Aktual.co.id – Publik spontan riuh pasca Ray Dalio, batal gabung sebagai penasehat Danantara. Seperti diberitakan Bloomberg, bahwa Ray Dalio batal bergabung ke dalam jajaran dewan Danantara.
Sayang, sumber tersebut tidak bersedia menyebutkan identitasnya. Sumber tersebut hanya mengatakan jika Ray Dalio tidak menjadi penasihat Danantara.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebelumnya mengumumkan struktur kepengurusan Danantara pada 24 Maret lalu. Pada kesempatan itu, nama Ray Dalio masuk dalam jajaran dewan penasihat Danantara.
Selain Ray Dalio ada nama Helman Sitohang (mantan CEO Credit Suisse Asia Pasifik), Jeffrey Sachs (ekonom AS yang menjadi profesor di Columbia University), F. Chapman Taylor (ahli investasi yang pernah berkarier di Capital Group), dan Thaksin Shinawatra (mantan Perdana Menteri Thailand) yang juga menduduki jabatan sebagai dewan penasihat Danantara.
Memiliki nama lengkap Raymond Thomas Dalio adalah seorang konglomerat asal Amerika Serikat. Ia merupakan pendiri Dana Lindung Nilai atau Hedge Fund Bridgewater Associates yang mengelola dana USD 112 miliar. Namun, ia telah mengundurkan diri dari perusahaannya pada 2017 lalu.
Pada 2017, Dalio menerbitkan buku dengan judul Principles: Life & Work tentang manajemen perusahaan dan filosofi investasi.
Ray Dalio kerap berbicara tentang tantangan dan peluang yang dihadapi oleh negara-negara berkembang di tengah ketidakpastian global, termasuk dampak dari ketegangan perdagangan, teknologi, dan perubahan iklim terhadap perekonomian dunia.
Dia juga menyoroti pentingnya reformasi struktural dan inovasi teknologi dalam menjaga daya saing ekonomi di masa depan.
Terkait pemberitaan tidak masuknya Ray Dalio ke dalam jajaran penasehat Danantara public pun riuh melalui media sosial.
“Ganti Jeffrey Sachs katanya.. Dibahas Bloomberg tadi,” kata ריינאל @Aldyxrm.
“Mau diganti Jeffrey Sachs kek, Warren Buffett kek, Bill Gates kek ujung2nya bakalan mundur juga kalo mereka tahu sesungguhnya,” balas Jamal Abdullah @95jamalabdullah.
Sementara akun D’Q @Dicky_Zman menuliskan,”Kalo penasehat udah undur diri brarti orang – orang di Danantara udah gak bisa dinasehatin.”
“Iya, biar ngga dikatain kacung dong, gimana sih antum!!,” ungkap Túlin Tulambal @turintulambal.
“Mungkin juga karena didalamnya ada nominen juara OCCRP!!!,” balas Adil Nusantara @sadili69920.
Sedangkan akun Buzzer Pekok @dantsus mencoba menganalisa tentang mundurnya investor asal Aerika Serikat tersebut.
“Tiga hal Dalio undur diri. perlu perhatian @erickthohir @KemenBUMN. 1. Iklim tatakelola BUMN amburadul sarat korupsi tidak transparansi. 2. kepastian iklim investasi dan moneter di Indonesia penuh tidak menentu 3. Visi yang jauh berbeda antara Danantara dan pemangku jabatan,” analisanya.
Kalimat tersebut langsung disambut Mannaa Tahaann @vernandozz. “Selama BUMN orientasibya bukan keluar atau export seperti umumnya BUMN di negara lain. Artinya harus berkompetisi dan terbukti di pasar bebas, free market capitalism. Sebenarnya sekelas Ray Dalio harusnya sudah nolak dari awal,” ungkapnya.
Postingan dengan kata kunci Ray Dalio ini mendapat tanggapan 2,592 komentar. Umumnya memberikan pandangan terhadap Danantara serta pesimisme publik terhadap kinerja para pengurus Danantara. (ndi)
