• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Peneliti Menunjukkan Wajah Kesombongan dan Keegoisan pada Narsisistik
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Peneliti Menunjukkan Wajah Kesombongan dan Keegoisan pada Narsisistik

Redaktur III Jumat, 21 November 2025
Share
3 Min Read
Narsisistik kagum terhadap dirinya sendiri / Foto : freepik
Narsisistik kagum terhadap dirinya sendiri / Foto : freepik

Aktual.co.id – Sebuah studi baru mengungkapkan dua jenis wajah narsisisme yang berbeda, satu berdasarkan keegoisan dan yang lainnya berdasarkan kesombongan.

Diterbitkan dalam Personality and Social Psychology Bulletin, penelitian ini menemukan bahwa meskipun kedua wajah tersebut dipandang negatif, versi yang sombong justru dianggap lebih kompeten dan menarik, terutama bagi orang-orang yang memiliki narsisisme yang tinggi.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Sarah Smith di Universitas Cardiff ini ingin mengeksplorasi mental narsisistik secara lebih langsung dan melibatkan partisipan.

Mereka tertarik pada orang memandang narsisis pada tingkat wajah dan representasi visual ini memengaruhi penilaian sosial, seperti kredibilitas atau potensi kepemimpinan.

Para peneliti berfokus pada dua tema umum dalam definisi narsisme yang populer: keegoisan dan kesombongan. Para ilmuwan menggunakan teknik inovatif yang disebut korelasi terbalik untuk menghasilkan citra wajah dari pikiran partisipan.

Baca Juga:  Kebiasaan Orang yang Terlihat Optimis, Namun Menghancurkan Diri Sendiri

Dalam metode ini, partisipan diperlihatkan wajah dasar netral yang telah dilapisi dengan pola acak gangguan visual. Pada setiap percobaan, mereka melihat dua versi wajah ini, mereka diminta memilih gambar yang paling mewakili kategori tertentu, misalnya, seorang “narsisis”.

Dengan mengulangi proses ini ratusan kali dan merata-ratakan semua pola kebisingan yang dipilih peserta, peneliti dapat menciptakan gambar komposit yang mencerminkan representasi mental individu tersebut terhadap kategori tersebut.

Secara keseluruhan, kedua wajah narsistik tersebut dinilai kurang menarik untuk pertemanan dan hubungan dibandingkan dengan wajah non-narsistik. Mereka dianggap terlibat dalam perilaku hubungan yang toksik.

Namun, ketika membandingkan kedua wajah narsistik tersebut, wajah narsistik-sombong dinilai lebih menarik secara fisik dan lebih menarik untuk hubungan jangka pendek dibandingkan wajah narsistik-egois.

Baca Juga:  Lingkungan Pertemanan Menentukan Kualitas Kesehatan Mental

Sekali lagi, penilai dengan skor narsisme yang lebih tinggi melaporkan merasakan lebih banyak kesamaan dan keakraban dengan wajah narsistik-sombong, yang pada gilirannya memprediksi bahwa wajah tersebut akan lebih menarik secara romantis.

Temuan menunjukkan bahwa representasi visual seseorang tidaklah monolitik. Sebaliknya, representasi tersebut berbeda berdasarkan apakah keegoisan atau kesombongan yang muncul dalam pikiran.

Citra yang diasosiasikan dengan kesombongan tampaknya membawa beberapa sifat yang dihargai secara sosial terkait agensi dan kompetensi, yang tidak ada dalam citra yang diasosiasikan dengan keegoisan.

Penelitian ini juga memajukan pemahaman tentang apa yang disebut sebagai toleransi narsistik. Yaitu kecenderungan narsistik untuk memandang narsisisme lain secara lebih positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan penampilan wajah, tanpa informasi eksplisit apa pun kesombongan menjadi faktor utama memicu efek ini..

Baca Juga:  Konsumsi Buah Alpukat Setiap Hari dapat Memberikan Tidur yang Baik

Para penulis mengakui keterbatasan dalam penelitian mereka. Penelitian ini berfokus pada keegoisan dan kesombongan, tetapi aspek narsisme lainnya, seperti kerentanan, dapat menghasilkan representasi wajah yang berbeda.

Karena penelitian ini dilakukan pada satu titik waktu, mereka tidak dapat secara pasti membuktikan bahwa kesamaan yang dirasakan menyebabkan penilaian positif.

Perlu dicatat partisipan yang menghasilkan wajah tersebut adalah mahasiswa dan sampelnya diambil dari negara Barat. Sehingga penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi persepsi ini pada populasi yang lebih beragam dan lintas budaya untuk melihat apakah gambaran mental ini bersifat universal. (ndi/psypost)

SHARE
Tag :gangguan kecemasanMental healthNarsisistikpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Para lansia berolahraga dengan dumbel kayu dalam acara kesehatan yang menandai "Hari Penghormatan Lansia" Jepang /Foto: REUTERS
Jumlah Lansia Usia di Atas 100 Tahun Mencapai 107 Ribu di Jepang
Selasa, 15 September 2026
Purbaya Budi Sadewa/ Foto: Ist
Purbaya Menyerahkan ke Suahasil dengan Keahliannya Pimpin Kemenkeu
Selasa, 15 September 2026
Aktivitas SPBU di Makassar/ Foto: ANTARA
Pertamina Yakinkan Akan Memulihkan Layanan BBM di Kota Makassar
Selasa, 15 September 2026
Prediksi tampilan Galaxy S27/ Foto: gizmochina
Dirumorkan Samsung Galaxy S27 Menggunakan OLED M16 Terbaru
Selasa, 15 September 2026
Foto Pre Wedding Won Hyun Jun dan Lee Su Jin / Foto: Soompi
Won Hyun Jun dan Lee Su Jin Umumkan Jadwal Pernikahan Mereka
Selasa, 15 September 2026

Mental Health

Ilustrasi peduli terhadap kasus bunuh diri/ Foto: Freepik

Pencegahan Bunuh Diri Menekan Angka Kematian Akibat Bunuh Diri di Dunia

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Mengenal Prof. Dr. Suahasil Nazara yang Dilantik Menjadi Menkeu

Menkeu Suahasil Mengatakan Akan Menjaga Defisit di Bawah 3 Persen

Suahasil Nazara Dilantik Menjadi Menkeu Menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa

KM Virgo Transport 8 Dihantam Ombak Tiga Meter Saat Kecelakaan

Yeji Absen Kegiatan ITZY di Amsterdam Karena Nenek Meninggal Dunia

More News

Pemilik psikopat tidak memiliki kepekaan terhadap perubahan / Foto : Freepik

Psikopat Kesulitan Menterjemahkan Perubahan Sosial

Kamis, 1 Mei 2025
Ilustrasi dimensia /Foto: freepik

Awal Demensia yang Tidak Berhubungan dengan Hilangnya Memori

Rabu, 24 September 2025
Makanan bisa menyebabkan sakit kepala / Foto : Freepik

Makanan Pemicu Sakit Kepala dan Migrain Parah

Jumat, 28 Maret 2025
Penggunaan gadged menurut penilitian bisa mencegah penurunan kognitif / foto : freepik

Menurut Penelitian, Penggunaan Teknologi Dapat Melindungi Fungsi Kognitif di Usia Lanjut

Minggu, 25 Mei 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id