• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Penelitian Neurosains Mengungkapkan Adanya Defisit Antioksidan Otak pada Orang Depresi
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Penelitian Neurosains Mengungkapkan Adanya Defisit Antioksidan Otak pada Orang Depresi

Redaktur III Senin, 23 Juni 2025
Share
4 Min Read
Ilustrasi seorang konsultasi karena depresi / Foto : freepik
Ilustrasi seorang konsultasi karena depresi / Foto : freepik

Aktual.co.id – Sebuah meta-analisis baru yang diterbitkan dalam jurnal Psychopharmacology telah menemukan bahwa individu yang didiagnosis gangguan depresi mayor cenderung memiliki kadar glutathione yang rendah di area otak tertentu yang dikenal korteks oksipital.

Temuan ini menambah bukti menghubungkan depresi dengan stres oksidatif dan menunjukkan antioksidan otak dapat berperan dalam memahami atau berpotensi mengobati gangguan tersebut.

Gangguan depresi mayor adalah kondisi kesehatan mental yang meluas dan memengaruhi ratusan juta orang di seluruh dunia.

Kondisi ini dikaitkan dengan berbagai gejala, termasuk kesedihan yang terus-menerus, kelelahan, kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya menyenangkan, serta gangguan fungsi kognitif dan fisik.

Para ilmuwan telah menyelidiki kemungkinan penyebab biologis depresi, termasuk perubahan dalam sistem neurotransmitter dan aktivitas imun.

Salah satu area yang menarik adalah peran stres oksidatif, yang terjadi ketika produksi molekul reaktif tubuh melampaui pertahanan antioksidannya.

Baca Juga:  Tanda Wanita yang Hidupnya Tampak Sempurna Namun Tidak Bahagia

Glutathione merupakan antioksidan paling melimpah yang ditemukan di otak. Glutathione berperan melindungi sel-sel otak dari kerusakan oksidatif dengan menetralkan molekul berbahaya yang dikenal sebagai radikal bebas.

Ketika keseimbangan antara molekul oksidatif dan antioksidan terganggu, sel-sel dapat rusak, yang berpotensi memperburuk berbagai penyakit termasuk kondisi neuropsikiatri seperti depresi.

Beberapa penelitian menunjukkan individu dengan depresi memiliki kadar glutathione yang lebih rendah dalam darah atau jaringan otak pasca-mortem.

Tetapi hingga saat ini, masih belum jelas apakah perbedaan ini dapat diamati pada orang yang masih hidup menggunakan teknik pencitraan otak.

Untuk menyelidiki pertanyaan ini, tim melakukan meta-analisis—metode yang menggabungkan hasil dari beberapa penelitian untuk menghasilkan estimasi efek yang lebih komprehensif dan dapat diandalkan secara statistik.

Baca Juga:  Fakta Orang Introvert Adalah Berfikir Lama Sehingga Asing dengan Teman Dekat

Dalam kasus ini, para peneliti menelusuri tiga basis data ilmiah untuk penelitian yang menggunakan teknik pencitraan otak.

Teknik ini disebut spektroskopi resonansi magnetik proton untuk mengukur kadar glutathione pada orang dengan depresi.

Setelah menyaring total 178 publikasi, para peneliti mengidentifikasi delapan studi yang memenuhi kriteria inklusi.

Studi ini menyediakan data dari 230 orang dengan gangguan depresi mayor dan 216 orang kontrol yang sehat. Semua peserta dinilai depresi berdasarkan sistem diagnostik yang banyak digunakan, dan studi harus menyediakan data yang cukup tentang kadar glutathione untuk memungkinkan perbandingan statistik.

Para peneliti berfokus pada area otak tertentu setidaknya tiga penelitian telah dilakukan: korteks oksipital dan korteks frontal medial.

Korteks oksipital terletak di bagian belakang otak dan terlibat dalam pemrosesan visual, sedangkan korteks frontal medial terletak di dekat depan otak dan berperan pengaturan emosi dan pengambilan keputusan.

Baca Juga:  Kebiasaan Sehari Hari Orang yang Hidup Bahagia

Area otak lainnya tidak disertakan dalam meta-analisis kali ini, karena terlalu sedikit yang tersedia untuk dijadikan perbandingan.

Namun, penulis mengakui terdapat adanya keterbatasan. Pertama, jumlah penelitian yang sedikit, terutama daerah otak di luar korteks oksipital dan frontal medial.

Beberapa penelitian harus dikecualikan karena tidak memiliki data yang diperlukan atau hanya tersedia dalam bentuk abstrak.

Keterbatasan lain kurangnya data yang konsisten mengenai karakteristik klinis seperti tingkat keparahan gejala, penggunaan obat, atau kondisi komorbid.

Faktor-faktor ini dapat memengaruhi kadar glutathione tetapi tidak dapat diperiksa dalam meta-analisis. Selain itu, penelitian melibatkan peserta dengan usia dan durasi penyakit yang berbeda-beda, yang dapat berkontribusi terhadap perbedaan kimia otak. (ndi/psypost)

SHARE
Tag :gangguan kepribadiankesehatan jiwakesehatan mentalMental health
Ad imageAd image

Berita Aktual

Mencuci tangan/ Foto: freepik
Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa
Kamis, 15 Oktober 2026
Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik
Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres
Kamis, 15 Oktober 2026
Ha Jung Woo dan Cha Jung Won / Foto: soompi
Ha Jung Woo dan Cha Jung Won Umumkan Pernikahan
Rabu, 14 Oktober 2026
Antrian pembeli BBM di SPBU Denpasar, Bali/ Foto: ANTARA BALI
Bahlil: Kendaraan Antrian BBM Diduga Karena Isu Distribusi di Bali
Rabu, 14 Oktober 2026
Kepulan asap rudal yang dicegat di Riyadh/ Foto: anadolu
Empat Orang Terluka dan 15 Rumah Rusak Setelah Rudal Houthi Dicegat Jatuh di Riyadh
Rabu, 14 Oktober 2026

Mental Health

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik

Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres

Ilustrasi Ghosting/ Foto: Psypost

Penelitian Menunjukkan Orang yang Ghosting Memiliki Perasaan Lebih Buruk daripada yang Dighosting

Ilustrasi kebosanan/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Kebosanan Bisa Memicu Sikap Agresif

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

KPK Menangkap 14 Orang dalam OTT di Lingkungan BNPB

Penelitian Menyebutkan Kebosanan Bisa Memicu Sikap Agresif

Pemerintah Thailand Mendorong Pensiun Dini Bagi Pegawai Negeri Sipil

Israel Menolak Penerbangan Ethiopian Airlines Tujuan Tel Aviv Kerena Pilot WNI

Dirut PT Pertamina Meminta Maaf Atas Antrian Konsumen BBM di Bali

More News

Gita Savitri Devi alias Gitasav

Media Sosial Dihebohkan Pandangan Childfree oleh Selebgram Gitasav

Kamis, 13 Maret 2025
Ilustrasi direndahkan / Foto: freepik

Tips Menghadapi Orang Beracun yang Ingin Menjatuhkan

Jumat, 14 November 2025
Ilustrasi tersinggung / Foto : geediting

Melatih Diri dari Sikap yang Mudah Tersinggung

Minggu, 7 Desember 2025
Jarang bertanya memilikiciri khas pada kepribadian seseorang / Foto : Freepik

Jika Seseorang Tidak Pernah Bertanya, Menurut Psikologi Menyimpan Sifat Berikut Ini

Rabu, 28 Mei 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id