Aktual.co.id – Penulis Megan Quinn memberikan gambaran bagaimana seorang pria menyedot energi pasangan wanitanya tanpa disadari. Akibatnya wanita menjadi lelah mental sehingga terpuruk tidak mampu bangkit lagi secara psikologi. Berikut ciri pria penguras energy.
Memaksa Pasangan Wanita Menjadi Maskulin
Maksud maskulin di sini bukan berubah menjadi laki – laki. Melainkan memainkan peran layaknya sebagai laki – laki, seperti membayar makan malam, merencanakan bepergian, mencari nafkah menutup seluruh kebutuhan rumah tangga. Sehingga wanita mengalami lelah mental.
Membuat Rasa Tidak Aman Bagi Wanita
Pria yang lemah emosional dapat menunjukkan perilaku bermasalah yang membuat wanita merasa tidak aman. Seperti ketidakkonsistenan emosional, manipulasi, ketergantungan emosional, dan ketidakmampuan untuk menangani konflik.
Menguras Emosi Wanita
Pria yang lemah emosinya akan bergantung pada wanita untuk mendukungnya. Dia bergantung padanya mengelola emosi dan selalu mencari kenyamanan, validasi, dan kepastian terlepas dari apa yang dialami wanita itu sendiri.
Menghancurkan Kelembutan
Seorang wanita tetap ingin disayangi oleh pasangan dan membiarkan dirinya menjadi lebih lembut saat bersama mereka. Pria lemah memicu perdebatan, menjelaskan, dan memohon untuk diperhatikan. Dampaknya membuat wanita kelelahan.
Membuat Membenci Cinta
Ketika seorang wanita menjalin hubungan dengan pria yang lemah secara emosional maka mencintainya terasa lebih seperti tugas. Keadaan ini bisa memicu kelemahan mental pada wanita ketika menjalin hubungan dengan pria yang manipulative.
Pria Berperan Sebagai Korban
Dari sudut pandang pria yang lemah emosional, segala sesuatu merupakan kesalahan orang lain dan dunia berusaha menghancurkannya. Wanita akan lelah mendengarkan keluhannya sehingga menularkan keputusasaan menjalani kebersamaan.
Bergantung pada Wanita
Lelaki yang lemah emosional bergantung pada pasangan wanita untuk membantu menjalani hari. Ketergantungan ini membuat pasangan wanita menjadi tidak berdaya dan memicu depresi.
Menunjukkan Usaha Tidak Konsisten
Ketika lelaki yang lemah tersebut menunjukkan ledakan antusiasme namun secara tiba – tiba kembali jatuh ke dalam ketidakaktifan dan kemalasan. Ketidakkonsistenannya memaksa wanita mengambil alih agar hubungan tetap berjalan. Hal ini membuat frustrasi saat mengelola tanggung jawab tersebut.
Menciptakan Drama Tidak Perlu
Pria yang lemah sering menciptakan drama terutama ketika memiliki pasangan wanita yang kuat sehingga ingin membuatnya frustrasi. Mereka membuat komentar pasif-agresif, memulai pertengkaran, atau menciptakan kekacauan emosional yang membuat wanita tidak nyaman.
Membuat Rasa Bersalah
Meskipun pria lemah mungkin menjadi penyebab semua tekanan dalam hubungan, dia akan menemukan segala cara untuk membuatnya tampak seperti pasangan wanitanya yang bersalah. Mereka melakukan ini bentuk manipulasi untuk membuat pasangan merasa rendah. (ndi)
