• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Orang Kurang Empati Menunjukkan Perilaku Ini Tanpa Disadari
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Orang Kurang Empati Menunjukkan Perilaku Ini Tanpa Disadari

Redaktur III Minggu, 18 Mei 2025
Share
3 Min Read
Kadang tidak sadar jika membicarakan tentang diri sendiri / Foto : Freepik
Kadang tidak sadar jika membicarakan tentang diri sendiri / Foto : Freepik

Aktual.co.id – Empati bukan tentang bersikap baik melainkan, hadir, tersedia, terbuka. Namun banyak orang yang tampak dingin, tidak peduli secara emosional. Inilah bagian dari kekurang empati.

Artikel ini bukan tentang menghakimi orang yang kesulitan berempati. Artikel ini tentang membantu mengenali tanda-tanda kurang empati sehingga dengan kesadaran penuh bisa menghindari perilaku tersebut. berikut ciri yang ditulis oleh  Lachlan Brown.

Mengandalkan Logika atau Analisis

Ketika seseorang menanggapi emosi dengan logika dingin kemudian mengucapkan ‘Yah, secara statistik…”, kalimat tersebut menandakan pemutusan hubungan emosional. Empati bukan tentang memahami pengalaman seseorang berdasarkan literatur. Melainkan merasakan perasaan orang lain.

Menghindari Percakapan yang Sulit

Menghadapi emosi orang lain bisa mengancam bagi seseorang untuk menghindar. Akhirnya memilih menutup diri, mengalihkan topik pembicaraan, atau menghilang begitu saja.

Baca Juga:  Kata yang Digunakan Orang Cerdas untuk Mengatakan 'Diam' dengan Sopan

Ketahuilah, percakapan yang sulit adalah tempat empati tumbuh. Artinya tetap hadir dalam keadaan percakapan yang rumit sekalipun.

Jarang Meminta Maaf

Orang yang kurang empati sering tidak sadar jika tindakannya berdampak pada orang lain. Dalam beaknya merasa paling benar sampai – sampai tidak menyadari penderiaan orang lain.

Empati adalah kemampuan untuk berkata peduli terhadap orang lain dalam bentuk kehadiran serta memahami beban dari orang lain.

Mudah Terganggu oleh Ekspresi Emosional

Menangis membuat orang kurang empai tidak nyaman. Kemarahan terasa seperti serangan pribadi. Keluhan dianggap sebuah kerapuhan.

Kondisi ini menantang kendali emosi  orang yang tidak memiliki empati. Sejatinya, empati mengharuskan untuk melepaskan, melembutkan, membiarkan.

Kesulitan Mengenali Isyarat Emosioan yang Halus

Baca Juga:  Sikap Orang-orang yang Dibesarkan dalam Rumah Tangga yang Dingin, Menurut Psikololgi

Orang yang kurang empati sering kali tidak menyadari tanda-tanda keheningan: jeda sebelum berbicara, nada suara menurun, keheningan yang berkepanjangan. Ini bukan sekadar momen canggung melainkan sinyal emosional.

Mengembangkan kesadaran membantu orang lebih menyadari momen-momen halus ini. Ketika seseorang tidak terlalu terpaku pada diri sendiri, maka akan mulai merasakan orang lain dengan lebih jelas.

Fokus pada Diri Sendiri

Pernah berbagi sesuatu yang rentan, hanya untuk mendengar, “Oh, itu juga terjadi padaku—biarkan aku menceritakannya padamu!.”

Kalimat di atas terkesan empati karena ikut berbagi, padahal sinyal tersebut adalah sinyal untuk fokus terhadap diri sendiri. Empati adalah hadir untuk  mendengarkan terlebih dahulu serta memahami beban orang lain.

Meremehkan Emosi

Frasa seperti “jangan khawatir,” atau “kamu terlalu sensitif” sering kali muncul karena ketidaknyamanan terhadap emosi. Mencoba membantu meminimalkan rasa sakit hanya membuat orang lain merasa lebih sendirian.

Baca Juga:  Pertanda Karakter Orang Menyalakan TV Saat Tidur

Memberi Nasihat daripada Mendengarkan

Ketika seseorang kesakitan, dorongan untuk “memperbaiki” keadaan dapat mengambil alih. Namun, sering kali, orang tidak menginginkan solusi—mereka menginginkan kehadiran.

Empati bukan tentang pemecahan masalah. Empati adalah tentang mendampingi seseorang dalam ketidaknyamanannya tanpa berusaha menghindarinya.

Menyela atau Berbicara di atas Orang Lain

Orang seperti ini berpikir bersemangat atau bergairah ketika bertukar pikiran. Sehingga sering mendominasi pembicaraan dan tidak mempedulikan kebutuhan emosi orang lain.

Belajar untuk mengendalikan diri ketika berdiskusi atau bertukar pendapat dengan orang lain. Karena cukup mendengar saja sudah bagian dari menghargai pendapat orang lain. (ndi)

SHARE
Tag :kesehatan jiwaMental healthPsikolog

Berita Aktual

Samsung Galaxy/ Foto: gizmochina
Bocoran Galaxy A38 Bocor dengan Berbagai Spesifikasi
Sabtu, 17 Oktober 2026
Aktifitas pemandaman kebakaran hutan dan lahan/ Foto: vietnam
Singapura Menyiapkan Tuntutan Hukum Terhadap Perusahaan Pembakar Hutan di Indonesia
Sabtu, 17 Oktober 2026
Penampakan erupsi Gn Semeru/ Foto: ANTARA
Gunung Semeru Mengalami Erupsi Tinggi Letusan 1 Kilometer
Sabtu, 17 Oktober 2026
Triton Aviation / Foto: vn
Pesawat Triton Aviation Mendarat Darurat Akibat Pintu Pesawat Terbuka
Sabtu, 17 Oktober 2026
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres / Foto : capture ANTARA
Sekjen PBB Antonio Guterres Akan Berkunjung ke Indonesia
Sabtu, 17 Oktober 2026

Mental Health

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik

Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres

Ilustrasi Ghosting/ Foto: Psypost

Penelitian Menunjukkan Orang yang Ghosting Memiliki Perasaan Lebih Buruk daripada yang Dighosting

Ilustrasi kebosanan/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Kebosanan Bisa Memicu Sikap Agresif

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres

Ahmad Hidayat Gabung PSI Sesuai Semangat Soekarnoisme dan Marhaenisme

Letjen TNI Kristomei Sianturi Dilanti Menjadi Kepala BNPB

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Menjabat Wakil Panglima TNI dan Kepala BNPPDT

More News

Kepribadian Ekstroversi, Narsisme dan Histrionik Memiliki Keinginan Menjadi Influencer

Selasa, 3 Juni 2025
Ilustrasi orang sakit flu/ Foto: freepik

Mengenal dan Pengobatan Superflu yang Kini Menjadi Perbincangan Publik

Kamis, 15 Januari 2026
Seorang penderita depresi sedang berkonsultasi kepada profesional / Foto : freepik

Studi Baru Adanya Keterkaitan Depresi dengan Percepatan Penuaan pada Otak

Senin, 26 Mei 2025
Pria penuh kontrol ditandai dengan penampilan yang menawan / Foto : HS

Perilaku Pria yang Tidak Mencintai Hanya Ingin Mengendalikan Pasangan

Sabtu, 26 April 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id