Aktual.co.id – Tumbuh dalam rumah tangga yang kacau dapat meninggalkan bekas yang bertahan lama pada perilaku seseorang. Tidak mudah mengidentifikasi sifat-sifat ini, tetapi psikolog James Carter memberi beberapa wawasan.
Ketidakpastian Emosi
Salah satu perilaku yang paling dikenal yang tumbuh dalam rumah tangga yang kacau adalah ketidakpastian emosi. Satu saat tenang dan kalem, saat berikutnya, bisa diliputi oleh kemarahan atau kesedihan.
Kewaspadaan yang Berlebihan
Ini adalah keadaan selalu waspada, siap bereaksi terhadap tanda-tanda ancaman atau bahaya. Bahkan dalam situasi yang tenang akan mengamati lingkungannya seolah-olah ada sesuatu yang buruk akan terjadi.
Kesulitan Menjalin Hubungan Bermakna
Pernahkah berada di sekitar orang yang tidak mau menerima orang lain? Mereka mungkin mengalami kesulitan menjalin hubungan yang mendalam dan bermakna karena takut disakiti.
Takut Konfrontasi
Perilaku ini sering kali berakar pada pengalaman masa lalu di mana konfrontasi menyebabkan pertengkaran yang meledak-ledak atau bahkan kekerasan. Oleh karena itu, menghindari konflik menjadi mekanisme perlindungan.
Perfeksionisme
Ketakutan itu berakar pada didikan yang diterima, di mana kesalahan ditanggapi kritik yang keras. Mereka dihantui rasa takut berbuat kesalahan sehingga berjuang menerima apa adanya pada dirinya.
Tanggung Jawab Berlebihan
Orang yang tumbuh dalam rumah tangga yang kacau sering kali memikul tanggung jawab yang berlebih pada usia anak-anak. Mereka harus mengurus adik-adik bahkan orang tua mereka. Hal ini dapat menyebabkan kebiasaan memikul tanggung jawab yang lebih dari seharusnya.
Harga Diri Rendah
Ketidakpastian dan kekacauan emosional dapat menyebabkan perasaan tidak berharga dan keraguan terhadap diri sendiri. Memahami perjuangan dengan harga diri merupakan langkah penting membangun ketahanan dan menumbuhkan rasa harga diri yang lebih kuat.
