• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Penelitian Ada Keterkaitan Antara Kafein dan Tingkat Depresi
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Penelitian Ada Keterkaitan Antara Kafein dan Tingkat Depresi

Redaktur III Kamis, 29 Mei 2025
Share
4 Min Read
Ilustrasi konsumsi kafein pada kopi dan depresi / Foto : Freepik
Ilustrasi konsumsi kafein pada kopi dan depresi / Foto : Freepik

Aktual.co.id – Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Complex Psychiatry menemukan bahwa orang dengan riwayat depresi yang mengonsumsi kafein dalam jumlah tinggi cenderung melaporkan tingkat tekanan psikologis yang lebih tinggi.

Para peneliti juga menemukan bahwa perbedaan genetik tertentu dikaitkan dengan seberapa banyak kafein yang diminum orang dan seberapa sensitif terhadap efeknya. Meskipun penggunaan kafein tidak terkait erat dengan kepuasan tidur, orang yang mengatakan kafein mengganggu tidur biasanya mengonsumsi lebih sedikit kafein.

Penelitian ini dirancang untuk meneliti hubungan antara konsumsi kafein, kepuasan tidur, dan tekanan psikologis pada orang dengan riwayat depresi.

Penelitian ini juga ingin menjawab apakah varian genetik dapat menjelaskan hubungan ini. Kafein adalah zat psikoaktif yang paling banyak digunakan di dunia, yang sering dipuji karena efeknya yang meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga:  Sikap Seseorang yang Menyembunyikan Kekejaman Dibalik Kesopanan Menurut Analisa Psikologi

Dosis yang lebih tinggi, atau pada individu yang sensitif, kafein dapat meningkatkan kecemasan dan mengganggu tidur. Meskipun penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kafein dalam jumlah sedang dapat mengurangi risiko timbulnya depresi pada individu yang sehat.

Untuk menyelidiki pertanyaan tersebut, peneliti menggunakan data dari Australian Genetics of Depression Study. Lebih dari 11.000 orang dewasa yang telah didiagnosis depresi mengisi kuesioner terperinci tentang konsumsi kafein, tidur, dan kesehatan mental.

Dari jumlah tersebut, sekitar 9.000 memberikan sampel DNA, untuk diperiksa perbedaan genetik yang sebelumnya dikaitkan dengan metabolisme dan sensitivitas kafein.

Konsumsi kafein diukur menanyakan kepada peserta berapa banyak porsi kopi, teh, minuman ringan, dan minuman berenergi berkafein yang biasanya diminum per hari. Peserta dikelompokkan menjadi konsumen kafein rendah (0–2 minuman), sedang (3–5 minuman), atau tinggi (6 minuman atau lebih).

Baca Juga:  Perilaku Pasif Agresif yang Merusak Mental Semua Orang dalam Menjalin Komunikasi

Distres psikologis dinilai menggunakan Skala Distres Psikologis Kessler, ukuran umum yang digunakan untuk gejala kecemasan dan depresi. Kepuasan tidur diukur dengan satu pertanyaan dari Indeks Keparahan Insomnia.

Para peneliti menggunakan model regresi linier untuk memeriksa bagaimana penggunaan kafein berhubungan dengan tekanan dan kepuasan tidur, dengan menyesuaikan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, dan penggunaan zat lain seperti alcohol, nikoti, dan pereda nyeri.

Analisis menemukan bahwa peserta yang minum enam atau lebih kafein per hari mendapat skor lebih tinggi pada skala tekanan psikologis dibandingkan yang mengonsumsi lebih sedikit minuman tersebut.

“Pekerjaan kami difokuskan pada mereka yang didiagnosis dengan depresi,” kata McIntosh kepada PsyPost. Konsumsi kafein yang lebih tinggi dikaitkan dengan tingkat stres saat ini lebih tinggi pada orang-orang terlepas dari kualitas tidur.

Baca Juga:  Ini Alasan Orang Manipulasi Jarang Meminta Secara Langsung

Ukuran efeknya tidak besar tetapi signifikan secara statistik. Namun, kami tidak dapat menetapkan hubungan kausal karena peserta dapat meningkatkan konsumsi kafein sebagai respons terhadap gejala depresi seperti kelelahan atau kurangnya motivasi.

Varian genetik umum memainkan peran yang cukup besar dalam cara tubuh menangani kafein dan dikaitkan dengan konsumsi minuman berkafein dalam jumlah yang banyak atau lebih sedikit.

Peringatan lainnya adalah sampel penelitian terdiri dari orang-orang dengan riwayat depresi. Ini berarti hasilnya tidak berlaku untuk populasi umum, terutama yang tidak memiliki kondisi kesehatan mental.

Penelitian di masa mendatang dengan menggunakan ukuran asupan kafein yang lebih tepat dan desain longitudinal dapat membantu menjelaskan bagaimana hubungan ini berkembang seiring waktu. (ndi)

SHARE
Tag :kesehatan mentalMental healthPsikologPsikologi Kepribadian
Ad imageAd image

Berita Aktual

Helikopter yang sedang melakukan pemadaman api / Foto: AP
Dua Helikopter Bertabrakan di Udara Saat Memadamkan Kebakaran di Yunani
Senin, 3 Agustus 2026
Erupsi Gunung Semeru/ Foto: capture ANTARA
Gunung Semeru Mengalami Erupsi 300 Hingga 700 Meter di Atas Pucak
Senin, 3 Agustus 2026
Diding Boneng/ Foto: Courtesy Kompas
Aktor Senior Diding Boneng Meninggal Dunia
Senin, 3 Agustus 2026
iPhone Air/ Foto: GSM Arena
iPhone Air 2 Diperkirakan Diluncurkan pada Kuartal Pertama Tahun 2027
Senin, 3 Agustus 2026
Spanyol memasang penghalang apung mencegah migran menyeberangi perbatasan / Foto: AFP
Jumlah Korban Tewas Sebanyak 90 Orang dalam Krisis Migrasi Maroko ke Spanyol
Senin, 3 Agustus 2026

Mental Health

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ilustrasi manipulasi/ Foto: freepik

Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Ilustrasi menenangkan diri/ Foto: freepik

Seni Menenangkan Diri untuk Menghadapi Setiap Persoalan

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Harga BBM Non Subsidi Bersama – Sama Turun Per 1 Agustus 2026

Gubernur Khofifah Memberikan Keringanan Pembayaran Pajak Kendaraan Selama Agustus 2026

Awal Agustus Merupakan Perayaan Diterbitkan Kisah Spiderman di Dunia Komik

Tarif Listrik Awal Agustus Tidak Ada Perubahan untuk Pelanggan Subsidi atau Nonsubsidi

Gempa Bumi Magnitudo 5,8 Melanda Lepas Pantai Prefektur Aomori di Jepang

More News

Kurang tidur bisa berpengaruh pada otak dan mood seseorang / Foto : Freepik

Pola Otak Ditemukan Berbeda pada Gangguan Tidur Dibandingkan dengan Kurang Tidur

Selasa, 29 April 2025
Ilustrasi menikmati kesendirian/ Foto : freepik

Peneliti Menghubungkan Sinar Matahari dengan Kesehatan Mental

Kamis, 10 Juli 2025
Orang yang memilki mental kuat tidak mudah vialidasi ekseternal/ Foto: freepik

Berikut Ciri Orang yang Mimiliki Stabilitas Mental Dalam Diri

Selasa, 10 Februari 2026
Iustrasi mengambil napas dalam / foto : freepik

Latihan Pernapasan dapat Meningkatkan Kontrol Emosi, Menurut Penelitian

Minggu, 6 Juli 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id