Aktual.co.id – Meskipun memancarkan rasa percaya diri, orang-orang pemilik kepribadian narsisisme tanpa henti mendambakan kekaguman.
Dengan kata lain, orang narsisistik tidak mampu meyakinkan diri sendiri tentang kecemerlangan yang dimilikinya sendiri.
Penelitian yang berkembang menunjukkan kesenjangan antara persepsi dan kenyataan bagi orang-orang narsisistik. Dalam persepsinya, orang dengan gangguan narsisistik memrasa paling menonjol dan paling baik disbanding dengan yang lain.
Namun kenyataannya, dirinya rapuh alias tidak mampu berbuat apapun yang menjadi targetnya. Narsisme adalah sifat kepribadian yang ada di sepanjang spektrum, di mana bagian bawah mencerminkan keseimbangan yang sehat antara harga diri dan kepercayaan diri.
Namun, ujung spektrum yang ekstrem, narsisme dianggap gangguan kepribadian yang memengaruhi 1-2% populasi .
Sebagian besar perilaku narsistik memiliki tingkat yang berbeda-beda. Artinya semakin tinggi memiliki sifat ini, semakin lebar kesenjangan antara persepsi dan kenyataan.
Ciri-ciri yang menonjol pada orang narasisistik sering kali meremehkan orang yang gagal memberi perlakuan khusus kepada dirinya. Di sisi lain orang narsisistik terus-menerus merusak jati diri palsu yang dicoba bangun dan pertahankan.
Orang dengan narsisistik menanggapi kritik dengan cara amarah agresi, dalam upaya melindungi harga diri.
Sebuah studi di Inggris tahun 2021 menemukan orang narsisistik mengalami paranoia ketika seorang peneliti tentang kepribadiannya.
Orang narsisistik merespon dengan marah emosional padahal tidak ada bukti melakukan penyerangan terhadap dirinya.
Penelitian yang dilakukan psikolog AS menemukan bahwa orang-orang narsisistik mengalami peningkatan rasa takut dikucilkan dan menuduh orang lain mengucilkannya, meski tidak ada bukti terkait hal tersebut.
Tim peneliti menganalisis data lebih dari 77.000 partisipan berlangsung dari tahun 2009 hingga 2022. Studi ini menyelidiki hubungan antara narsisisme dengan pengucilan menggunakan survei dan pengambilan sampel pengalaman.
Peneliti menggunakan telepon pintar guna melacak perilaku sampel orang narsisisme. Studi menemukan orang-orang narsisme lebih tinggi mengalami pengucilan yang lebih banyak, dibandingkan kepribadian narsisisme rendah.
Para peneliti menyimpulkan bahwa, pengucilan pada orang narsisisme justru akan meningkatkan gangguan kepribadian narsisisme yang lebih lanjut.
Hal ini dikarenakan ketidakmampuan mereka dalam membaca situasi sosial yang sebenarnya. Temuan ini akan meningkatkan rasa narasisisme yang lebih tinggi seperti marah, emosi karena membutuhkan validasi dari lingkungan sekitar.
Ciri-ciri kepribadian narsistik juga terjadi di kalangan pemimpin politik dibandingkan masyarakat umum. Teori konspirasi menarik bagi politisi terutama pada masa-masa yang menantang kebutuhan akan superioritas dan kekuasaan. (ndi)
