Aktual.co.id – Gempa bumi berskala 6,2 magnitudo mengguncang Hokkaido, Jepang, pada hari Senin (27/4). Tetapi badan meteorologi negara tidak mengeluarkan peringatan tsunami dan menepis kemungkinan keterkaitan dengan peringatan yang berlangsung tentang risiko terjadinya gempa bumi dahsyat di wilayah tersebut.
Gempa yang terjadi pukul 05.23 pagi itu tercatat berkekuatan 5 skala intensitas seismik Jepang (skala 7) di wilayah Tokachi, pulau utama bagian utara, dan terjadi pada kedalaman sekitar 83 kilometer. Belum ada laporan mengenai korban luka.
Level 5 digambarkan sebagai level di mana orang merasa kesulitan berjalan tanpa berpegangan pada sesuatu. Menurut Hokkaido Electric Power Co., tidak ditemukan kelainan apa pun di pembangkit listrik tenaga nuklir Tomari.
“Beberapa layanan kereta lokal di Hokkaido di sepanjang Samudra Pasifik menghentikan operasinya, tetapi kereta cepat Hokkaido Shinkansen beroperasi seperti biasa,” kata JR Hokkaido.
Gempa terjadi di tengah peringatan selama seminggu dari badan meteorologi yang memperingatkan peningkatan risiko gempa kuat menyusul gempa berkek magnitude 7,7 yang melanda prefektur Aomori di timur laut Jepang tepat seminggu sebelumnya.
Hokkaido termasuk di antara tujuh wilayah yang perlu diwaspadai. “Kami melakukan segala yang kami bisa untuk mengumpulkan informasi tentang tingkat kerusakan dan memberikan pembaruan yang memadai kepada publik,” kata Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam sebuah unggahan di X, seraya mendesak kewaspadaan terhadap gempa bumi dengan skala serupa.
Pemerintah telah membentuk kantor penghubung untuk menanggapi gempa terbaru ini. Awalnya, magnitudo gempa diperkirakan sebesar 6,1, tetapi kemudian direvisi naik. (ndi/kyodo)
