Aktual.co.id – Di permukaan orang ini tampak seperti suka berpesta, selalu bersemangat, selalu antusias, namun dikehidupan nyata menghadapi kenyataan yang berbeda.
Ada kebiasaan yang tampak dipermukaan seperti orang yang optimis penuh semangat, namun setelah menyelami keadaan aslinya orang ini menunjukkan kerapuhan serta hancur secara mental.
Berikut analisa psikolog Eliza Hartley melihat orang yang penuh optimis namun menyimpan persoalan mental yang ada di dalam dirinya.
Terus-menerus Mencari Validasi
Orang yang sering terlihat ceria di depan umum bisa jadi untuk menyenangkan orang lain. Orang ini senang dengan persetujuan dan validasi dari orang lain. Penampilan luarnya yang positif dan energik sering kali menuai banyak pujian.
Pujian ini terasa menyenangkan. Namun, masalah muncul ketika validasi eksternal ini menjadi sandaran untuk membuatnya senang dengan diri sendiri.
Penting untuk dipahami bahwa nilai seharusnya tidak bergantung pada orang lain. Validasi diri jauh lebih penting dengan belajar dari diri sendiri tentang apa adanya.
Memilah Emosi Diri
Orang ini berusaha menekan perasaan yang sebenarnya, hanya membiarkan perasaan positif muncul ke permukaan ketika bersama orang lain.
Namun, tindakan ini dapat menyebabkan kelelahan emosional. Saat sendiri emosi ini muncul dan mengakibatkan ‘kehancuran’.
Penting untuk dipahami bahwa tidak apa-apa mengungkapkan perasaan yang sebenarnya, baik positif maupun negatif. Emosi dimaksudkan untuk dirasakan dan diungkapkan, bukan disimpan.
Merasa Bertanggung jawab atas Kebahagiaan Orang Lain
Peduli terhadap kebahagiaan orang lain merupakan sifat yang baik. Orang yang tampak bersemangat di depan umum sering kali menunjukkan hal ini, yakni berusaha membangkitkan semangat orang lain.
Padahal membawa beban tanggung jawab orang lain ini dapat membuatnya terpuruk. Sungguh menguras emosi jika harus menjadi penghibur orang lain, terutama saat sedang berjuang melawan kesulitan sendiri.
Jarang Meminta Bantuan
Pernahkah memperhatikan bagaimana orang yang terlalu bersemangat tampak mampu mengendalikan segalanya? Orang ini menangani tugas-tugas dengan mudah dan tidak pernah membutuhkan bantuan.
Ketahuilah ini adalah kebiasaan yang bisa menghancurkan diri sendiri. Orang ini ragu meminta bantuan, karena merasa mampu.
Kepribadiannya seolah berkembang pesat berkat citra kemandirian dan ketahanan. Padahal menyimpan hal yang bisa menghancurkan diri sendiri akibat sikapnya dalam kepura-puraan.
Sering Kali Berprestasi Berlebihan
Orang-orang yang optimis sering kali memiliki satu ciri umum yakni menjadi orang berprestasi. Dirinya berusaha untuk unggul dalam setiap aspek kehidupan pekerjaan, hubungan, atau tujuan pribadi.
Kebutuhan terus-menerus untuk meraih kesuksesan mendorong persona publik positif dan berambisi. Dorongan untuk berprestasi juga dapat berasal dari rasa takut gagal atau tidak mampu.
Di balik pintu beban ekspektasi ini dapat menyebabkan dirinya hancur. Upaya untuk mencapai kesempurnaan membuat merasa terkuras, cemas, dan tidak puas dengan diri sendiri.
Kesulitan Mengatakan Tidak
Keinginan mempertahankan citra positif dapat menyebabkan melakukan komitmen yang berlebihan. Dalam sebuah penelitian oleh Universitas California di San Francisco, para peneliti menemukan hubungan antara kesulitan mengatakan ‘tidak’ dengan stres, kelelahan, dan depresi.
Secara pribadi, orang-orang ini sering kali kewalahan dengan banyaknya komitmen yang dibuat. Orang ini kesulitan memenuhi komitmen sehingga menyebabkan rasa bersalah, stres, dan gagal.
Tidak apa-apa menetapkan batasan dan memprioritaskan kebutuhan diri. Mengatakan ‘ya’ untuk segala hal sama halnya merampas kesejahteraan diri.
Menghindari Membahas Perjuangan Pribadi
Orang ini setiap kali menggali tentang keadaan sebenarnya dia mengalihkan pembicaraan.Di depan umum, dia menghindari menyebutkan kesulitan pribadi.
Namun secara pribadi, dia menghadapi kecemasan luar biasa. Kebiasaan ini umum di antara yang tampak bersemangat tetapi diam-diam hancur saat sendiri.
Ketahuilah penting melakukan percakapan yang terbuka dan jujur tentang kesehatan mental karena setiap orang punya masalahnya dan tidak apa-apa jika tidak baik-baik saja.
Selalu Aktif
Orang ini selalu dalam mode ‘berkinerja’, selalu siap menampilkan yang terbaik. Baik itu rapat kerja, arisan, atau perbincangan santai, orang ini lambang keceriaan dan antusiasme.
Saat sendirian, orang ini sering kali terjatuh, menurunkan kewaspadaan dan menyerah pada kelelahan. Memahami ini tidak hanya membantu mengenali seseorang namun juga mendorong untuk mempraktikkan perawatan diri dan keseimbangan dalam hidup. (ndi)
