Aktual.co.id – Supermoon yang megah menghiasi langit malam pada tanggal 6-7 Oktober, menyuguhkan pertunjukan spektakuler saat tampak besar dan terang di cakrawala timur saat bulan terbit dengan Saturnus dekat di sebelah kanannya di antara bintang-bintang konstelasi Pisces.
Bulan purnama terdekat dengan equinox musim gugur dikenal sebagai Harvest Moon dimana para petani bekerja di bawah pantulan cahaya bulan purnama untuk memanen hasil panen dari ladang.
Dikutip dari SPACE, Harvest Moon 2025 yang jatuh pada bulan Oktober dan terjadi tepat ketika bulan mencapai titik terendahnya dalam siklus orbitnya mengelilingi Bumi selama 27 hari, sehingga menghasilkan supermoon yang spektakuler .
Selama supermoon, bulan dapat terlihat hingga 14% lebih besar dan 30% lebih terang daripada rata-rata, sehingga menghasilkan pemandangan spektakuler saat terbit di cakrawala timur, berhadapan dengan matahari terbenam di barat, dan membanjiri langit malam dengan pantulan sinar matahari.
Warna kuning bulan yang aneh ini merupakan hasil dari fenomena yang dikenal sebagai Hamburan Rayleigh, di mana atmosfer Bumi yang padat menghalangi masuknya cahaya dengan panjang gelombang yang lebih pendek dan lebih biru.
Sementara membiarkan cahaya dengan panjang gelombang yang lebih panjang dan lebih merah melewatinya relatif tanpa gangguan. Hal ini dapat menghasilkan warna kuning-oranye bulan yang mencolok ketika satelit alami Bumi ini berada dekat dengan cakrawala.
