Aktual.co.id – Meski bukan diagnosis resmi, psikopat menggambarkan seseorang yang tidak berperasaan, tidak punya emosi, dan buruk secara moral.
Kepribadian ini sulit dikenali, mengingat 29% dari populasi umum menunjukkan satu atau lebih ciri psikopat , seperti antisosial, impulsivitas, daya tarik yang dangkal, dan kurangnya empati.
Namun menurut penelitian yang terbaru diterbitkan Arsip Perilaku Seksual, cukup melihat wajah seorang wanita dapat mengungkap apakah dia seorang psikopat.
Studi tersebut menemukan bahwa jumlah riasan yang dikenakan wanita dapat mengungkapkan seseorang psikopat atau bukan.
Para peneliti mensurvei 1.410 wanita Brasil tentang kebiasaan penggunaan riasan dan meminta untuk menyelesaikan survei daring yang mengukur ciri-ciri tiga serangkai prilaku gelap seperti narsisme, machiavellianisme, dan psikopati.
“Hasil penelitian menunjukkan penggunaan riasan berhubungan dekat dengan narsisme dan ekstroversi, dan negatif pada psikopati,” demikian laporan tersebut. Dengan kata lain, wanita yang memakai banyak riasan mendapat skor tinggi pada skala narsisme, sedangkan yang kurang mendapat skor pada psikopati.
Dalam situasi sosial misalnya di rumah, pertemuan bisnis, dan di pusat kebugaran menjelaskan bahwa wanita psikopati cenderung tidak memakai lipstik, eyeliner, dan perona pipi.
Namun bukan berarti semua wanita yang tidak memakai riasan adalah psikopat. Perlu ada pembahasan detail setiap kepribadian apakah wanita tersebut psikopat atau bukan. Karena untuk mencapai kesimpulan psikopat membutuhkan tahapan yang panjang.
Menurut data dari YouGov, 26% wanita di Amerika Serikat tidak pernah memakai riasan. Bukan berarti seperempat wanita AS atau sekitar 42 juta orang adalah psikopat.
Sulit untuk mengukur berapa banyak psikopat yang ada di luar sana. Kemungkinan jumlahnya bisa kurang dari 1% dari populasi.
Psikopati telah lama menjadi gangguan yang didominasi laki-laki. Menurut Dr. Clive Boddy, seorang pakar terkemuka tentang psikopat menjelaskan, perilaku psikopat perempuan tampaknya cukup halus dan kurang kentara dibandingkan psikopat laki-laki oleh karena itu sulit sekali dikenali.
Sebuah studi tahun 2023 yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Individual Differences menemukan bahwa psikopat wanita cenderung menundukkan kepala dengan kaku saat berbicara.
Penelitian ini melibatkan 213 wanita yang dipenjara antara usia 21 dan 57 tahun dari fasilitas pemasyarakatan keamanan menengah dan maksimum di AS.
Para wanita tersebut dinilai berdasarkan ciri-ciri psikopat, selama wawancara, algoritma deteksi otomatis digunakan untuk memantau gerakan kepala para wanita ini.
“Pola gerakan dan dinamika kepala telah dikaitkan dengan berbagai bentuk psikopatologi,” para peneliti menjelaskan.
Vladimir Hedrih mencatat bahwa hasil penelitian menunjukkan individu dengan ciri-ciri psikopat yang menonjol cenderung lebih sedikit menggerakkan kepala selama wawancara dibandingkan dengan wanita yang memiliki ciri-ciri dalam kadar psikopat lebih rendah.
Namun dia menjelaskan ciri khas wanita psikopat adalah kurangnya rasa bersalah, empati, dan kurangnya respons emosional. (ndi/yourtango)
