Aktual.co.id – Semua orang pernah berhadapa dengan orang yang tidak bertanya sama sekali ketika berada di dalam sebuah kelompok.
Bahkan orang ini lebih banyak bercerita tentang dirinya sendiri, prestasinya, serta kejadian dalam hidupnya.
Kepribadian ini menjadi catatan buat para peneliti psikologi kepribadian tentang perilaku serta sifat yang mendasari orang tersebut.
Lemahnya Berpikir Kritis
Jika seseorang tidak pernah mengajukan pertanyaan, mungkin tidak meneliti informasi atau sudut pandang pada tingkat yang lebih dalam.
Orang yang aktif mempertanyakan lingkungan dan pengalaman cenderung mendeteksi misinformasi dan cenderung tidak jatuh ke dalam bias kognitif .
Berpikir kritis yang lemah tidak hanya berarti menerima kepalsuan; tetapi juga kehilangan kesempatan untuk membentuk opini yang menyeluruh.
Kerendahan Hati yang Dangkal
Kerendahan hati yang sejati bukan tentang merendahkan diri sendiri. Kerendahan hati yang sejati adalah menyadari bahwa tidak memiliki semua jawaban dan selalu ada hal yang perlu dipelajari.
Seseorang yang tidak pernah bertanya mungkin tidak mempraktikkan kerendahan hati semacam ini. Banyak yang ketakutan jika melontarkan pertanyaan namun terjebak dalam pertanyaannya tersebut.
Rendahnya Kesadaran Diri
Mungkin mengejutkan mengaitkan kurangnya pertanyaan tentang orang lain dengan rendahnya kesadaran diri. Orang yang memiliki kesadaran diri akan memiliki kemampuan untuk menyikapi pertanyaan balik jika dirinya bertanya.
Jika ada orang yang tidak pernah bertanya, mungkin tidak melihat titik-titik yang tersembunyi. Orang seperti ini akan beranggapan bahwa perspektif yang dimiliki sudah lengkap, padahal masih banyak sisi lain yang belum terungkap.
Perspektif Sempit
Seseorang yang tidak pernah bertanya juga bisa memiliki perspektif yang terbatas terhadap dunia.
Pertanyaan memperluas pandangan dan menantang untuk melihat lebih jauh dari diri sendiri.
Mengajukan pertanyaan dapat membuat seseorang merasa rentan karena mengakui bahwa tidak tahu sesuatu.
Jika pernah berbicara dengan seseorang yang hanya berbagi pendapat tetapi tidak pernah mencari sudut pandang lain, mungkin menyadari betapa sempitnya percakapan itu.
Tanpa pertanyaan tidak ada interaksi yang lebih dalam sehingga memuncukan suasana yang canggung dan tidak berkembang.
Empati yang Terbatas
Bila seseorang tidak mengajukan pertanyaan, mungkin tidak memiliki rasa empati. Empati sering kali muncul sebagai kemauan aktif memahami pengalaman orang lain, yang secara alami mengarah pada pertanyaan seperti “Bagaimana perasaanmu?” atau “Apa pendapatmu tentang ini?”
Network Therapy menyebutkan bahwa orang yang mempraktikkan mendengarkan dengan empati melaporkan kepuasan hubungan dan ketahanan emosional yang lebih tinggi.
Terkadang, orang berasumsi bahwa empati hanya tentang bersikap baik atau penuh kasih sayang dalam arti umum. Padahal empati adalah keterlibatan emosi untuk mengetahu batin orang lain
Kurangnya Rasa Ingin Tahu
Rasa ingin tahu sering menjadi pemicu mendorong untuk mengeksplorasi, menemukan, dan memperdalam hubungan.
Jika seseorang jarang atau tidak pernah bertanya, mungkin sama sekali tidak memiliki pemicu itu. Dengan mengajukan pertanyaan maka akan memberikan wawasan untuk diri sendiri dan memberikan rangsangan positif untuk lawan bicara. (ndi)
