Aktual.co.id – Berkumpul bersama merupakan moment yang membahagiakan. Namun bagaimana jika keluarga tersebut dipenuhi orang yang memiliki sifat racun.
Berikut cara menghadapi keluarga yang mempunyai sifat racun seperti yang ditulis oleh Isabella Case berdasarkan pengalaman serta literatur psikologi.
Bersandar Pada Kesadaran Diri dan Perawatan Diri
Artinya mengenali kapan sudah merasa cukup dan kapan memerlukan rutinitas perawatan diri yang lebih mendalam pasca-pertemuan.
Perawatan diri bisa berbagai cara seperti menulis jurnal, ikut yoga, berolah raga ringan, atau kegiatan yang bersifat rekreasi. Tidak lupa sambal instropeksi diri apakah pertemuan dengan saudara cukup membuat mental membaik.
Fokus pada Hal Positif
Sangat mudah untuk terpaku pada hal-hal yang negatif. Saat salah satu keluarga menekan tombol emosi negative, maka segera perkuat kesadaran awal tujuan untuk pertemuan kali ini.
Tetap fokus pada hal positif agar bisa menekan untuk tidak terlibat dalam perbincangan yang bernada negatif. Menurut Isabella Case, agar tidak terlepas kontrol kepercakapan negatif, catat lebih dahulu bahwa kegiatan nanti adalah hal positif.
Gunakan Strategi Keluar yang Penuh Perhatian
Semua akrab dengan ungkapan ‘lawan atau lari.’ Dalam situasi keluarga yang tegang, kecerdasan emosional mencakup mengenali kapan melarikan diri. Namun dilakukan secara wajar dan tidak harus dramatis.
Cara paling nyaman adalah keluar untuk mencari udara yang segar. Seperti pergi keluar rumah, atau penghindaran ke tempat yang tidak jauh dari pertemuan tersebut.
Bersantai beberapa menit dapat memberikan keajaiban saat ketegangan meningkat. Keluar dengan penuh kesadaran bukanlah penghindaran, melainkan istirahat sejenak menyusun kembali pikiran.
Batasi Paparan Negatif Bila Perlu
Terkadang pilihan yang paling penuh kasih adalah menjauh. Jika komentar kerabat yang beracun berulang tanpa henti, maka pola membatasi interaksi dapat menjadi tindakan perawatan diri.
Ini bukan berarti pemutusan hubungan secara total, namun meminimalkan situasi tidak terpapar pembicaraan negative. Sebab jika terpapar perkataan negative maka menurut Harvard Health , stres kronis berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik, menyebabkan masalah seperti kecemasan dan tekanan darah tinggi.
Beralih dari Reaksi ke Rasa Ingin Tahu
Ketika saudara yang beracun mulai memuntahkan kenegatifan, salah satu hal tersulit adalah menahan keinginan untuk membalasnya. Maka gunakan cara rasa ingin tahu kenapa dia mengatakan hal tersebut.
Cobalah mengajukan pertanyaan, “Mengapa Anda merasa seperti itu?” atau “Apa yang paling Anda khawatirkan tentang hal itu?”
Pertanyaan-pertanyaan itu tidak dimaksudkan membenarkan pernyataan-pernyataan yang kejam namun mengalihkan pembicaraan dari konfrontasi mentah ke ruang yang lebih reflektif. Sehingga dengan pertanyaan tersebut bisa membelokkan pikiran mereka.
Latihan Kehadiran Tanpa Kesempurnaan
Orang-orang yang memiliki kecerdasan emosional tidak menjadi tamu yang sempurna. Mereka hadir begitu saja dengan kesadaran apa adanya yang dimiliknya.
Jika seseorang mengkritik atau mencemooh pilihan hidup, maka bisa dilakukan pengalihan pembicaraan atau diam tanpa interaksi.
Hadir dalam pertemuan dibutuhkan kesadaran tinggi serta latihan agar tidak memicu emosi saat bersama keluarga yang penuh racun.
Siapkan Batasan Mental
Kecerdasan emosional sering kali topik apa yang tidak boleh dibicarakan dan bagaimana menjauh jika keadaan menjadi panas.
Jika berkomitmen menghindari perdebatan tentang karier, hubungan, atau keuangan, cobalah berlatih secara mental memberikan tanggapan yang sopan namun tegas. Di sinilah batasan bisa menjadi tidak kentara.
Batasan pribadi membuat merasa aman apa pun yang dikatakan orang lain. Cara ini bukan tentang mengucilkan melainkan untuk melindungi kedamaian diri.
Tetap dalam Ketenangan
Latihan kesadaran dapat menurunkan respons stres dengan mengalihkan perhatian saat ini. Terapi ketenangan bisa dalam bentuk mengambil napas dalam-dalam beberapa kali atau melakukan meditasi pemindaian tubuh cepat.
Ritual kecil ini berfungsi sebagai pengingat punya pilihan menanggapi konflik. Saat komentar beracun itu muncul maka bisa dideteksi lebih awal sehingga tidak memunculkan respon negatif. (ndi)
