara ini memiliki salah satu tingkat polusi cahaya terendah di dunia, sehingga memungkinkan untuk menikmati fenomena antariksa seperti peristiwa gerhana bulan.

Menurut Wakil Direktur Penelitian dan Inovasi Luar Angkasa Badan Antariksa Kenya Jacques Mataea, wisata astronomi bisa menjadi obyek baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Kenya.

“Kita punya keuntungan karena memiliki beberapa langit terindah dan terbersih di dunia,” ujarnya kepada AFP.

Menurutnya wisata tematik astronomi mampu meningkatkan kesadaran tentang manfaat luar angkasa bagi pembangunan sosial ekonomi.

Baca Juga:  Kue Lapis Legit Perpaduan Adonan Nusantara dan Eropa

Saat “bulan darah” bersinar di antara bintang-bintang di Kenya, salah satu mantan guru di Belanda bernama Johanns Hertogh-van der Laan sangat setuju Kenya memiliki wisata khusus astronomi yang bisa ditawarkan ke berbagai negara.

“Setelah datang ke Kenya bersama istri saya untuk melihat satwa liar, saat ini terpesona melihat keindahan gerhana bulan merah darah di Kenya,” ungkapnya. (ndi/yahoonews)

SHARE
Tag :gerhana bulan merahkenya

Berita Aktual

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir (kanan) dan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko/ Foto: Divisi Humas Polri
Mabes Polri Buka Suara Terkait Penggeledahan di Ponpes Hamalatul Quran
Minggu, 1 November 2026
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman / Foto : Ist
Mentan Andi Amran Memastikan Stok Pangan Aman di Saat Kondisi Darurat
Minggu, 1 November 2026
Kantor FBI/ Foto: Anadolu
FBI Meyakini Pencuri Aset Digital Uang Kripto Binance Adalah Korea Utara
Minggu, 1 November 2026
Kobaran api dalam atraksi Sengkala Geni di Hotel Inna Tretes/dok.Aktual.co.id
Menikmati Malam Minggu di Inna Tretes Hotel & Resort, Atraksi Api Sengkala Geni Pukau Ratusan Pengunjung
Minggu, 1 November 2026
Tampilan baru grup WhatsApp/ Foto: GSM Arena
WhatsApp Mengumumkan Fitur Baru Termasuk Status Grup
Minggu, 1 November 2026

Mental Health

Ilustrasi bermain gim bersama teman/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Bermain Bersama Teman Mengurangi Kecanduan Gim Video

Serangga menularkan virus Shimonda/ Foto: anadolu

Seorang Pasien Terinfeksi Virus Shamonda Kali Pertama di Prancis

Ilustrasi remaja dan depresi/ Foto: gemini

Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Harga Emas Antam Turun Menjadi Rp2.526 Juta Per Gram

MA Mengabulkan Gugatan Kasasi Terkait Keabsahan Suket Pendidikan Wapres Gibran

Bentuk Bumi Berubah Akibat Perubahan Iklim dan Ulah Manusia

Bursa Mata Uang Kripto Binance Siap Menanggung Dana Nasabah Akibat Peretasan

Menikmati Malam Minggu di Inna Tretes Hotel & Resort, Atraksi Api Sengkala Geni Pukau Ratusan Pengunjung

More News

Grebeg Besar Enam Gunungan Dari dari Keraton Yogyakarta

Sabtu, 7 Juni 2025
Kalender Februari 2026/ Foto: Ist

Ada Long Weekend di Bulan Februari 2026

Senin, 2 Februari 2026
Ilustrasi makan prasmanan/ Foto: freepik

Begini Asal Mula Prasmanan yang Ditetapkan Tiap Tanggal 2 Januari

Jumat, 2 Januari 2026

KAI Diskon Tiket 30 Persen KA Ekonomi Non-Subsidi

Rabu, 4 Juni 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id